Sabtu, 25 Januari 2020

Zuhud

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket   : 07*
*Bab      : 21*
*Judul    : ZUHUD*

===📚===

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

*Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat di kehidupan akhirat*. Zuhud terhadap dunia tidak dengan mengharamkan yang halal dan menyia-nyiakan harta. Namun zuhud terhadap dunia ialah lebih yakin kepada apa yang ada di tangan Alloh SWT daripada apa yang ada pada manusia. 

Zuhud adalah amal hati, sehingga yang bisa menilai hanya Alloh SWT. Karena itu, tidak ada yang bisa menilai seseorang itu zuhud ataukah tidak zuhud, hanya semata dengan melihat penampilan luar. 

Kekayaan dan harta yang dimiliki, bukan standar zuhud. Orang bisa menjadi zuhud, sekalipun ia memiliki banyak kekayaan. 

➡️ *Ada empat tingkatan zuhud*, yaitu: 
*Pertama:* Zuhud wajib bagi setiap muslim. Yaitu zuhud terhadap perkara haram dengan cara meninggalkannya.

*Kedua:* Zuhud yang bersifat sunnah. Yaitu zuhud terhadap perkara-perkara makruh dan perkara-perkara mubah yang berlebihan. Maksudnya, meninggalkan perkara mubah yang melebihi kebutuhan, baik makan, minum, pakaian dan semisalnya. 

*Ketiga:* Zuhud orang yang berlomba-lomba mencari ridho Alloh SWT. Yaitu zuhud terhadap dunia scara umum. Maksudnya bukan meninggalkan seluruh nikmat dunia, dan bukan pula membuangnya. Tetapi maksudnya, menjadikan hati kosong secara total dari hal-hal yang serba bersifat duniawi. Sehingga hati tidak tergoda oleh dunia. Dunia tidak dibiarkan menempati hatinya, meskipun kekayaan dunia berada di tangannya. 
Hal ini, seperti keadaan Nabi Muhammad SAW. Ketika dunia ditaklukkan oleh Alloh untuk Beliau, malah menjadikan Beliau semakin zuhud terhadap dunia. Begitu juga para khulafa’ur rasyidun dan Umar bin Abdul Aziz. Mereka adalah orang-orang yang zuhudnya menjadi panutan, meskipun kekayaan harta benda ada di tangannya. 

*Keempat:* Zuhud terhadap perkara syubhat. Yaitu dengan cara meninggalkan perkara yang belum jelas bagi seseorang, apakah halal atau haram. Inilah zuhudnya orang-orang yang menjaga kehormatan diri dan agamanya. 

➡️ *Di antara cara agar menjadi orang yang zuhud* yaitu: 
1.  Yakin bahwa rizkinya tidak akan diambil orang lain, sehingga hatinya tenang dalam mencarinya.

2.  Yakin bahwa amalnya tidak akan diwakilkan oleh orang lain, sehingga ia sibuk beramal sholih.

3.  Yakin bahwa Alloh selalu mengawasi dirinya, sehingga ia malu bermaksiat.

4.  Yakin bahwa kematian menantinya. Sehingga aku siapkan bekal untuk bertemu Alloh. 


============================
🌐 *MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Web : www.elsihasmi.com
WA   : http://wa.me/6282122669373
https://www.youtube.com/c/LembagaStudiIslam

🔊 *Lembaga Studi Islam (eLSI)* 🔊

Jumat, 24 Januari 2020

Menafkahi Keluarga

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket   : 07*
*Bab      : 20*
*Judul    : MENAFKAHI KELUARGA*

===📚===

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

*Nafkah adalah sesuatu yang dikeluarkan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri atau orang lain*, baik itu makanan, minuman dan lain-lain dalam lingkungan keluarga. 
Alloh SWT mewajibkan kepada suami sebagai kepala keluarga yang memberikan nafkah kepada keluarganya. Menafkahi keluarga harus dengan cara yang halal dan baik. Maksudnya sesuai dengan kebiasaan yang berlaku untuk wanita seperti mereka di negerinya, tanpa berlebihan atau terlalu sedikit, menurut kemampuan ekonomi suami.

Alloh SWT tidak mewajibkan kepada suami memberikan nafkah keluarga di luar kemampuan suami tersebut. 

*Menafkahi keluarga merupakan ibadah yang berpahala besar* jika benar-benar dilandasi dengan niat yang baik dan ikhlas karena mengharap ridho Alloh SWT semata.

Menafkahi keluarga harus dari harta dan penghasilan yang *halal* dan baik menurut syari’at Islam. Sebab, jika harta dan penghasilannya haram, maka apapun yg ia infakkan darinya tidak akan diterima dan diberi pahala oleh Alloh SWT, karena Alloh hanya menerima ibadah yg ikhlas dan dikeluarkan dari harta yang halal.  

Selain itu, menafkahi keluarga dari *harta yang haram akan menimbulkan kerusakan akhlak, moral dan agama keluarganya serta mengantarkan kepada adzab neraka*. 

➡️ *Beberapa keutamaan memberi nafkah keluarga* yaitu:
1.  Nafkah kepada keluarga lebih utama dari sedekah sunnah.

2.  Mencari nafkah untuk keluarga dengan ikhlas, akan menuai pahala besar.  

3.  Harta suami yang dinafkahi untuk keluarga akan menambah keberkahan dan akan diganti oleh Alloh.  

4.  Memberikan nafkah keluarga akan mendapat penghalang dari siksa neraka. 

5.  Mendapatkan doa kebaikan dari malaikat.  

Alloh SWT telah memberikan ancaman berupa kebinasaan dan dosa bagi suami yang tidak mau memenuhi nafkah keluarganya, padahal ia mampu untuk memberinya. Hal ini karena memberi nafkah keluarga adalah perintah syari’at yang wajib ditunaikan suami. 

Apabila seorang suami tidak mau memenuhi nafkah anak serta isterinya, berarti ia telah bermaksiat kepada Alloh SWT dengan meninggalkan kewajiban yang Alloh SWT bebankan kepadanya, sehingga ia berhak mendapat ancaman siksa dari Alloh SWT.

Wajib bagi suami untuk memberi nafkah keluarganya dengan cara yang baik, karena setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat apakah ia benar memperhatikan nafkah untuk keluarganya atau tidak.

============================

🌐 *MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Web : www.elsihasmi.com
WA   : http://wa.me/6282122669373
https://www.youtube.com/c/LembagaStudiIslam

🔊 *Lembaga Studi Islam (eLSI)* 🔊

Rabu, 22 Januari 2020

Mengurus Jenazah

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket   : 07*
*Bab      : 18*
*Judul    : MENGURUS JENAZAH*

===📚===

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

Seorang muslim dimuliakan oleh Alloh SWT baik ketika hidup atau pun ketika sudah meninggal dunia. Mayat seorang muslim sangat dihormati dan diurus dengan sangat baik. Tidak seperti ajaran, agama, kepercayaan selain islam yang mengurus mayat dengan cara dibakar, diawetkan, dibuang untuk dimakan binatang buas dan lain sebagainya. 

Dalam pengurusan jenazah muslim, Islam telah mengaturnya dengan sangat sempurna. Mulai dari proses memandikan sampai proses penguburan, semuanya telah dicontohkan dengan jelas oleh Rosululloh SAW.

*Mengurus jenazah seorang muslim termasuk bagian dari kewajiban seorang muslim terhadap saudaranya.* 

➡️ Ada empat amalan utama terhadap jenazah yang mesti dilakukan oleh seorang muslim. Empat hal tersebut yaitu:
1.  Memandikan
2.  Mengafani
3.  Menyolatkan
4.  Menguburkan

Dalam islam, pengurusan jenazah adalah *fardhu kifayah* yaitu apabila telah dilaksanakan dengan jumlah yang mencukupi oleh sebagian kaum muslimin, maka kewajiban muslim yang lainnya gugur. Apabila seluruhnya tidak melaksanakannya maka mereka semua berdosa. 

*Banyak sekali keutamaan yang dijanjikan oleh Alloh SWT bagi orang yang mengurus jenazah seorang muslim*. Barangsiapa memandikan jenazah seorang muslim seraya menyembunyikan aibnya dengan baik, maka Alloh SWT akan memberikan ampunan empat puluh kali kepadanya. 

Barangsiapa mengafaninya, niscaya Alloh SWT akan memakaikannya pakaian dari kain sutera tipis dan pakaian sutera tebal surga di hari kiamat kelak.

Adapun keutamaan bagi orang yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, akan mendapatkan pahala satu qiroth. Orang yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka akan mendapatkan pahala dua qiroth. Maksud dari satu qiroth yaitu semisal satu gunung yang besar seperti gunuh Uhud. 

Barangsiapa membuatkan lubang kubur untuk jenazah lalu menutupinya, maka akan diberikan pahala seperti pahala orang yang memberikan tempat tinggal kepadanya sampai hari kiamat kelak. 

Dalam mengurus jenazah harus sesuai dengan contoh yang diajarkan oleh Rosululloh SAW. Sebab dalam realitanya banyak sekali pengurusan jenazah yang menggunakan adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran islam.

Hendaknya orang yang mengurus jenazah ikhlas karena Alloh SWT dan tidak mengharapkan upah atau imbalan tertentu dari keluarga mayit serta hanya mengharapkan pahala di akhirat kelak.

============================

============================
🌐 *MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Web : www.elsihasmi.com
WA   : http://wa.me/6282122669373
https://www.youtube.com/c/LembagaStudiIslam

🔊 *Lembaga Studi Islam (eLSI)* 🔊

Selasa, 21 Januari 2020

Utang Piutang

Bismillah

Hanya mengingatkan,
*11 ATURAN UTANG PIUTANG YANG WAJIB DIKETAHUI SEMUA ORANG !!!*

*1. Jangan pernah tidak mencatat  utang piutang.*
Allah Swt Berfirman :
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya."
(QS Al-Baqarah: 282)

*2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang.*
Rasulullah Saw Bersabda :
"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI." 
(HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)

*3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.*
Rasulullah Saw Bersabda :
"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang". 
(HR Muslim)

*4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang.*
Rasulullah Saw Bersabda :
"Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham."
(HR Ibnu Majah ~ shahih)

*5. Jangan pernah menunda membayar utang.*
Rasulullah Saw Bersabda :
"Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman." 
(HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

*6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang.*
Rasulullah Saw Bersabda :
"Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang. 
(HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

*7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang.*
Rasulullah Saw Bersabda :
"Allah 'Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang."
(HR An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

*8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit.*
Rasulullah Saw Bersabda :
"Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan." 
(HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

*9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang.*
Rasulullah Saw Bersabda :
"Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar." 
(HR Bukhari dan Muslim)

*10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.*
Allah Swt Berfirman :
"... Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban .." 
(QS Al-Israa': 34)

*11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang.*
Rasulullah Saw Bersabda :
"Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya." 
(HR An-Nasa'i dan Abu Dawud)

Dikutip dari : https://t.me/PesanPesanRasulullah

Wallahu a'lam bish-shawab