Rabu, 28 April 2021

Ilmu Hikmah dan Sareat

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket  : 22*
*Bab      : 23*
*Judul    : ILMU HIKMAH DAN SAREAT*

===📚===

بِسْــــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kata hikmah mempunyai dua arti. Arti umumnya adalah ketepatan, menentukan sesuatu dengan tepat, meletakkan sesuatu di tempatnya, memberi kadar yang tepat untuk setiap sesuatu. Arti khususnya yang sering disebutkan di dalam al-Qur’an adalah hadis-hadis Nabi yang mana hadis-hadis itu adalah wahyu dari Alloh ta’ala.  

Adapun pada realitanya, kata-kata “al-hikmah” banyak dipakai oleh mereka yang memuja setan dengan berkedok sebagai orang sholih, khususnya sebagai para pemimpin keagamaan untuk membungkus ilmu sihir mereka dengan kata-kata yang syar’i.

Para penipu tersebut menamakan diri mereka ahli hikmah, tetapi pada hakikatnya mereka adalah para tukang sihir yang memuja setan untuk mendapatkan ilmu sihir itu dengan melakukan amalan-amalan kesyirikan.

Adapun kata sareat berasal dari kata syariat dalam bahasa Arab yang berarti hukum-hukum atau ketentuan-ketentuan, khususnya hukum-hukum Islam.

Para ahli hikmah tersebut menamakan usaha (ikhtiar) mereka yang sebenarnya adalah sihir dengan nama sareat. Dengan menggunakan nama “sareat” tersebut sebenarnya tujuannya adalah untuk membungkus kesyirikan sihir yang mereka lakukan. 

Banyak sekali bentuk-bentuk sihir yang dibungkus dengan nama ilmu hikmah dan sareat dengan tujuan pengelabuan. Di antara yang banyak menggunakan nama ahli hikmah adalah dalam  pengobatan alternatif, pengobatan ghaib atau pengobatan jarak jauh.

Banyak orang tertipu dengan berbagai pengobatan alternatif yang dibungkus dengan nama ilmu hikmah, karena ahli hikmah tersebut menyarankan untuk syahadat atau puasa atau sholat tertentu, termasuk amalan zikir tertentu. Hal ini yang membuat pasien semakin yakin bahwa itu dari Islam. Selanjutnya, barulah ia menggunakan ajian andalannya, yang inilah inti sihirnya.

Jika memang intinya bacaan-bacaan atau zikir-zikir itu benar, maka seharusnya bisa diamalkan dimanapun, kapanpun, tanpa syarat-syarat yang biasanya menyulitkan dan tidak masuk akal. Apalagi ditambah adanya praktek yang jelas maksiat, seperti praktek dilakukan berdua-duaan di dalam ruangan khusus dan syarat-syarat menyimpang lainnya. Bahkan tidak jarang menyebabkan pasien tidak sadarkan diri dan tidak mengetahui apa yang terjadi padanya.

Oleh karena itu, mari kita belajar agama Islam dengan benar. Dengan ini kita bisa mengetahui mana amalan yang sesuai syariat atau tidak. Sehingga kita bisa mengambil sikap yang benar.

============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Website    : www.elsihasmi.com
Facebook : http://bit.ly/Lembaga_Studi_Islam
Telegram  : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elsimedia.id/
YTube        : www.youtube.com/elsimedia

Sabtu, 24 April 2021

Ramalan

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket  : 22*
*Bab      : 20*
*Judul    : RAMALAN*

===📚===

بِسْــــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

*Ramalan* adalah penggambaran hal-hal yang akan terjadi di masa depan, baik menyangkut perorangan, masyarakat atau alam semesta melalui apa-apa yang diklaim sebagai ilmu penerawangan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan hukum sebab akibat. Hal ini berbeda dengan perkiraan cuaca yang diprediksi atas dasar sebab akibat.
Di antara *macam-macam ramalan kesyirikan* adalah zodiak (perbintangan), ramalan Kartu Tarot, ilmu falak perjodohan, garis tangan, shio, joyoboyo, ramalan angka, ramalan hari kiamat dan ramalan umum tentang kejadian alam semesta.

Ramalan terbagi dua. *Pertama*, ramalan yang didasarkan informasi dari setan kepada agen-agennya (dukun, peramal, paranormal dan yang sejenisnya), dimana informasi itu didapat dari pencurian berita yang tersebar di alam malaikat. Karena sangat sedikit sekali informasi yang didapat setan, maka informasi tersebut hanya memberi ramalan yang sangat jauh dari sempurna. Kemudian sang agen membubuhi seratus kedustaan ke dalam informasi tersebut. *Kedua*, ramalan berupa bualan dusta dari sang peramal sendiri atau kedustaan yang didapat dari setan yang dipujanya.

Ramalan tidak pernah membawa wujud yang tepat, walaupun sesekali terwujudkan sebagian dari apa yang diramalkan. Terwujudnya sebagian dari apa yang diramalkan ini, tidak membuktikan kebenaran ramalan, karena sebagian bukanlah keseluruhan. 

Hampir semua peramal mengklaim mengetahui ilmu gaib dan itu adalah *kebohongan yang besar*. Ilmu gaib hanyalah dimiliki oleh Alloh ta’aladan itu adalah sifat ketuhanan yang tak ada yang memilikinya selain Alloh. Barangsiapa yang mengklaim bahwa dia memiliki ilmu gaib atau mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi tanpa wahyu dari Alloh ta’alamaka orang itu telah mengklaim dirinya sebagai tuhan dan yang mempercayainya telah melakukan kesyirikan.

Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka *shalatnya selama empat puluh hari tidak diterima*. Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.

Islam datang untuk menghapus berbagai ramalan dan menjelaskan tentang bahaya kesyirikan ramalan. Islam mengharamkan ramalan karena di dalamnya terdapat ketergantungan pada selain Alloh. 

============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Website    : www.elsihasmi.com
Facebook : http://bit.ly/Lembaga_Studi_Islam
Telegram  : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elsimedia.id/
YTube        : www.youtube.com/elsimedia

Jumat, 23 April 2021

Kepercayaan Kepada Jin

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket  : 22*
*Bab      : 19*
*Judul    : KEPERCAYAAN KEPADA JIN*

===📚===

بِسْــــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Di masyarakat banyak sekali menyebar keyakinan tentang adanya pohon atau tempat yang dianggap angker karena adanya “Jin penunggu”. Berbagai cerita dan kejadian mistis di tempat angker tersebut sudah dipercaya dan menyebar di masyarakat sehingga menambah rasa takut orang-orang yang melewati tempat angker tersebut. Oleh karena itu, setiap kali melewati pohon atau tempat tersebut seseorang dianjurkan untuk meminta izin dengan mengatakan “permisi mbah” atau membunyikan klakson, menyalakan lampu, melempar koin dan semisalnya. 

Selain itu, ada juga kebiasaan orang tua yang mengajarkan anaknya untuk mengatakan “numpang-numpang” atau “permisi” apabila menemani anaknya untuk buang hajat di tempat terbuka. Mereka meyakini apabila hal itu tidak dilakukan, maka Jin penunggu pohon atau tempat tersebut akan marah dan mengganggunya.

Di dalam Islam, hal itu merupakan bentuk kesyirikan karena pada hakikatnya mereka meminta perlindungan kepada Jin dengan diiringi rasa takut di dalam hati. Meminta perlindungan termasuk bentuk ibadah, oleh karena itu tidak boleh ditujukan selain kepada Alloh ta’ala.

Seorang muslim dilarang meminta perlindungan kepada Jin dengan melakukan perbuatan yang menunjukkan pengagungan kepada Jin, seperti kata-kata “permisi” atau “numpung lewat” dan yang semisalnya. Karena perbuatan tersebut hanya akan menambah ketakutan pelakunya dan menjadikan Jin tersebut semakin menjerumuskan pelakunya kepada kesyirikan. Dan inilah tujuan utama Jin dalam menakut-nakuti dan mengganggu manusia.

Alloh ta’ala berfirman: _“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”_ *(QS. Al-Jin: 6)*

Seorang muslim wajib menjaga diri dari berbagai macam bentuk kesyirikan kepada Jin, seperti meminta perlindungan kepadanya. Begitu juga wajib menjelaskan kepada kaum muslimin bahwa hal tersebut termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam.

============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Website    : www.elsihasmi.com
Facebook : http://bit.ly/Lembaga_Studi_Islam
Telegram  : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elsimedia.id/
YTube        : www.youtube.com/elsimedia

Rebo Wekasan

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket  : 22*
*Bab      : 18*
*Judul    : REBO WEKASAN*

===📚===

بِسْــــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

*Rebo Wekasan* berasal dari bahasa Jawa, ‘Rebo’ artinya hari Rabu, dan ‘Wekasan’ artinya terakhir. Kemudian istilah ini dipakai untuk menamai hari Rabu terakhir pada bulan Safar. Di sebagian daerah, hari ini juga dikenal dengan hari Rabu Pungkasan.

Sebagian orang percaya bahwa setiap tahun akan turun 320.000 bala’ (musibah atau bencana), dan itu akan terjadi pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Kanzun Najah was Suruur fil Ad’iyah allati Tasyrahush Shuduur karangan Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad ‘Ali Quds. Dikatakan bahwa hari Rebo Wekasan itu merupakan hari yang paling berat sepanjang tahun. Menurut keyakinan mereka, itulah hari yang diisyaratkan dalam firman Alloh dalam Al-Qur’an al-Karim: “Pada hari nahas/celaka yang terus menerus.” (QS. Al-Qomar: 19)

Berdasarkan keyakinan bahwa Rebo Wekasan adalah hari nahas, maka sebagian orang menghimbau untuk melakukan bentuk ibadah khusus pada hari itu. Mereka melakukan amalan-amalan tertentu sebagai upaya tolak bala’, yang sama sekali tidak pernah dicontohkan dalam Islam.

Di antara amalan yang dilakukan pada Rebo Wekasan adalah mengerjakan sholat empat rokaat dengan satu kali salam, dalam rangka tolak bala’. Sholat ini dikerjakan pada waktu dhuha atau setelah terbit matahari. Pada setiap rokaat membaca surat al-Fatihah kemudian surat al-Kautsar 17 kali, surat al-Ikhlas 50 kali dan surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing satu kali. Setelah salam membaca surat Yusuf ayat 21. Ayat ini dibaca sebanyak 360 kali. Kemudian ditambah dengan bacaan sholawat Jauharatul Kamal tiga kali dan ditutup dengan bacaan surat ash-Shoffat ayat 180-182.

Dalam Islam, tidak ada dalil shohih yang menerangkan disyariatkannya sholat Rebo Wekasan. Pensyariatan sholat Rebo Wekasan adalah perkara baru dalam Islam yang tidak diamalkan oleh Rosululloh dan para sahabat beliau. Siapa yang beranggapan ritual semacam ini pernah dilakukan Nabi atau pernah dilakukan sahabat Nabi, maka dia telah melakukan kedustaan atas nama Nabi.

Seorang muslim yang memasuki hari rebo wekasan, maka tidak perlu mengamalkan amalan-amalan khusus, sebab ia seperti hari-hari biasanya. 


============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Website    : www.elsihasmi.com
Facebook : http://bit.ly/Lembaga_Studi_Islam
Telegram  : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elsimedia.id/
YTube        : www.youtube.com/elsimedia

HOKI

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket  : 22*
*Bab      : 17*
*Judul    : HOKI*

===📚===

بِسْــــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dalam bahasa Tionghoa ada suatu istilah yang namanya hoki. Pada beberapa kesempatan para pengusaha Tionghoa berpendapat, bahwa untuk sukses tidak hanya dengan bekerja keras tapi juga diperlukan hoki, yang kurang lebih artinya sama dengan bejo atau beruntung, alias bernasib baik.  

Mereka meyakini bahwa hoki bisa didapat dari hewan, tanaman, benda-benda atau selainnya yang diyakini mendatangkan keberuntungan. Oleh karena itu, banyak orang yang mengoleksi benda, memelihara hewan atau menanam tumbuhan untuk mendapatkan “hoki” (keberuntungan). 

Di antara hewan yang dipercaya dapat memberikan hoki adalah tokek, burung perkutut, ikan arwana, kura-kura, ikan koi dan ayam ketawa. 

Adapun dari jenis tanaman yang dipercaya sebagian orang dapat memberikan keberuntungan, di antaranya; tanaman bunga kertas, pohon uang, tanaman jade, bambu hoki, tanaman lidah mertua, daun kuping gajah dan sri rejeki.

Adapun benda-benda yang dianggap mendatangkan hoki, di antaranya gigi buaya, patung naga, patung budha tertawa, kaki kelinci, patung kucing (maneki neko). 

Dalam Islam, keberuntungan sejati di dunia adalah mendapatkan rezeki yang halal, menjalankan ketaatan, keluarga yang harmonis dan keberuntungan di akhirat adalah masuk surga. Semua itu didapatkan dengan menjalankan sebab yang disyariatkan Alloh seperti bekerja yang halal, bersedekah, meninggalkan kemaksiatan dan amal ketaatan lainnya.

Hanya Alloh lah yang memberikan keberuntungan kepada siapa saja dari hamba-Nya yang dikehendaki. Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh percaya adanya hoki pada sesuatu yang tidak ada dalilnya dalam syariat, karena semua itu adalah bagian dari kepalsuan dalam tinjauan agama Islam. 

Percaya adanya keberuntungan pada sesuatu yang tidak ada dalilnya dalam syariat adalah kesyirikan yang pelakunya terancam masuk neraka. Sebab rezeki dan keberuntungan semata-mata dari Alloh Ta’ala. Adapun menyandarkan keberuntungan kepada selain Alloh berarti menyekutukan Alloh dengan makhluk-Nya. Kita berlindung dari hal tersebut.

============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Website    : www.elsihasmi.com
Facebook : http://bit.ly/Lembaga_Studi_Islam
Telegram  : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elsimedia.id/
YTube        : www.youtube.com/elsimedia