Assalamualaikum wr wb
Apakah engkau menyadari bahwa hatimu rawan sekali dengan sifat riya'. Sesungguhnya riya' adalah penyakit jiwa yang sering kali mengotori hati. Jika dirimu melakukan shalat, kemudian ingin dipuji orang dan ingin dianggap ahli ibadah, maka itulah riya'. Jika engkau bersedekah kemudian ingin dianggap dermawan, maka itulah lintasan riya'. Pokoknya apa saja yang sesungguhnya bernilai ibadah untuk Allah tetapi engkau cemari niatmu, maka itulah riya'.Riya' bisa juga diartikan pamer dalam melakukan ibadah. Berpura - pura berbuat baik tetapi di dalam ada niat lain. Allah tidak ingin engkau permainkan dengan ibadahnya yang demikian itu. Karena riya' dianggap sebagai syirik kecil. Sungguh besar dosa orang yang hatinya terbiasa bersifat riya'.
Apakah kamu ingin ibadahmu yang selama ini engkau lakukan kemudian terhapus begitu saja karena terlintas hatimu. Padahal pahala sedekah itu begitu banyak, namun jika kamu sertai dengan riya akan menjadi sia - sia. Terhapus semua amal kebaikan sedekahmu.
" Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), sebagaimana orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan ia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir " QS. Al Baqarah 264Orang yang shalat tetapi niatnya bercampur aduk antara ingin mendapatkan pahala dari Allah dan ingin mendapatkan pujian, maka shalatnya dapat mencelakakan.
" Maka celakalah bagi orang-orang yang mengerjakan shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dalam shalatnya, orang-orang yang berbuat riya', dan enggan menolong dengan sesuatu yang berguna " QS. Al Ma'un 4-7Sesungguhnya dosa riya' mendekati dosa syirik. Tidak hanya ayat -ayat Al Quran saja yang memperingatkan manusia terhadap bahaya riya'. Namun hadits Nabi saw pun demikian. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra :
Oleh sebab itu hendaknya engkau berhati-hati dalam menata niat. Amal yang baik tetapi niatnya tidak ikhlas karena Allah, justru mencelakakan dirimu sendiri. Sebagai pegangan dan pesan terakhir tentang riya', berikut ayat Allah yang menerangkan tentang itu.
" Sesungguhnya manusia yang pertama diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah, maka ia di datangkan dan ditunjukkan beberapa nikmat yang akan diterima lalu ia melihatnya, sambil ditanyakan kepadanya : Apa yang kamu lakukan hingga mendapatkan beberapa nikmat itu? Ia menjawab ; Aku berperan karena Engkau hingga aku mati syahid. Allah berfirman : kamu berdusta, tetapi kamu lakukan yang demikian itu agar dikatakan orang sebagai pahlawan. Kemudian diperintahkan kepada malaikat untuk menyeret mukanya dan dilemparkan ke dalam neraka. (Lalu) seorang yang telah diberi Allah dengan berbagai macam harta benda, maka ia didatangkan dan ditunjukkan beberapa nikmat yang akan diterima lalu melihatnya, sambil ditanyakan kepadanya : Apa yang kamu lakukan hingga mendapatkan beberapa nikmat itu? Aku tidak pernah meninggalkan infaq di jalan yang Engkau sukai melainkan aku berinfaq di dalamnya karena Engkau. Allah berfirman : Kamu berdusta, tetapi kamu lakukan yang demikian itu agar dikatakan orang sebagai dermawan dan ia mengakuinya, kemudian diperintahkan kepada malaikat untuk menyeret mukanya dan dilemparkan ke dalam neraka. (Lalu) seseorang mencari ilmu dan mengajarkan ilmunya atau orang yang membaca Al Quran, maka ia di datangkan dan ditunjukkan beberapa nikmat yang akan diterima lalu ia melihatnya, sambil ditanyakan kepadanya : Apa yang kamu lakukan hingga mendapatkan beberapa nikmat itu? Lalu ia menjawab : Aku mencari ilmu dan mengamalkannya dan aku membaca Al Quran karena Engkau. Allah berfirman : Kamu berdusta, tetapi kamu mengajarkan ilmu itu agar dikatakan orang sebagai orang alim dan anda membaca Al Quran itu agar dikatakan ahli membaca, kemudian diperintahkan kepada malaikat untuk menyeret mukanya dan dilemparkannya ke dalam neraka "
Firman Allah dalam surat An Nisa' ayat 38 :
" Dan orang-orang yang menginfaqkan harta benda mereka karena riya' (ingin dilihat dan di puji orang) kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat '' QS. An Nisa 38
" Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah dan Allah tidak membalas tipuan mereka.Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' di hadapan manusia, dan sedikit sekali mereka menyebut Allah " QS. An Nisa' 142Wassalam
Sumber : Buku 89 Dosa Besar " Syekh Syamsuddin Adz Dzahabi "