Selasa, 08 November 2011

Luruskan Pikiran Anda

Bismillah

Allah berfirman, “… Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (ar-Ra’d:11)

            Ayat Al Quran di atas adalah hukum perubahan dalam kehidupan di dunia. Oleh karenanya, keadaan anda tidak akan berubah dari satu kondisi menjadi kondisi yang lain, kecuali dengan peran tangan anda sendiri. Demikian pula dengan mukjizat. Memang, semuanya hanya akan terjadi dengan takdir Allah, namun dalam menjadikan segala sesuatu itu, Allah menggunakan sebab. Selama anda belum mengenal hukum perubahan ini dengan baik, maka segala upaya anda untuk mengatasi rasa cemas atau agar terbebas dari kesusahan, tidak akan berguna. Anda tidak akan mampu terbebas dari rasa cemas kecuali jika anda sendiri bersikeras untuk mengatasi hal ini. Anda harus berusaha untuk mencari jalan agar terbebas dari rasa itu. Akan tetapi bagaimana hal itu dapat terwujud?

            Semua itu dapat terwujud dengan mengubah dan meluruskan gaya berpikir anda. Anda tidak akan merasa bahagia jika memenuhi kepala anda dengan pikiran kesedihan dan beberapa kesusahan yang berat untuk dipikul.
            Hidup anda tentu merupakan hasil berpikir anda. Oleh karena itu, dengan kapasitas anda, anda dapat mengubah jalan hidup anda. Dengan kapasitas anda pula, anda bisa sakit atau menikmati sehat.
            Salah satu cara yang paling besar pengaruhnya dalam mengatasi penyakit kanker pada saat ini adalah penyembuhan melalui klinik-klinik kesehatan jiwa, dalam arti penanganan penyakit kanker dengan secara kejiwaan. Anda tentu heran bahwa cara ini pun di gunakan di Amerika digunakan saat sekarang, dan cara ini telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Sungguh di dalam jiwa manusia, terdapat suatu kandungan yang isinya hanya diketahui oleh Allah swt. Jiwa juga memiliki kapasitas tertentu di luar jangkauan manusia. Aspek kejiwaaan ternyata turut berperan dalam beberapa penyakit yang menimpa anggota fisik tubuh, baik dari aspek sebab ataupun akibat.
            Ada penyakit yang menimpa fisik tubuh yang disebabkan oleh aspek kejiwaan. Namun penyakit yang bukan berasal dari faktor kejiwaan, dapat pula disembuhkan secara kejiwaan.
            Lebih dari setengah jumlah pasien yang pergi berobat ke beberapa rumah sakit dan klinik-klinik khusus, sebenarnya dalam keadaan sehat. Mereka hanya membutuhkan bantuan moral hingga mereka yakin betul bahwa mereka baik-baik saja.
            Sebagian orang kadang merasa heran ketika melihat sebagian orang yang terkena penyakit parah, dapat sembuh di tangan dukun-dukun pembohong yang sangat bodoh. Padahal, sebenarnya mereka sembuh secara kejiwaan. Peran pembohong itu sebatas memberi kepuasan kepada pasien dengan sarana-sarana berat yang mereka gunakan dan sarana-sarana yang mujarab sekali faedahnya. Sarana-sarana itu dinamakan sarana sihir untuk penyembuhan secara cepat dan untuk membebaskan diri dari penyakit-penyakit. Caranya, tukang sihir itu memberikan semacam resep kepada pasien dan pasien itu meyakini betul akan kesembuhan dan manfaat dari resep dukun itu, sehingga akhirnya terjadilah penyembuhan.
            Suatu hari, teman dekat saya menjalani pemeriksaan kesehatan dan ia dinyatakan positif terkena penyakit serius di ginjalnya. Awalnya, teman saya ini berangkat ke pusat pemeriksaan kesehatan dengan berjalan kaki. Saat itu ia tidak merasakan sedikit pun. Namun ketika ia mendengar hasil pemeriksaaannya, ia langsung terjatuh hingga kedua kakinya tidak dapat lagi menahan badannya. Ia sesampainya di rumah, ia terbaring dalam keadaan sakit.
            Selain itu, dokter datang dan memeriksanya secara klinis. Dokter itu memintanya untuk mengadakan pemeriksaan ulang di tempat lain. Ketika diperiksa ulang, ternyata pemeriksaan pertama dinyatakan salah dan ia sebenarnya memang tidak mengalami gangguan apapun.
            Sebelum kedatangan dokter kedua kalinya untuk menyakinkan kesehatanya, ia sudah mendengar terlebih dahulu bahwa pemeriksaan pertama salah, sehingga teman saya bergembira dan kondisinya pun membaik. Akhirnya, pada hari berikutnya ia dapat kembali berangkat kerja.
            Sesungguhnya, bayangan pikiran yang dimiliki setiap orang mengenai diri sendiri, juga bayangan pikiran mengenai apa yang dilakukan, memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan pribadi. Hal ini sebagaimana di tekankan oleh James Allen, “Segala sesuatu yang dilakukan seseorang adalah reaksi langsung dari apa yang ada dalam pikirannya. Seseorang dapat bangkit dengan dua kakinya dan beraktifitas. Hal itu karena faktor pikirannya. Begitu pula seseorang bisa sakit atau sembuh karena faktor pikirannya”
            Oleh karena itu, jelaslah bahwa hidup anda mengikuti pikiran anda. Terkadang anda berada dalam kehidupan yang serba menyenangkan. Anda memiliki harta dan anak, akan tetapi, anda merasa cemas dengan urusan bisnis anda karena anda takut jatuh rugi atau anda memandang remeh kondisi anda. Dapat juga karena anda berkeinginan membeli sesuatu dan bisa berbuat ini dan itu. Dengan begitu, anda juga telah menyusahkan diri anda sendiri, memberikan keputusasaan kepada diri anda, sedangkan seharusnya anda lebih bahagia daripada orang-orang kebanyakan.
            Memang tidak ada yang melarang untuk mencari-cari sesuatu yang lebih utama dan berusaha mencapai yang terbaik. Akan tetapi pencarian terhadap sesuatu yang lebih utama, tidak mengharuskan seseorang untuk bersedih jika tidak berhasil mendapatkannya. Dalam kondisi seperti ini, anda perlu meluruskan jalan pikiran anda agar anda hidup bahagia dan tidak diliputi kecemasan serta kesusahan.
            Terkadang, anda dapat saja bertentangan dengan hal di atas. Anda bekerja dengan pekerjaan biasa, dengan susah payah penghasilan, namun anda dapat memenuhi kebutuhan dan dapat tinggal di flat kecil, dan lain sebagainya. Akan tetapi, walaupun begitu anda bahagia dengan kehidupan anda. Sebabnya adalah karena anda rela menerima keberadaan anda, tidak membenci apa yang terjadi, serta tidak mencemaskan urusan masa depan sama sekali. Bahkan anda merasa optimis dan bergembira selamanya. Jadi, alangkah bahagianya anda dalam kondisi seperti ini.
            Kesimpulannya, kedudukan seseorang bukanlah penentu kebahagiaan ataupun kesengsaraan seseorang. Hal yang menentukan semua itu adalah dirinya, akalnya, dan pikirannya. Seperti yang dikatakan oleh seorang mujtahid dan alim yang bernama Ibnu Taimiyah, “Apa yang dilakukan musuh-musuhku? Tamanku dan surgaku berada dalam dadaku. Membunuhku sama halnya dengan mati syahid, mengasingkanku sama halnya dengan bertamasya. Memenjarakanku sama halnya dengan berkhalwat (menyendiri dari keramaian).”
            Lihatlah bagaimana ia mengubah cobaan berat menjadi sebuah karunia? Mengubah bencana menjadi kebaikan? Mengubah bencana menjadi kebaikan? Hal itu karena ia telah membentuk pikirannya dengan cara yang benar, suatu cara yang memberikannya suatu kebahagiaan dan bukan kesedihan.
            Anda dapat meluruskan pikiran anda dengan cara yang akan memberi anda kebahagiaan, serta menjadikan anda mampu mengatasi kecemasan dan kesusahan. Dengan begitu, anda akan hidup dengan senang dan bahagia, meskipun diliputi masalah.

Sumber Buku : Membangun Positive Thinking Secara Islam oleh Adil Fathi Abdullah

Kamis, 30 Juni 2011

IMAM MUSLIM (Ilmu Hadits)

Bismillah

Nama lenkap beliau ialah Imam Abdul Husain bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi. Dia dilahirkn di Naisabur tahun 206 H. Sebagaimana dikatakan oleh al-Hakim Abu Abdullah dalam kitabnya “Ulama’ul Amsear. Imam Muslim adalah penulis kitab shahih dan kitab ilmu hadits. Dia adalah ulama terkemuka yang namanya dikenal sampai kini.

KEHIDUPAN DAN PENGEMBARAANNYA
Kehidupan Imam Muslim penuh dengan kegiatan mulia. Beliau merantau ke berbagai negeri untuk mencari hadits. Dia pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya. Dia belajar hadits sejak masih kecil, yakni mulai tahun 218 H. Dalam perjalanannya Muslim bertemu dan berguru pada ulama hadits.
Di Khurasan dia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih. Di Ray dia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu Ansan. Di Irak dia belajar kepada Ahmad bin Hanbal dan Abdullah bin Maslamah. Di Hijaz berguru kepada Sa’id bin Mansur dan Abu Mas’ab. Di Mesir belajar kepada ‘Amar bin Sawad dan Harmalah bin Yahya dan berguru kepada ulama hadits lainnya.
Imam Muslim berulangkali pergi ke Bagdad untuk belajar hadits dan kunjungannya yang terakhir tahun 259 H. Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, Muslim sering berguru kepadanya. Sebab dia mengetahui kelebihan ilmu Imam Bukhari. Ketika terjadi ketegangan antara Bukhari dengan az-Zuhali dia memihak Bukhari. Sehingga hubungannya dengan az-Zuhali menjadi putus. Dalam litab shaihnya maupun kitab lainnya Muslim tidak memasukan hadits yang di terima dari az-Zuhali, meskipun dia adalah guru Muslim. Dan dia pun tidak memasukkan hadits yang diterima dari Bukhari padahal dia juga sebagai gurunya. Bagi Muslim lebih baik tidak memasukkan hadits yang diterimanya dari dua gurunya itu. Tetapi dia tetap mengakui mereka sebagai gurunya.

WAFATNYA
Setelah mengarungi kehidupan yang penuh berkah, Muslim wafat pada hari Ahad sore dan dimakamkan di kampong Nasr Abad daerah Naisabur pada hari Senin, 25 Rajab 261 H dalam usia 55 tahun selama hidupnya, Muslim menulis beberapa kitab yang sangat bermanfaat.

PARA GURUNYA
Imam Muslim mempunyai guru hadits sangat banyak sekali, diantaranya adalah : Usman bin Abi Syaibah, Abu Bakar bin Syaibah, Syaibah bin Farukh, Abu Kamil al-Juri, Zuhair bin Harab’Amar ab-Naqid, Muhammad bin Sa’id al-Aili, Qutaibah bin Sa’id dan lain sebagainya.

 
MURID YANG MERIWAYATKAN HADITSNYA
Banyak para ulama yang meriwayatkan hadits dari Imam Muslim, bahkan di antaranya terdapat ulama besar yang sebaya dengan dia. Di antaranya, Abu Hatim ar-Razi, Musa bin Harun, Ahmad bin Salamah, Abu Bakar bin Khuzaimah, Yahya bin Sa’id, Abu Awanah al-Isfarayini, Abi isa at-Tarmidzi, Abu Amar Ahmad bin al-Mubarak al-Mustamli, Abul Abbas Muhammad bin Ishaq bin as-Sarraj, Ibrahim bin Muhammad bin Sufyan al Faqih az-Zahid. Nama terakhir ini adalah perawi utama bagi Syahih Muslim. Dan masih banyak lagi muridnya yang lain.

PUJIAN PARA ULAMA
                Apabila Imam Bukhari sebagai ahli hadits nomor satu, maka Muslim adalah orang kedua setelah Bukhari baik dalam ilmu, keistimewaan dan kedudukannya. Hal ini tidak mengherankan karena Muslim adalah salah satu dari muridnya Al-Khatib al-Bagdadi berkata, “Muslim telah mengikuti jejak Bukhari, mengembangkan ilmunya dan mengikuti jalannya.

KITAB TULISAN IMAM MUSLIM
                Imam Muslim mempunyai kitab hasil tulisannya yang jumlahnya cukup banyak. Di antaranya: Al-Jamius Syahih, Al-Musnadul Kabir Alar Rijal, Kitab al-Asma al Kun, Kitab al-allal, Kitab al-quran, Kitab Sualatihi Ahmad bin Hanbal, al-Intifa bi Uhubis Siba’. Kitab al-Muhadramain, kitab Man Laisa Lahu illa Rawin Wahidin. Kitab Auladus Sahabah, Kitab Auhamul Muhadisin. Kitabnya yang paling terkenal sampai kini ialah Al-Jamius Syahih atau Syahih Muslim.

KITAB SHAHIH MUSLIM 
Di antara kitab-kitab di atas yang paling agung dan sangat bermanfaat luas, serta masih tetap beredar hingga kini ialah Al Jami' as-Sahih Muslim. Kitab ini merupakan salah satu dari dua kitabyang paling shahih dan murni sesudah Kitabullah. Kedua kitab Sahih ini diterima baik oleh segenap umat Islam.
Imam Muslim telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meneliti dan mempelajari keadaan para perawi, menyaring hadits-hadits yang diriwayatkan, membandingkan riwayat-riwayat itu satu sama lain. Muslim sangat teliti dan hati-hati dalam menggunakan lafaz-lafaz dan selalu memberikan isyarat akan adanya perbedaan antara lafaz-lafaz itu. Dengan usaha yang sedemikian rupa maka lahirlah Kitab Sahihnya.
Bukti kongkrit mengenal keagungan kitab itu ialah suatu kenyataan di mana Muslim menyaring isi kitabnya dari ribuan riwayat yang pernah di dengarnya. Di ceritakan, bahwa ia pernah berkata : "Aku susun kitab Sahih ini yang di saring dari 300.000 hadits".
Diriwayatkan dari Ahmad bin Salamah, yang berkata : "Aku menulis bersama Muslim untuk menyusun kitab Sahihnya itu selama 15 tahun. Kitab itu berisi 12.000 buah hadits.

Imam Muslim berkata di dalam Sahihnya, "Tidak setiap hadits yang sahih menurutku, aku cantumkan di sini, yakni dalam Sahihnya. Aku hanya mencantumkan hadits-hadits yang telah disepakati oleh para ulama hadits.
Imam Muslim pernah berkata, sebagai ungkapan gembira atas karunia Tuhan yang diterimanya : "Apabila penduduk bumi ini menulis hadits selama 200 tahun, maka usaha mereka haya berputar-putar di sekitar kitab musad ini.
Ketelitian dan kehati-hatian Muslim terhadap hadits yang diriwayatkan dalam Sahihnya dapat dilihat dari perkataannya sebagai berikut : "Tidaklah aku mencantumkan suatu hadits dalam kitabku ini, melainkan dengan alasan, juga tiada aku menggugurkan sesuatu hadits daripadanya melainkan dengan alasan pula".
Imam Muslim di dalam penulisan Shahihnya tidak membuat judul setiap bab secara terperinci. Adapun judul-judul kitab dan bab yang kita dapati pada sebagian naskah Shahih Muslim yang sudah dicetak, sebenarnya dibuat oleh para pengulas yang datang kemudian. Di antara pengulas yang paling baik membuatkan judul-judul bab dan sistematika babnya adalah Imam Nawawi dalam Syarahnya.

Rabu, 29 Juni 2011

IMAM AL BUKHARI (Ilmu Hadits)

Bismillah

Buta di masa kecilnya.
Keliling dunia mencari ilmu.
Menghafal ratusan ribu hadits.
Karynya menjadi rujukan utama setelah Al Quran.

Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. Di panggil dengan Abu Abdillah. Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Ismail bin Mughirah bin Bardizbah Al Ju'fi. Beliau digelari Al Imam Al Hafizh dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari.
Buyut beliau Al Mughirah semula beragama Majusi (Zoroaster), kemudian masuk Islam lewat perantara gubernur Bukhara yang bernama Al Yaman Al Ju'fi. Sedang ayah beliau, Ismail bin Al Mughirah seorang tokoh yang tekun dan ulet dalam menuntut ilmu, sempat mendengar ketenaran Al Imam Malik bin Anas dalam bidang keilmuan, pernh berjumpa dengan Hammad bin Zaid dan pernah berjabatan tangan dengan Abdullah bin Al Mubarak.
Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim Al Khalil 'Alaihissalaam yang mengatakan, "Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari), sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa". Ternyata pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya.
Ketika berusia sepuluh tahun, Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu, beliau melakukan pengembaraan ke Baikh, Naisabur, Rayy, Baghdad, Kufah, Makkah, Mesir, Bashrah dan Syam.
Guru-guru besar beliau banyak sekali jumlahnya. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu 'Ashim An-Nabiil, Al Anshari, Makki bin Ibrahim, Ubaidaillah bin Musa, Abu Al Mughirah, 'Abdan bin 'Utsman, 'Ali bin Al Hasan bin Syaqiq, Syadaqah bin Al Fadhl, Abdurrahman bin Hammad Asy-Syu'aisi, Muhammad bin 'Ar'arah, Hajjaj bin Minhaal, Badal bin Al Muhabbir, Abdullah bin Raja', 'Khalid bin Makhlad, Thalq bin Ghannaam, Abdurrahman Al Muqri', Khallad bin Yahya, Abdul 'Azizi Al Uaisi, Abu Al Yaman, Ali bin Al Madini, Ishaq bin Rahawaih, Nu'aim bin Hammad, Al Imam Ahmad bin Hanbal dan sederet Imam dan ulama ahlul hadits lainnya.

Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi, penyusun kita Shahih Muslim.

Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Beliau pernah berkata, "Saya hafal seratus ribu hadits shahih dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih". Pada kesempatan yang lain beliau beliau berkata, "Setiap hadits yang saya hafal, pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya".

Beliau juga pernah ditanya oleh Muhammad bin Abu Hatim Al Warraaq, " Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits yang engkau masukan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya : kitab Shahih Bukhari)?" Beliau menjawab, "Semua hadits yang saya masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikit pun tidak ada yang samar bagi saya".

Anugrah Allah kepada Al Imam Bukhari berupa reputasi di bidang hadits telah mencapai puncaknya. Tidak mengherankan jika para ulama dan para imam yang hidup sezamannya dengannya memberikan pujian (rekomendasi) terhadap beliau. Berikut ini sederat pujian (rekomendasi) termaksud :

Muhammad bin Anbi Hatim berkata, "Saya mendengar Ibrahim Khalid Al Marwazi berkata, "Saya melihat Abu Ammar Al Husein bin Harits memuji Abu Abdillah Al Bukhari, lalu beliau berkata, "Saya tidak pernah melihat orang seperti dia. Seolah-olah dia diciptakan oleh Allah hanya untuk hadits".
Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata, "Saya tidak pernah melihat di kolong langit seseorang yang lebih mengetahui dan lebih kuat hafalannya tentang hadits Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dari pada Muhammad bin Ismail (Al Bukhari)
Muhammad bin Abi Hatim berkata. "Saya mendengar Abu Abdillah (Al Imam Bukhari) berkata. "Para sahabat 'Amr bin 'Ali Al Fallaas pernah meminta penjelasan kepada tentang status (kedudukan) sebuah hadits. Saya katakan kepada mereka, "Saya tidak mengetahui status (kedudukan) hadist tersebut". Mereka jadi gembira dengan sebab mendengar ucapanku dan mereka segera bergerak menuju 'Amr. Lalu mereka menceritakan peristiwa itu kepada 'Amr. 'Amr berkata kepada mereka, "Hadits yang status (kedudukannya) tidak di ketahui Muhammad bin Ismail bukanlah hadits".

Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab beliau yang diberi judul Al Jami' atau disebut Ash-Shahih Al Bukhari. Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran.

Hubungan dengan kitab tersebut ada seorang ulama besar ahli fikih yaitu Abu Zaid Al Marwazi menuturkan, "Suatu ketika saya tertidur pada sebuah tempat (dekat Ka'bah) di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim, di dalam tidur saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, beliau berkata kepada saya, "Hai Abu Zaid, sampai kapan engkau mempelajari kitab Asy-Syafi'i, sementara engkau tidak mempelajari kitabku? Saya berkata, "Wahai Baginda Rasulullah, kitab apa yang Baginda maksud?" Rasulullah menjawab, "Kitab Jami' karya Muhammad bin Ismail".

Karya Al Imam Bukhari yang lain yang terkenal adalah kitab At-Tarikh yang berisi tentang hal-ihwal para sahabat dan tabi'in serta ucapan-ucapan (pendapat-pendapat) mereka. Di bidang akhlak beliau menyusun kitab Khalqu Af'aal Al Ibaad.

Ketakwaan dan keshalihan Al Imam Al Bukhari merupakan sisi lain yang tak pantas dilupakan. Berikut ini ketengahkan beberapa pernyataan para ulama tentang ketakwaan dan keshalihan beliau agar dapat dijadikan teladan.

Abu Bakar bin Munir berkata, "Saya mendengar Abu Abdillah Al Bukhari berkata, "Saya berharap bahwa ketika saya berjumpa Allah, saya tidak dihisab dalam keadaan menanggung dosa ghibah (menggunjing orang lain).
 Abdullah bin Sa'id bin ja'far berkata, "Saya mendengar para ulama di Bashrah mengatakan, "Tidak pernah kami jumpai di dunia ini orang seperti Muhammad bin Ismail dalam hal ma'rifah (keilmuan) dan keshalihan".
Sulaim berkata, "Saya tidak pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri semenjal enam puluh tahun orang yang lebih dalam pemahamannya tentang ajaran Islam, lebih wara' (takwa) dan lebih zuhud terhadap dunia daripada Muhammad bin Ismail".
Al Firabri berkata, "Saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam di dalam tidur saya". Beliau Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bertanya kepada saya, "Engkau hendak menuju ke mana?" Saya menjawab, "Hendak menuju ke tempat Muhammad bin Ismail Al Bukhari". Beliau Shallallaahu 'Alaihi Wasallam berkata. "Sampaikan salamku kepadanya!".

Al Imam Bukhari wafat pada malam Idul Fitri tahun 256 H. Ketika beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. Jenazah beliau dikuburkan di Khartank, nama sebuah desa di Samarkand. Semoga Allah Ta'ala mencurahkan rahmat-Nya kepada Al Imam Bukhari.
 

Minggu, 13 Februari 2011

Saat Ajal Menjelang

Katakanlah: "Sesumgguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan" (QS. Al-jumuah [62]:8)


Di antara manusia ada yang tidak mengingat kematian kecuali sedikit saja. Apabila ia mengingatnya, maka ia akan membencinya karena ketekunan pada dunianya. Mengingat kematian membuatnya semakin jauh dari Allah swt. Adapula di antara manusia yang menghadapkan wajahnya kepada Allah swt. Ia bertaubat dari apa yang tidak sepatutnya. Maka mengingat kematian membuatnya semakin takut dan bersiap sedia, berbekal, dan memenuhi kesempurnaan taubat. Maka orang ini tidak membenci kematian karena ketekunannya pada dunia. Ia hanya membencinya karena sedikit bekalnya dan tidak ada kesiapannya. Kebencian ini bukanlah kebencian untuk bertemu Allah swt bahkan itu tidak tercela. Ia menginginkan kehidupan untuk persiapan dan perbekalan. Kalau perbekalannya sudah cukup, maka ia menyukai kematian. Maka kematian mengantarkannya pada pertemuan dengan Allah swt dan kedekatan-Nya pada yang mulia.

Adapun seorang arif senantiasa mengingat kematian, karena hal itu merupakan waktu yang telah dijanjikan untuk bertemu dengan kekasih. Kekasih tidak akan pernah melupakan janji kekasihnya. Yang seperti ini adalah hamba yang menganggap lambat datangnya kematian. 

Sebagaimana diriwayatkan dari Hudzaifah ra. bahwa ketika kematian menjemputnya, ia berkata, "Kekasih datang dalam miskin. Tiadalah beruntung siapa yang menyesali kedatangannya. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa kefakiran lebih aku sukai daripada kaya, sakit lebih aku sukai daripada sehat, dan kematian lebih akui sukai daripada kehidupan, maka mudahkanlah bagiku kematian sehingga aku menemui-Mu"

Derajat paling tinggi adalah menyerahkan urusannya kepada Allah swt. Tidak memilih mati atau hidup untuk dirinya sendiri. Kecintaan padanya berakhir pada tingkat penyerahan diri. Ia tidak memilih apapun untuk dirinya sendiri kecuali apa yang dipilihkan oleh kekasihnya.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya'-nya menjelaskan tentang keutamaan mengingat kematian. Beliau mengutip beberapa hadits Rasulullah saw, yang menjelaskan hal tersebut, di antaranya Rasulullah bersabda : "Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan". (HR. Turmudzi).
Pemutus kelezatan adalah kematian.


Adapula gambaran Beliau saw, tentang ingat mati, "Seandainya bintang-bintang mengetahui dari hal kematian dari apa yang kamu ketahui, maka kamu tidak akan memakan minyak samin darinya". (HR. Baihaqi)

 'Aisyah ra. Pernah bertanya pada suaminya, Rasulullah saw. "Wahai Rasulullah, apakah seseorang dibangkitkan bersama syuhada?" Rasulullah saw menjawab, "Benar, (yaitu) orang yang mengingat kematian dua puluh kali dalam sehari".
Berapa kali kita mengingatkan kematian dalam sehari, seminggu, sebulan, atau setahun? Rasulullah saw, bahkan menyatakan kematian adalah hadiah untuk kita, sebagaimana sabda beliau. "Hadiah bagi orang mukmin adalah kematian". (HR. Ibnu Abid Dunya). 
Kematian merupakan hadiah, dan ia nasihat menuju kebaikan, seperti sabda Beliau, "Cukuplah kematian sebagai penasihat". (HR. Tabrani)

Pernah suatu ketika, Rasulullah saw, keluar menuju masjid, tiba-tiba Beliau mendapati suatu kaum yang sedang mengobrol dan tertawa, maka Beliau bersabda, "Ingatlah kematian. Demi Dzat yang nyawaku berada dalam kekuasan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis". (HR. Ibnu Abid Dunya). Ya, karena yang terbayang semua keindahan dunia akan segera sirna, dan ketakutan akan balasan dari keburukan kita terbayang segera.


kita harus senantiasa mengingat bahwa kematian merupakan suatu hal yang sangat menakutkan. Al-Ghazali menasihatkan bahwa banyak merenungkannya menyebabkan keinginan menjauhi dunia, sedikit bersenang-senang dan bersiap-siap menyambutnya. Benar, jika manusia yang hatinya disibukkan, maka tidak akan tampak pengaruhnya. Jalan ke arah itu adalah mengosongkan hatinya dari selainnya, dan memikirkannya sebagaimana ia memikirkan perjalanannya yang dimaksudkannya di daratan dan lautan. Sehingga yang berkuasa dalam hatinya adalah tafakur dalam kematian dan bersiap-siap menghadapinya, bukan yang lain.

Kematian adalah pintu gerbang menuju surga, jika kita mendapatkan karunia itu, atau neraka. Maka mari bersiap-siap memasuki salah satu di antara keduanya. Rasulullah bersabda, "Neraka dikelilingi oleh hal-hal yang disenangi, dan surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidakdisenangi". (HR. Bukhari)





Selasa, 08 Februari 2011

Kapan Kiamat Terjadi

Bissmillahirahmanirrahim

Kiamat pasti terjadi! Itu telah menjadi keyakinan kita sebagai muslim yang beriman. Percaya akan adanya hari kiamat merupakan salah satu rukun Iman. Tetapi kapankah kiamat itu akan terjadi ?. Tidak ada seorangpun yang tahu, kecuali Allah swt, Rasulullah sendiri tidak mengetahuinya, sebab semua itu menjadi rahasia Allah swt, yang tidak diberitahukan kepada para hambaNya. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firmanNya :

"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: Bilakah terjadinya ?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah sisi pada Tuhanku, tiada seorang pun yang dapat menjelaskan sewaktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bgi mahluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu, melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu, seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya". (Surat Al-A'raf: 187).
Meskipun dalam firman Allah di atas menegaskan, bahwa hanya Allah lah yang mengetahui, tidak ada satupun makhluk di alam ini yang mengetahui tentang kapan hari kiamat itu terjadi, setidak-tidaknya Allah telah memberikan tanda-tanda yang menunjukan baha kiamat itu sudah dekat.

Adapun tanda-tanda yang menunjukan tentang dekatnya hari kiamat itu terbagi menjadi dua, yaitu: Tanda-tanda sughra dan tanda-tanda kubra. Adapun yang termasuk dalam tanda-tanda sughra adalah :

  • Merajalelanya perzinahan.
  • Kemaksiatan dan kedurhakaan sudah menjadi hal yang biasa. 
  • Merajalelanya orang yang minum khamer (arak).
  • Banyak wanita yang dengan bangga memamerkan auratnya.
  • Jumlah kaum wanita lebih banyak dari pada jumlah kaum lelaki.
  • Banyak orang membangun dan mempercantik masjid, tertapi sedikit yang beribadah di dalamnya.
  • Dan masih banyak lagi hal-hal yang menunjukan tentang dekatnya hari kiamat.
Adapun tanda-tanda kubra yang menunjukan akan datangnya kiamat adalah sebagai berikut :
  • Keluarnya Dajjal.
  • Keluarnya Imam Mahdi.
  • Keluarnya Ya'juj Ma'juj.
  • Turunnya Nabi Isa a.s.
  • Terbitnya matahari dari arah Barat.

Alhamdulillahirabbilallamin

Minggu, 06 Februari 2011

Jumlah Nabi Allah

Bismillahirrahmanirrahim

Adapun jumlah para Nabi yang menjadi utusan Allah swt menurut salah satu riwayat adalah berjumlah 124.000 (seratus dua puluh empat ribu).
Syaikh Muhammad Ad Dardiri mengatakan : Yang lebih utama tidak perlu membatasi dengan jumlah tertentu. Sebab kalau menyatakan bilangan itu boleh jadi memasukan nama yang bukan Nabi menjadi Nabi dan yang pasti menjadi Nabi tidak termasuk Nabi. Karena boleh jadi akan lebih banyak dari kenyataannya atau mengeluarkan seseorang yag mestinya termasuk menjadi Nabi.
Adapun hadits yang menyatakan bahwa Nabi Saw ditanya tentang jumlah para Nabi, maka beliau bersabda : "Ada 124.000 dan dalam satu riwayat 224.000" adalah hadits Ahad yang tidak dapat memberikan faidah pada keadaan yang pasti. Sedangkan di dalam I'tikad, praduga-praduga itu tidak dianggap.

Jumlah Nabi Yang Diutus (Rasul)

Sedangkan jumlah para Nabi yang menjadi utusan Allah (Rasul) menurut salah satu riwayat berjumlah 313 (tiga ratus tiga belas) Rasul, sama dengan junlah sahabat yang ikut Perang Badar.

Dalam riwayat lain disebutkan ada 314 Rasul, sama dengan jumlah pasukan tentara Raja Thalut yang tabah dalam melawan tentara Jalut.

Riwayat lain menyebutkan ada 315. Diriwayatkan, bahwa Allah mengangkat 8.000 Nabi, yang 4.000 dari kalangan Bani Israil dan yang 4.000 dari yang lainnya.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Kalau Rasul yaitu manusia yang diperintahkan menyampaikan hukum-hukum kepada umatnya, sedangkan Nabi tidak diperintahkan, tetapi ia disuruh menyampaikan kepada kaumnya kalau dirinya itu seorang Nabi agar dihormati.

Nama-nama Dan Jumlah Rasul

 Mengetahui nama-nama dan jumlah Rasul apakah menjadi syarat Iman atau tidak? Jawabannya adalah : "Hafal nama-nama dan jumlah para Rasul tidak menjadi syarat sah kesempurnaan Iman menurut ahlus sunnah berdasarkan Firman Allah Ta'ala :

"Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan kemudian antara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu" (Surat Al-Mu'min:78)
Maksudnya Kami tidak menceritakan para Rasul dan tidak menyebutkan nama-namanya secara keseluruhan kepadamu. Sekalipun kita memiliki ilmu pengetahuan dan kemampuan yang sempurna, apabila para Rasul itu telah ditetapkan adanya, maka kita wajib mengetahui seluruh jumlahnya karena sangat banyaknya. Tetapi kita tetap wajib beriman kepada para Rasul sesuai yang dinyatakan dalam Al-Quran.

Maksudnya wajib beriman kepada mereka secara terperinci adalah, apabila ditanyakan apa benar itu sebagai utusan Allah. Maka orang yang ditanya tidak boleh mengingkari kenabian dan kerasulannya. sekalipun tidak hafal nama-nama mereka, karena menghafal itu tidak wajib. Jadi siapa yang mengingkari kenabian salah seorang dari 25 Rasul atau mengingkari karasulannya maka dia adalah kafir. Tetapi bagi orang awam tidak dihukum kafir, kecuali apabila dia ingkar setelah diajarkan kepadanya.

Alhamdulillahirabbil'alamin

Masalah Iman

Bismillahirrahmanirrahim

Iman bagi orang Islam mengandung arti "membenarkan", maksudnya adalah membenarkan dengan seteguh hati dan menyatakan dengan sebenar-benarnya adanya Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para utusanNya, hari akhir dan takdir yang baik dan yang buruk dari Allah. Hari ini sebagaimana hadits yang diriawayatkan oleh oleh Imam Muslim dari Umar bin Khattab dari Jibril dan juga diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairah juga hadits Jibril.

 Anda katakan : "Saya beriman kepada Allah dan para malaikatNya serta akan berjumpa Allah, para RasulNya, dan beriman kepada suatu hari dimana seluruh mahluk dihidupkan kembali". Pengertian "Aku membenarkan" adanya Allah dan sifat-sifat yang wajib bagiNya, adanya para malaikat sebagai hamba yang mulia, melihat Allah di akhirat bagi orang yang beriman, dan bahwa utusan Allah adalah orang-orang yang jujur lagi benar dalam memberitakan apa saja yang diterima oleh Allah, dan beriman kepada hari pembangkitan dari kubur sesudah mati.

Sebagian Ulama berkata : "Siapa belajar sejak kecilnya dengan beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para utusanNya, hari akhir, dan sedangkan ia tahu hal itu harus diimani sekalipun belum dapat menerangkan maksudnya, maka ia tidak dapat dihukumi orang yang beriman".

Sementara Ulama berkata : "Iman seorang ketika sekarat akan mati sewaktu melihat bakal tempatnya, di durga atau neraka adalah tidak diterima. Karena tidak dapat melakukan apa yang diperintahkan dalam keadaan dapat memilih". Sebab setiap hamba itu akan diperlihatkan bakal tempatnya di saat sekarat akan mati. Sebagaimana diriwayatkan dari Rasulullah bahwasanya beliau bersabda :
 "Sesungguhnya seorang hamba itu tidak akan mati sehingga melihat tempatnya disurga atau dineraka"
Berbeda taubat orang yang merasa terputus dari rahmat Allah itu dilakukan pada kesempatan yang masih luas maka taubatnya dapat diterima sepanjang imannya sudah benar. Sebagaimana hadits dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda :
"Taubat seorang hamba mukmin itu akan diterima selagi nyawanya belum sampai kerongkongan"

 Ketahuilah, bahwa iman kepada Allah itu ada tiga klasifikasi yaitu :

  1. Iman secara taklid, artinya ikut-ikutan ; yitu mempercayai Allah karena mengikuti perkataan para Ulama tanpa mengetahui dalilnya. Iman seperti ini tidak dapat selamat dari goncangan hati bila ada orang yang mempengaruhi meragukan hatinya.
  2. Iman secara tahkik, artinya iman sejati ; yaitu mengikat hatinya terhadap sifat ke Esaan Allah. Sekiranya terdapat perselisihan ahli ilmu untuk melepaskan ikatan dalam hatinya, maka ia tidak akan mempengaruhi.
  3. Iman secara Istidlal, artinya berdasarkan dalil ; yitu menciptakan dalil atas segala ciptaan Allah sebagai bukti adanya Dzat Pencipta. Ringkasannya bahwa adanya bekas tanpa pemberi bekas adalah mustahil.


Alhamdulillahirabbil'alamin

Sabtu, 05 Februari 2011

Hakekat Keimanan

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatu......

Keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala itu merupakan hubungan yg semulia2nya antara manusia dengan Zat yang Maha Menciptakan. Sebabnya yg demikian ini ialah karena manusia adalah semulia2 makhluk Tuhan yang menetap diatas permukaan bumi, sedang semulia2 yang ada di dalam tubuh manusia itu ialah hatinya dan semulia2 sifat yg ada di dalam hati itu ialah keimanan.

Allah Ta'ala berfirman:
,,Mereka merasa telah memberi Nikmat kepadamu dengan keislaman mereka, Katakanlah: ,,Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang telah menimpahkan nikmat kepadamu dengan pemimpin kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang2 yg benar. (S. Hujurat: 17)

,,Tetapi Allah telah menimbulkan cintamu kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu perhiasan dalam hatimu dan ditumbuhkan pula oleh Allah itu rasa kebencian dalam hatimu terhadap kekufuran, kejahatan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang2 yg mengikuti jalan yang benar. Demikian itu adalah suatu karunia dan kenikmatan dari Allah." (s.Hujurat: 7-8)

Keimanan itu bukanlah semata2 ucapan yang keluar dari bibir dan lidah saja ataupun hanya semacam keyakinan dlm hati belaka, tetapi keimanan yg sebenar-benarnya adalah merupakan suatu akidah yg memenuhi seluruh isi hati nurani. salah satu pd kesan2 keimanan itu ialah apabila Allah dan rasulnya lebih dicintai dari segala sesuatu yang ada.

Keimanan itu memang tdk mungkin dapat sempurna melainkan dengan rasa cinta yang hakiki, yang senyata-nyatanya dan sebenar-benarnya. Cinta itu ialah yg ditujukan kepada Allah Ta'ala. Kepada RasulNya dan kepada syari'at yg diwahyukan oleh Allah kepada RasulNya itu.

Rasulullah shalalllahu alaihi wa salam bersabda:
,, Belum sempurna keimanan seseorang dari kamu semua sehingga aku lebih dicintai olehnya melebihi kecintaannya kepada orang tuanya, anaknya, juga dirinya sendiri yg ada diantara kedua lambungnya dan seluruh manusia." ( Bukharo dan Muslim)

dan Beliau bersabda kembali:
,,Tidak sempurnalah keimanan seseorang, sehingga ia dapat mengikutkan keinginan hatinya itu sesuai dengan agama yang aku bawa ini (yakni kemauannya disesuaikan dengan hukum-hukum agama)

Sebagaimana keimanan itu dapat membentuk buah yang berupa kecintaan, maka ia harus pula menimbulkan buah lain berupa perjuangan (jihad) dan berkurban untuk meninggikan kalimatullah yakni bahwa agama Allah harus diatas segala-galanya. Juga mengadakan pembelaan untuk mengibarkan setinggi-tingginya bendera kebenaran, berusaha menolak adanya penganiayaan, kezaliman dan kerusakakn yg dibuat oleh manusia yang sewenang2 di atas permukaan bumi ini

Banyak sekali keimanan itu dirangkaikan penguraiannya dengan persoalan jihad, karena memang jihad ini adalah jiwa keimanan dan itu merupakan kenyataan amaliyahnya.

Allah Ta'ala berfirman:
,,Hanyasannya kaum mukminin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, kemudian tidak pernah bimbang lagi dan berjihad dengan harta dan dirinya untuk mengagungkan agama Allah, maka mereka itulah orang-orang yang sabar." (S. Hujurat: 15)
serta surat yg lainnya (S. Taubah: 111) dan (S. Ahzab: 23)

Adapun kesan keimanan itu tampak nyata sekali dalam ketakutannya kepada Allah Ta'ala. sebab org yg sudah mengetahui benar-benar kedudukan Allah Ta'ala, menyadari KeMaha AgunganNya, Kebesaran, Kekuasaan dan KemulyaanNya, kemudian mengerti keadaan dirinya yg sangat lalai, gegabah dan kurang banyak menaruh perhatian kepada hak-hak Allah Ta'ala ini akan menjadi sangat takut pd Allah Ta'ala.

Allah Ta'lala berfirman:
,,Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya, hanya para ulama." (S. Fathir: 28)

dan Rasulullah shalallahu alai wa'salam bersabda:
,, Sesungguhnya saya adalah orang yang lebih mengetahui tentang Dzat Allah itu dan sayalah yang paling takut kepadaNya itu."

Berpegang teguh pada wahyu Ialahi itulah yang merupakan perhubungan yg seerat-eratnya dengan Allah Ta'ala. sebab itulah sumber yg paling jernih dan tdk dikotori oleh hawa nafsu atau bahaya2 yg ditimbulkan oleh pemikiran dan persangkaan.
sehingga tdk bercampur baur hal kebenaran dengan berbagai macam kebathilan yg dibikin-bikin oleh manusia.

Allah Ta'ala berfirman:
,,Hanyasannya ucapan-ucapan kaum mukminin itu, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan RasulNya, supaya Rasul menghukum (mengadili) diantara mereka, mereka lalu mengatakan: ,,Kami mendengar dan kamipun mentaatinya." mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasulNya, juga takut dan bertaqwa kepadaNya, maka itulah orang-orang yang memperoleh kebahagiaan." S. an-nur: 51-52)

Keimanan itu akan menimbulkan ikatan yg beraneka ragam. Ia akan dpt menjadi tali pengikat antara kaum muslimin dengan Allah, yaitu berupa kecintaan dan kesukaan. Juga menumbuhkan hubungan yg erat sekali antara sesama mukmin itu sendiri atas landasan kasih sayang serta kerahmatan

Allah Ta'ala berfirman:
,,Hai orang-orang yang beriman. Barang siapa yang surut kembali dari agamanya, maka nanti Allah akan mendatangkan kaum yang dicintaiNya dan merekapun mencintainya. Mereka itu bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang yang kafir. Mereka berjuang dijalan Allah dan tidak takut pada celaan dari orang yang mencelanya. Demikian itulah keutamaan Allah yang dikaruniakan kepada siapa yang dikehendakiNya. Allah adalah Maha Luas pemberianNya serta Maha Mengetahui." (S. Mai'dah: 54)

Amal perbuatan yang sholih yang dengannya itu jiwa dapat menjadi suci, hati menjadi bersih dan kehidupan menjadi tenang, sentausa dan makmur adalah merupakan salah satu bekas yang ditimbulkan oleh rasa keimanan yang mendalam. Apabila suatu perbuatan yang tampaknya baik, jikalau tidak disertai dengan rasa keimanan maka amalan itu merupakan perbuatan "riya" atau pamer dan merupakan suatu perilaku kemunafikan. Kemunafikan dan pamer adalah sejahat-jahat sifat yg hinggap dalam hati seseorang.

Wassalam