Sabtu, 27 Oktober 2018

Berbuat Baik Kepada Anak Sebelum Mereka Dilahirkan

Bismillah

# Berbuat Baik Kepada Anak-Anak Sebelum Mereka Dilahirkan
.
-Dengan cara mencari pasangan hidup yang shalih dan baik akhlaknya
.
-Mendidik anak itu dimulai sejak memilih pasangan
.
Kok bisa? Bagaimana caranya? Perhatikan percakapan ulama berikut
.
Abul Aswad Ad-Duaili berkata kepada anak-anaknya, “Sungguh aku telah berbuat baik kepada kalian sejak kalian masih kecil hingga kalian dewasa bahkan semenjak kalian belum dilahirkan.”
Anak-anaknya bertanya, “Bagaimana cara ayah berbuat baik kepada kami sebelum kami terlahir?”
Beliau menjawab, “Aku telah pilihkan untuk kalian IBU yang mana kalian TIDAK AKAN PERNAH KECEWA kepadanya.”
(Adabud dunya wad diin hal. 158, Darul maktabah, Syamilah)
.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah” (HR. Muslim: 1467)
.
Wanita shalihah tidak akan silau dengan perhiasan dunia karena merekalah sebaik-baik perhiasan
.
dan inilah sifat utama dari wanita shalihah Sebagaimana RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu,
.
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu
.
-Istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya,
.
-Bila diperintah akan mentaatinya
.
-dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” 
.
(HR. Abu Dawud no. 1417. Al-Jami’ush Shahih 3/57)
.
Jangan terperdaya dengan kecantikan wanita, tetap lihatlah keshalihannya…
Banyak juga laki-laki yang sudah paham agama tetapi masih memilih cantik sebagai patokan utama
.
Selengkapnya baca ا:

https://muslimafiyah.com/berbuat-baik-kepada-anak-anak-sebelum-mereka-dilahirkan.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Jumat, 26 Oktober 2018

Hukum Operasi Plastik

Bismillah

# Hukum Operasi Plastik Untuk Kecantikan
.
Hukum operasi plastik dengan tujuan kecantikan tidak diperbolehkan oleh syariat. Perlu diketahui bahwa hukum operasi plastik ini ada rinciannya.
.
1) Operasi plastik untuk menghilangkan cacat dan aib
.
Hukumnya boleh karena termasuk “mengembalikan ciptaan Allah”, misalnya operasi bibir sumbing, operasi rekonstruksi wajah setelah kecelakaan dan lain-lainnya.
.
2) Operasi plastik untuk kecantikan
.
Hukumnya adalah haram karena ini termasuk mengubah ciptaan Allah
.
Hal in senada dengan yang dfatwakan oleh syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, beliau merinci hukum operasi plastik:
.
“Operasi (plastik) ada dua macam:
.
1) Operasi plastik untuk menghilangkan aib akibat kecelakaan/musibah dan yang lainnya, maka hal ini tidak mengapa dan diperbolehkan
.
2) Operasi plastik untuk menambah kecantikan dan bukan untuk menghilangkan aib bahkan untuk membuat tambah cantik maka hukumnya haram dan tidak boleh.” [Fatawa Islamiyyah 4/412]

BACA selengkapnya:
https://muslim.or.id/43280-hukum-operasi-plastik-untuk-kecantikan.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen
Broadcast WA muslimafiyah:
0895341555542
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)

Membela Kalimat Tauhid

Bismillah

# Membela Kalimat Tauhid dengan Mempelajari, Mengamalkan dan Mendakwahkannya

Kita sangat senang ketika kaum muslimin memunculkan ghirah dan semangat membela agamaketika agama mereka dilecehkan atau ketik kalimat tauhid dilecehkan dengan cara dihinakan. Ini adalah kabar gembira bagi kita semua atas semangat kaum muslimin, akan tetapi kita masih punya tugas dan PR bersama yang harus tetap terus kita perjuangkan untuk membela kalimat tauhid, yaitu mempelajarinya dengan sungguh-sungguh di majelis ilmu, berusaha mengamalkannya dan mendakwahkannya kepada manusia.

Membela dengan Belajar Terlebih Dahulu

Agama Islam dibangun di atas ilmu, agar bisa membela kalimat tauhid, kita perlu belajar dahulu dan kembali ke majelis ilmu masjid di rumah-rumah Allah.

Kalimat tauhid ternyata harus dipelajari secara lengkap dengan pemahaman yang baik sesuai dengan pemahaman para salafus shalih. Kita perlu mempelajari dari kalimat tauhid ini (kami sebutkan sedikit poin-poinnya penting yang perlu dipelajari):
1. Makna kalimat tauhid
2. Rukun kalimat tauhid
3. Konsekuesi kalimat tauhid
4. Syarat-syarat kalimat tauhid
5. Pembatal kalimat tauhid
6. Penambah dan pengurang kesempurnaan tauhid

Dan masih banyak yang harus kita pelajari lagi terkait dengan kalimat tauhid. Allah memerintahkan kita dalam Al-Quran untuk meng-ilmui (mempelajari) kalimat tauhid.

Allah berfirman,

ﻓَﺎﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ

“Maka ketahuilah (ilmuilah)bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah…” [Muhammad: 19]

Allah juga berfirman,

ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﺷَﻬِﺪَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

“Melainkan mereka yang mengakui kebenaran, sedang mereka orang-orang yang mengetahui (mengilmui).” [Az-Zukhruf: 86]

Setelah kita mempelajari dengan benar, kita berusaha mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan mendakwahkan kalimat tauhid. Hal ini sebagaimana yang tertulis dalam kitab terkenal yang menjelaskan tentang tauhid dasar yaitu kitab Tsalatsatul Ushul:

ﺍﻋﻠﻢ ﺭﺣﻤﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻧﻪ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﺭﺑﻊ ﻣﺴﺎﺋﻞ :
ﺍﻷﻭﻟﻰ : ﺍﻟﻌﻠﻢ .
ﻭﻫﻮ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻣﻌﺮﻓﺔ ﻧﺒﻴﻪ، ﻭﻣﻌﺮﻓﺔ ﺩﻳﻦ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺑﺎﻷﺩﻟﺔ .
ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ : ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﻪ .
ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ : ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺇﻟﻴﻪ .
ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ : ﺍﻟﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺫﻯ ﻓﻴﻪ

“Ketauhilah (semoga Allah merahmatimu) bahwa wajib bagi kita mempelajari 4 hal:
1) Ilmu
Yaitu ilmu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama dengan dalil-dalil
2) Mengamalkannya
3) mendakwahkannya
4) Bersabar terhadap gangguan (ujian) ketika mengilmui, mengamalkan dan mendakwahkannya.” [Matan Tsalatsatul Ushul)

Sekedar tahu secara ringkas (superficialnya) saja tentu tidaklah cukup. Diibaratkan kalimat tauhid adalah kunci surga, maka tidak cukup kunci saja, tapi perlu diperhatikan gigi-gigi pada kunci tersebut. Inilah
syarat-syarat kalimat tauhid yang harus dipenuhi dan diamalkan. Perhatikan kisah berikut:

ﺳُﺌِﻞَ ﻭَﻫَﺐُ ﺑْﻦُ ﻣُﻨَﺒِّﻪِ ﺭَﺣِﻤَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ – ﻭَﻫُﻮَ ﻣِﻦْ ﺃﺟﻠﺔ ﺍﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ – ﻗِﻴْﻞَ ﻟَﻪُ ﺃَﻟَﻴْﺲَ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ” ﺑَﻠَﻰ ؛ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﻟَﻬُﺄَﺳْﻨَﺎﻥُ ، ﻓَﺈِﻥْ ﺟِﺌْﺖَ ﺑِﻤِﻔْﺘَﺎﺡٍ ﻟَﻪُ ﺃَﺳْﻨَﺎﻥُ ﻓُﺘِﺢَ ﻟَﻚَ ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﻔْﺘَﺢْ”

Salah seorang tokoh tabiin yang bernama Wahab bin Munabih rahimahullah pernah ditanya, “Bukankah kalimat laa ilaaha illallah adalah kunci surga?” Beliau menjawab, “Iya, betul. Tapi biasanya kunci itu memiliki geligi (bagian ujung yang tidak rata). Apabila engkau membawa kunci bergigi (yang tepat), terbukalah ia, jika tidak ia tak akan terbuka.” [HR. Bukhari secara mu’allaq]

Semoga kita semua dan kaum muslimin bisa selalu membela kalimat tauhid sampai akhir hayat kita dengan mempelajari, mengamalkan, dan mendakwahkan serta bersabar.

Demikian semoga bermanfaat

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

https://muslim.or.id/43344-membela-kalimat-tauhid-dengan-mempelajari-mengamalkan-dan-mendakwahkannya.html

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Selasa, 23 Oktober 2018

Memaknai Syahadat dengan “Tiada Tuhan Selain Allah” Adalah Tidak Tepat

Bismillah

# Memaknai Syahadat dengan “Tiada Tuhan Selain Allah” Adalah Tidak Tepat
.
#IndonesiaBertauhid
.
-Ada tiga alasan yang kami jelaskan, alasan pertama kami jelaskan, 2 alasan lainnya bisa dipahami oleh yang punya basic bahasa Arab, tetapi kami berusaha jelaskan dengan bahasa yang mudah, semoga kita bisa memahaminya
.
-Alasan pertama
.
Jika mengartikan syahadat dengan “tiada tuhan selain Allah” yaitu khususnya makna rububiyah saja,
.
Maka Abu Lahab, Abu Jahal dan orang-orang kafir Quraisy juga MENGAKUI hal tersebut (rububiyah Allah: yaitu kafir quraisy mengakui bahwa Allah, adalah pencipta, memberi rezeki dll) dan  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berusaha mendakwahi mereka
.
Allah Ta’ala berfirman,
.
“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (kafir quraisy) : “Siapakah yang MENCIPTAKAN mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” [QS. Az-Zukhruf: 87]
.
Jadi Kafir Qurasy mengakui tauhid rububiyah Allah jika memang maknanya "tiada tuhan selain Allah"
.
Yang benar maknanya adalah:
.
(لا معبود حق إلا الله )
.
"Tiada Tuhan yang BERHAK DISEMBAH/DIIBADAHI selain Allah"
.
harus ada kata "Berhak disembah" dalam memaknainya, karena hanya mengaku rububiyah Allah saja tidak cukup, harus mengakui tauhid uluhiyah (ibadah hanya kepada Allah)
.
Karena Kafir Quraisy paham makna yang benar, maka mereka menolak dakwah Nabi
.
Tentu kita sebagai muslim juga harus paham makna yang benar dari syahadat kita
.
untuk 2 alasan lainnya, silahkan BACA selengkapnya link:

https://muslimafiyah.com/memaknai-syahadat-dengan-tiada-tuhan-selain-allah-adalah-tidak-tepat.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Jumat, 19 Oktober 2018

Harta Halal dan Haram diHisab

Bismillah

Yang halal, dihisab.
Yang haram, diazab.
Itulah tabiat harta.

Saran saya, jangan asal jual. Dalam bisnis, yang diperjuangkan bukan saja nilai-nilai finansial. Tapi juga nilai-nilai moral dan spiritual. Ini yang mahal. Sangat sangat mahal.

Dan inilah yang membuat keluarga bangga sama kita. Kaya atau belum kaya, kita akan 'lebih berharga' daripada #harta yg kita perjuangkan. Kejujuran, relasi, dan reputasi, ini semua lebih berharga daripada harta.

Ingat. Harta yang kita kejar-kejar, kelak akan membebani kita. Benar-benar beban. Harta hanya akan menjadi penolong kita kalau dijadikan amal dan manfaat. Hanya itu. Maka berhati-hatilah dalam mengejar harta.

Harta yang terlepas dari amal dan manfaat, bagi Allah, nilainya sama seperti sebelah sayap nyamuk bahkan lebih murah daripada itu. Jangan mudah terpana dan terpesona sama harta.

Tulisan ini adalah pengingat bagi saya dan kita semua.

https://www.instagram.com/p/Box7V4ChvKv/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=c74igndvpela

Selasa, 09 Oktober 2018

Lebih Baik Tidak Minta Didoakan ketika Memberi Sedekah

Bismillah

# Lebih Baik Tidak Minta Didoakan ketika Memberi Sedekah
.
Terkadang ada sebagian kaum muslimin yang ketika memberikan sedekah kepada orang miskin, ia meminta agar didoakan. Bagaimana hukum hal ini?
.
Secara umum, boleh bagi seorang meminta doa kepada saudara muslim lainnya. Sebagaimana dalam hadits,
.
“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan mustajab. Pada kepalanya ada malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.” (HR. Muslim)
.
An-Nawawi menjelaskan dianjurkan meminta didoakan oleh orang yang shalih, beliau berkata,
.
“Bab dianjurkannya meminta didoakan oleh orang yang memiliki keutamaan (shalih) walaupun yang meminta doa lebih memiliki keutamaan (lebih shalih) daripada yang orang yang diminta.” (Al-Azkar hal. 40)
.
Adapun meminta didoakan kepada orang yang kita beri sedekah, maka nasehat para ulama adalah lebih baik tidak dilakukan. Dalam ayat Al-Quran dijelaskan bahwa orang yang ikhlas adalah yang memberi makan hanya berharap wajah Allah tanpa meminta balasan apapun.
.
Allah berfirman,
.
“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih”. (Al-Insan:9)

Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa apabila meminta didoakan, maka keluar dari ayat ini. Beliau berkata,
.
“Barangsiapa yang meminta didoakan oleh orang miskin atau meminta dipuji, maka keluar dari maksud ayat ini.” (Majmu’ Fatawa 11/111)
.
Ulama menganjurkan kita untuk tidak meminta doa setelah memberikan sedekah, akan tetapi syariat menganjurkan orang yang menerima sedekah untuk mendoakan orang yang memberikan sedekah.

BACA  selengkapnya:
https://muslim.or.id/42535-lebih-baik-tidak-minta-didoakan-ketika-memberi-sedekah.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen
Broadcast WA muslimafiyah:
0895341555542
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)

Jumat, 05 Oktober 2018

Sikap Ketika Terjadi Musibah dan Gempa

Bismillah

#  Saling Menyayangi dan Peduli Ketika Terjadi Musibah dan Gempa

Sangat sedih mendengar beberapa berita berita (semoga tidak banyak), setelah terjadi bencana semisal gempa bumi atau yang lain, ada segelintir oknum manusia yang malah menunjukkan sikap yang “egois” dan merugikan orang lain. Terjadi penjarahan, terjadi pencurian, terjadi perampasan dan tidak peduli dengan keadaan saudaranya korban bencana yang lebih membutuhkan.

Nasihat dari pada ulama ketika terjadi gempa adalah agar kita saling menyayangi dan peduli ketika terjadi gempa. Dengan saling menyayangi terhadap makhluk di bumi, maka Allah akan sayang kepada kita dan semoga Allah akan segera mengangkat musibah dan bencana serta menggantikannya dengan ketenangan, kedamaian dan kemakmuran.  Bahkan kita diperintahkan untuk memperbanyak sedekah membantu orang lain ketika terjadi musibah.

Perhatikan nasihat dari Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, beliau berkata:

فالواجب عند الزلازل وغيرها من الآيات والكسوف والرياح الشديدة والفياضانات البدار بالتوبة إلى الله سبحانه ، والضراعة إليه وسؤاله العافية ، والإكثار من ذكره …ويستحب أيضا رحمة الفقراء والمساكين والصدقة عليهم … وروي عن عمر بن عبد العزيز رحمه الله أنه كان يكتب إلى أمرائه عند وجود الزلزلة أن يتصدقوا .

“Kewajiban ketika terjadi GEMPA BUMI dan lainnya semisal gerhana, angin kuat, banjir, yaitu menyegerakan taubat, merendahkan diri kepada-Nya, meminta afiyah/keselamatan, memperbanyak dzikir dan ISTIHGFAR … DISUNNAHKAN menyanyangi orang fakir dan miskin dan bersedekah kepada mereka… Diriwayatkan bahwa khalifah umar bin Abdul Aziz KETIKA TERJADI GEMPA beliau menulis surat kepada bawahannya agar MEMPERBANYAK SEDEKAH” (Majmu’ Fatawa 150/152-9).

Beliau membawakan dalil agar saling menyayangi yaitu hadits Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam,

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِى الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ

“Orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang di muka bumi, kalian pasti akan disayangi oleh Allah yang berada di atas langit”(HR.Tirmidz)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ

“Orang yang tidak memiliki kasih sayang, pasti tidak akan disayang”(Adabul Mufrad no.5538)

Semoga musibah dan bencana yang menimpa saudara kita segera diangkat oleh Allah dan segera digantikan oleh ketenangan dan kemakmuran.

@ Yogyakarta Tercinta

Penyususn: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 __
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen#  Saling Menyayangi dan Peduli Ketika Terjadi Musibah dan Gempa

Sangat sedih mendengar beberapa berita berita (semoga tidak banyak), setelah terjadi bencana semisal gempa bumi atau yang lain, ada segelintir oknum manusia yang malah menunjukkan sikap yang “egois” dan merugikan orang lain. Terjadi penjarahan, terjadi pencurian, terjadi perampasan dan tidak peduli dengan keadaan saudaranya korban bencana yang lebih membutuhkan.

Nasihat dari pada ulama ketika terjadi gempa adalah agar kita saling menyayangi dan peduli ketika terjadi gempa. Dengan saling menyayangi terhadap makhluk di bumi, maka Allah akan sayang kepada kita dan semoga Allah akan segera mengangkat musibah dan bencana serta menggantikannya dengan ketenangan, kedamaian dan kemakmuran.  Bahkan kita diperintahkan untuk memperbanyak sedekah membantu orang lain ketika terjadi musibah.

Perhatikan nasihat dari Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, beliau berkata:

فالواجب عند الزلازل وغيرها من الآيات والكسوف والرياح الشديدة والفياضانات البدار بالتوبة إلى الله سبحانه ، والضراعة إليه وسؤاله العافية ، والإكثار من ذكره …ويستحب أيضا رحمة الفقراء والمساكين والصدقة عليهم … وروي عن عمر بن عبد العزيز رحمه الله أنه كان يكتب إلى أمرائه عند وجود الزلزلة أن يتصدقوا .

“Kewajiban ketika terjadi GEMPA BUMI dan lainnya semisal gerhana, angin kuat, banjir, yaitu menyegerakan taubat, merendahkan diri kepada-Nya, meminta afiyah/keselamatan, memperbanyak dzikir dan ISTIHGFAR … DISUNNAHKAN menyanyangi orang fakir dan miskin dan bersedekah kepada mereka… Diriwayatkan bahwa khalifah umar bin Abdul Aziz KETIKA TERJADI GEMPA beliau menulis surat kepada bawahannya agar MEMPERBANYAK SEDEKAH” (Majmu’ Fatawa 150/152-9).

Beliau membawakan dalil agar saling menyayangi yaitu hadits Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam,

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِى الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ

“Orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang di muka bumi, kalian pasti akan disayangi oleh Allah yang berada di atas langit”(HR.Tirmidz)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ

“Orang yang tidak memiliki kasih sayang, pasti tidak akan disayang”(Adabul Mufrad no.5538)

Semoga musibah dan bencana yang menimpa saudara kita segera diangkat oleh Allah dan segera digantikan oleh ketenangan dan kemakmuran.

@ Yogyakarta Tercinta

Penyususn: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 __
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Orang Kaya yang Bagaimana?

Bismillah

Orang Kaya Yang Bagaimana?

Kemarin saya berjumpa dengan Mufti Menk, difasilitasi oleh SKPI dan sahabat saya, Mario Irwinsyah. Menariknya, ketika berceramah, Mufti Menk mendoakan agar jamaah menjadi miliarder. Ya, menjadi miliarder.

Kita sama-sama tahu, tak semua ulama menganjurkan jamaah untuk kaya. Selain faktor hisab, kekayaan juga mengundang ujian-ujian tersendiri yang jelas-jelas tidak ringan.

Kompas pada 13 September 2018 melaporkan soal negara-negara kaya. Ironisnya, negara-negara yang dinyatakan kaya oleh badan-badan dunia, ternyata memiliki insiden bunuh diri yang tinggi. Benar-benar ironis.

Perlu contoh? Sebut saja Finlandia, Korea Selatan, Belgia, Perancis, Austria, dan Swiss. Sedangkan Indonesia adalah negara dengan peringkat bunuh diri nomor 165 dari 177 negara. Dengan kata lain, peringkat Indonesia relatif lebih baik.

Lantas, kaya yang bagaimana yang dianjurkan? Begini. Silakan saja kaya harta. Silakan saja kaya ilmu. Silakan saja kaya relasi. Tapi yang paling utama adalah kaya hati dan kaya iman. Ya, itulah yang utama.

Tanpa iman, kekayaan bisa menjadi mesin kapitalis yang mematikan. Tanpa iman, ilmu bisa menjadi alat rekayasa yang menjerumuskan. Tanpa iman, relasi bisa menjadi kelompok manipulatif yang menghancurkan.

Hendaknya kaya hati dan kaya iman dijadikan lokomotif. Diletakkan di depan. Terus, kaya harta, kaya ilmu, dan kaya relasi, menjadi gerbong-gerbong yang mengikuti di belakangnya. Proporsional, tidak berlebihan.

Dengan begini, insya Allah kita semua akan selamat. Anda sepakat?

Kamis, 04 Oktober 2018

Perbedaan Orang Super Kaya dan Orang Berkantong

Bismillah

Saya dua kali bertemu Robert Kiyosaki bersama istrinya, Kim Kiyosaki. Mereka berdua terkenal sebagai guru kekayaan. Mungkin teman-teman sudah baca buku-buku mereka.

Menurut Robert Kiyosaki, perbedaan mendasar antara orang super kaya dengan orang-orang yang berkantong rata-rata adalah pada cara pikir atau mindset mereka.

Mindset-lah yang akhirnya memberikan perbedaan, mengapa sebagian orang mampu membangun kekayaan tanpa batas dan mengapa sebagian yang lain tidak mampu.

Mindset akan mempengaruhi orang dalam memutuskan sebuah tindakan dan menghadapi konsekuensinya. Mindset juga berpengaruh pada gaya kerja seseorang, apakah sekadar kerja keras atau kerja cerdas.

Serunya, Business Insider menyampaikan sejumlah pantangan bagi orang kaya (orang bermental kaya). Nah, berikut ini adalah kalimat-kalimat yang tidak boleh disebut alias pantangan:

1. “Saya tidak mampu membelinya.” Harusnya tetap positif. Insya Allah suatu hari nanti mampu membelinya. Ini soal waktu dan kapasitas saja.

2. “Saya bekerja untuk mencari uang.” Harusnya? Saya bekerja untuk belajar. Kemudian, dengan bisnis, uanglah yang bekerja untuk saya.

3. “Belajar yang rajin agar bisa diterima bekerja di perusahaan terbaik.” Harusnya? Kalaupun saya bekerja, saya bekerja di tempat yang ada mentor bisnisnya.

4. “Bila berkaitan dengan uang, main aman saja, jangan ambil risiko.” Harusnya? Orang bermental kaya siap dengan risiko asalkan jelas ganjarannya dan terukur risikonya.

5. “Rumahku adalah asetku.” Ini keliru. Rumah hanya disebut aset kalau memang menghasilkan uang. Bukan menguras uang.

6. "Saya tidak akan pernah jadi orang kaya." Padahal? Yah bisa saja. Tergantung ikhtiar, amal, dan doa. Insya Allah.

7. "Saya tidak tertarik pada uang." Lagi-lagi ini salah kaprah. Orang kaya tidak pernah meremehkan uang. Tidak pernah pula mengejek uang.

8. "Orang lain perlu dijatuhkan agar saya sukses." Ini mindset yang salah. Dengki. Harusnya dia percaya bahwa Tuhan Maha Kaya, bisa mengayakan siapapun, pada waktu bersamaan.

Praktek ya. Dalam artian, hindari 8 pantangan ini. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.