Senin, 30 September 2019

Sejarah Kesyirikan Pertama di Muka bumi dan di Jazirah Arab

# Sejarah Kesyirikan Pertama di Muka bumi dan di Jazirah Arab
.
#IndonesiaBertauhid
.
-Awalnya, sejak Nabi adam sampai Nabi Nuh berjarak 10 generasi, selama ini mereka semuanya berada di atas tauhid dan tidak menyekutukan Allah sama sekali[1]
.
-Kemudian dari Kaum Nabi Nuh ada orang-orang shalih yang rajin ibadah dan bermanfaat bagi masyarakat serta dicintai kaumnya
.
-Ketika orang-orang shalih ini meninggal, mereka sangat sedih dan merasa kehilangan sekali
.
-Di sinilah setan melihat celah, setan membisiki mereka agar membuat semacam patung untuk mengenang mereka dan saat itu mereka tidak menyembah patung tersebut, hanya sebagai pengingat kenangan dengan melihat patung mereka akan semangat lagi
.
-Kemudian datang generasi setelahnya, setan membisiki secara perlahan, bahwa patung tersebut keramat dan harus dihormati dan diperlakukan istimewa serta punya kekuatan tertentu
.
-Kemudian generasi berganti dan setan membisiki bahwa patung tersebut harus disembah, akhirnya patung-patung orang shalih tersebut disembah. Kisah dijelaskan pula oleh Ibnu Abbas[2]
.
-Nama-nama orang shalih tersebut disebutkan dalam Al-Quran yaitu wadd, suwwa’, yaghuts, ya’uq dannasr.[3]
.
-Lihat bagaiman setan memanfaatkan patung-patung sebagai jalan menuju kesyirikan, karenanya dalam Islam dilarang keras membuat patung dan gambar yang bisa menampakkan ciri makluk yaitu memiliki mata dan wajah.[4]
.
-Lihat pula bagaimana setan memanfaatkan sikap ghuluw/berlebih-lebihan terhadap orang shalih.[5]
.
-Kemudia sejarah kesyirikan pertama kali di kabah dan jazirah Arab pun mirip, dengan perantara patung berhala
.
-Seorang yang bernama ‘Amr bin Luhay Al-Khuza’i berdagang ke Syam dan dia melihat penduduk Syam menyembah patung berhala
.
BACA Selengkapnya ا:

https://muslimafiyah.com/sejarah-kesyirikan-pertama-di-muka-bumi-dan-di-jazirah-arab.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

Sabtu, 28 September 2019

Was-Was

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket   : 03*
*Bab      : 23*
*Judul    : WAS-WAS*

===📚===

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

Was-was adalah salah satu *di antara senjata setan* untuk menimbulkan keraguan dalam diri manusia. Dengan cara ini, setan bisa dengan mudah *menggiring seorang muslim untuk mengulang-ulang ibadahnya*. Ada yang mandi besar sampai sekitar 1 jam, ada yang mengulang-ulang gerakan wudhu karena merasa ada bagian yang kering, ada yang berwudhu berkali-kali karena merasa ada yang keluar dari dubur, ada yang buang air kecil setengah jam karena merasa tidak tuntas, ada yang gonta-ganti celana karena merasa ada najis yang menetes, ada yang mengulang-ulang _takbirotul ihrom_ karena merasa belum niat, ada yang membaca al-Fatihah berulang-ulang dengan susah karena merasa tidak benar.

Penyakit was-was banyak *menimbulkan dampak buruk* pada agama seseorang. Bahkan, bisa jadi was-was ini sampai kepada penolakan dan pengingkaran terhadap perintah dan larangan Alloh.

Was-was juga bisa *terjadi dalam masalah akidah*. Kadangkala setan datang kepada manusia dan membisikkan was-was dalam jiwanya tentang Zat Alloh. Sehingga ia sampai bertanya *siapakah yang menciptakan Alloh?* Jika hal ini sampai terjadi pada diri seseorang, maka hendaknya ia *berlindung kepada Alloh dari bisikan setan* tersebut dan berhenti dari memikirkan hal itu.

Was-was dari setan benar-benar telah *menyusahkan manusia* di dunia ini serta mengeluarkan mereka dari tuntunan Rosululloh SAW. Sehingga mereka masuk ke dalam golongan orang-orang yang berlebih-lebihan.

Was-was juga seringkali *mengacaukan* perbuatan sebagian manusia, seperti meninggalkan wudhu dan sholat, dengan alasan ia akan mendapatkan kemantapan berupa hilangnya perasaan was-was. Semua ini merupakan *tipu daya setan* dalam menggelincirkan manusia dari jalan yang lurus.

Was-was adalah salah satu *penyakit hati yang sangat berbahaya* dan wajib untuk diobati. Di antara cara untuk mengobati was-was, yaitu:

*_Pertama_*, melandasi setiap ibadah dengan ilmu dan keyakinan.

*_Kedua_*, tidak peduli dengan was-was setiap kali muncul.

*_Ketiga_*, terus berlatih dengan sabar dalam menghilangkan penyakit was-was.

*_Keempat_*, menyadari bahwa was-was adalah bisikan setan.

*_Kelima_*, banyak berlindung kepada Alloh dari godaan setan.

*_Keenam_*, meneladani Rosululloh SAW dalam setiap ibadah.

Setiap muslim wajib menuntut ilmu agama dan meneladani Rosululloh SAW dalam setiap amal perbuatan sehingga ia terbebas dari was-was setan.

============================
*SILAHKAN KIRIM PERTANYAAN ANDA TTG MATERI INI VIA WA. SOAL-SOAL ANDA SEBATAS MATERI KSI AKAN  DIJAWAB PADA STADIUM GENERAL YANG AKAN KAMI LAKSANAKAN DI KOTA ANDA. WAKTU DAN LOKASI AKAN KAMI INFOKAN.*
*INSYAALLOH..*
*FORMAT PERTANYAAN:*
PAKET# NO BAB# KOTA#NO MEMBER#ISI PERTANYAAN
*CONTOH:*
1#3#JAKARTA#SM-123#Bagaimana cara agar ibadah kita lebih khusyu?

============================
🌐 *MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Web : www.elsihasmi.com
WA   : wa.me/6282122669373
Ytb   : http://bit.ly/LembagaStudiIslam

🔊 *Lembaga Studi Islam (eLSI)* 🔊

Jumat, 27 September 2019

Aktivis Dakwah dan Sedekah Sembunyi-Sembunyi

# Aktivis Dakwah dan Sedekah Sembunyi-Sembunyi
.
Aktivis dakwah dan para da’i tentunya bersemangat menyampaikan hal-hal kebaikan dan mengajak manusia untuk melakukannya, akan tetapi ada kalanya mereka tidak bisa mengamalkan apa yang didakwahkan. Bisa jadi karena niat dakwah yang tidak ikhlas yaitu dakwah menyeru kepada dirinya sendiri, bukan dakwah menyeru kepada Allah (agar diri terkenal dan dikenal orang yang berilmu) atau terlalu hanyut dalam maksiat dan dosa tanpa segera bertaubat, sehingga sulit untuk mengamalkan apa yang telah dipelajari atau yang didakwahkan.
.
Menyeru kebaikan kepada manusia, padahal tidak berniat melakukannya atau tidak berusaha mengamalkannya akan mengantarkan kepada KEMURKAAN Allah.
.
Allah berfirman,
.
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar KEMURKAAN (kebencian) di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”  (QS. Shaff : 2-3)
.
Agar terhindar dari KEMURKAAN Allah, hendaklah kita para aktivis dakwah (termasuk yang rajin posting materi agama) sering melakukan amal bersedekah secara sembunyi-sembunyi, karena amal ini akan meredam KEMURKAAN Allah.
.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
.
“Sedekah secara sembunyi-sembunyi itu meredamkan KEMURKAAN Rabb (Allah).” [HR. Ath-Thabrani]
.
Sedekah yang tidak harus banyak, tetapi ikhlas dan istiqamah. misalnya:
.
-Memasukkan uang ke kotak infak masjid secara diam-diam ketika tidak ada yang melihat
.
-Memberikan sedekah kepada fakir miskin, anak yaitm, para janda melalui orang lain dan meminta agar indentitas kita dirahasiakan

BACA selengkapnya:
https://muslimafiyah.com/aktivis-dakwah-dan-sedekah-sembunyi-sembunyi.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

Sabtu, 21 September 2019

Benarkah Cadar Budaya Arab?

Tidak henti-hentinya liberal (islamphobia) melancarkan propaganda "lawan budaya arab  (jilbab) dgn kebaya dll"
Jawabnya mudah:
1. Budaya Arab malah gak pakai jilbab
2. Kenapa hanya budaya arab yg di lawan? Budaya negeri yg dulu pernah menjajah indonesia gak dilawan (Jins ketat, rok mini, hotpant dll)
Jadi anti-Arab itu alasan "ngeles" anti Islam
.
# Benarkah Cadar Budaya Arab?

Sebagian orang dan institusi menolak cadar dengan alasan budaya Arab dan bukan ajaran Islam. Hal ini TIDAK benar berdasarkan fakta dan dalil.

1. Berdasarkan fakta
Justru pakaian tradisional dan budaya Arab itu tidak memakai cadar, bahkan ada yang tidak menutup kepala dan terlihat rambut mereka. Perhatikan video kontes budaya pakaian wanita suku-suku di Arab yang dikonteskan oleh ANAK-ANAK wanita berikut ini:

Festival pakaian budaya Arab:
https://youtu.be/_lruY7yUGDg

Cukup jelas bahwa budaya perempuan Arab tidak memakai cadar.

2. Berdasarkan dalil
Dahulunya sebelum turun ayat jilbab, mereka tidak berjilbab apalagi memakai cadar. Jika memang budaya Arab memakai cadar, tentu mereka sudah memakai cadar. Ketika turun ayat agar wanita memakai jilbab, maka para sahabiyah yang sebelumnya sebagian tidak memakai jilbab, mereka langsung memakai jilbab dan memakai cadar.

Perhatikan  firman Allah,

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab: 59)

Di dalam Kitab Tafsir Jalalain dijelaskan bahwa mereka menjulurkan sampai ke wajah mereka,

وَهِيَ الْمُلَاءَة الَّتِي تَشْتَمِل بِهَا الْمَرْأَة أَيْ يُرْخِينَ بَعْضهَا عَلَى الْوُجُوه إذَا خَرَجْنَ لِحَاجَتِهِنَّ إلَّا عَيْنًا وَاحِدَة

“Pakaian besar yang menutupi perempuan, yaitu menjulurkan sebagiannya ke atas wajah-wajah mereka ketika keluar untuk suatu keperluan hingga tidak menampakkannya kecuali hanya satu mata saja.”[1]

Bahkan dikisahkan mereka seperti pemandangan sekumpluan gagak-gagak hitam sebagaimana yang diceritakan oleh Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, beliau berkata,

لما نزلت: يدنين عليهن من جلابيبهن خرج نساء الأنصار كأن علي رؤوسهن الغربان من الأكسية

"Ketika turun firman Allah (yang artinya), “Hendaknya mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” [Al-Ahzab :59], wanita-wanita Anshar keluar seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena warna (warna hitam-red) kain-kain (mereka). [2]

Demikian juga riwayat dari 'Aisyah

ﻟﻤﺎ ﻧﺰﻟﺖ ﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ : } ﻭﻟﻴﻀﺮﺑﻦ ﺑﺨﻤﺮﻫﻦ ﻋﻠﻰ ﺟﻴﻮﺑﻬﻦ , ﺃﺧﺬﻥ ﺃﺯﺭﻫﻦ ﻓﺸﻘﻘﻨﻬﺎ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﺤﻮﺍﺷﻲ ﻓﺎﺧﺘﻤﺮﻥ ﺑﻬﺎ

“Ketika turun ayat ini, yaitu: ‘Dan perintahkanlah agar mereka menjulurukan kain kudung mereka hingga dada-dada mereka.’ Mereka langsung mengambil kain-kain mereka dan merobek ujung-ujungnya, maka mereka berkhimar dengannya.”[3]

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan maksud "berkhimar dengannya" yaitu menutup wajah mereka, beliau berkata,

ﻗﻮﻟﻪ : ‏( ﻓﺎﺧﺘﻤﺮﻥ ‏) ﺃﻱ : ﻏﻄﻴﻦ ﻭﺟﻮﻫﻬﻦ

"Yaitu menutup wajah-wajah mereka"[4]

Banyak dalil-dalil dan pendapat ulama yang menerangkan bahwa hukum cadar adalah sunnah dan ada juga di antara mereka yang berpendapat wajibnya cadar.

Alasan mereka melarang cadar karena budaya Arab juga tidak masuk akal, karena seharusnya mereka melarang juga budaya lainnya seperti jins ketat, pacaran, valentine, rok mini yang bukan budaya Indonesia juga.

Semoga Allah memenangkan agama ini dan memberikan taufik dan hidayah kepada kaum muslimin.

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

Catatan kaki:

[1] Tafsir Al-Jalalain hal. 437, Darus salam, Riyadh, cet. Ke-2, 1422 H

[2] HR Abu Daud no 4101; dishahihkan oleh Syaikh al Albani

[3] HR. Bukhari No. 4759

[4] Fathul Bari 8/490

https://muslim.or.id/36848-benarkah-cadar-budaya-arab.html

__
Follow akun (klik):
Telegram: bit.ly/muslimafiyah
LINE: bit.ly/raehanul
Broadcast WA muslimafiyah:
089651755537
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)

Kamis, 19 September 2019

Cara Talqin yang Benar

# Cara Talqin yang Benar
.
Termasuk hal yang tidak tepat, praktek talqin terhadap orang yang akan meninggal yaitu mengulang-ulang talqin (laa ilaha illallah) dengan suara keras bahkan secara berjamaah di sisi orang yang akan meninggal
.
Ini bisa membuat:
1. Suasana gaduh
2. Yang akan meninggal tidak tenang
.
Imam An-Nawawi menjelaskan,
.
"Dimakruhkan memperbanyak membaca talqin secara terus-menerus agar suasana tidak sempit dan susah (bagi yang sedang  sakaratul maut)."[1]
.
Cara yang benar adalah:
1. Membuat suasana tetap tenang
2. Membimbingnya  dengan suara lembut di dekat telinga-nya agar dia mengucapkan kalimat "tauhid" [2]
3. Jika ia telah mengucapkannya, maka tetap tenang dan banyak berdoa
4. Jika Dia bersuara lagi dan mengucapkan kata-kata selain "kalimat tauhid", maka ulangi kembali talqin dan bimbing kembali
Demikian seterusnya sampai kalimat terakhir yang ia ucapkan adalah kalimat tauhid, semoga akan masuk surga sebagaimana dalam hadits [3]
.
Semoga Allah memudahkan kita menghadapi sakaratul maut dan menjadikan kalimat tauhid sebagai kalimat terakhir
.
Penyusun: Raehanul Bahraen

.
Catatan kaki:
.
[1] Siyar A'lam An-Nubala 4/418
.
[2] Sesuai dengan perintah dalam hadits
.
ﻟﻘﻨﻮﺍ ﻣﻮﺗﺎ ﻛﻢ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ
.
“Tuntunlah seseorang yang akan meninggal dunia untuk mengucapk an kalimat: ‘Laa ilaaha illa Allah’ ”(HR. Muslim)
.
[3] Rasulullah shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda,
.
“ Barangsiapa yang ucapan terakhirnya adalah “Laa ilaaha illa Allah”maka akan masuk surga ” (HR. Abu Dawud, Irwa’ul Ghalil , no. 679)

__
Follow akun (klik):
Telegram: bit.ly/muslimafiyah
LINE: bit.ly/raehanul
Broadcast WA muslimafiyah:
089651755537
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)

Rabu, 11 September 2019

Kekafiran

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket   : 03*
*Bab      : 09*
*Judul    : KEKAFIRAN*

===📚===

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

*Kekafiran (kufur) dalam syariat adalah lawan dari iman*, yaitu tidak adanya iman kepada Alloh dan Rosul-Nya dalam diri seseorang. Baik ketiadaan iman itu disertai oleh pendustaan terhadap para rosul dan apa-apa yang dibawanya, ataupun tidak. *Selain itu kekafiran disebabkan oleh hal-hal lain*, seperti keraguan, berpaling dari agama Alloh, hasad, kesombongan dan mengikuti hawa nafsu. Apabila kekafiran tersebut disertai dengan pendustaan, maka kekafirannya menjadi lebih buruk lagi.

*Seluruh amal orang kafir tidak diterima Alloh*. begitu juga orang Islam yang meninggalkan Islam (murtad), maka ia menjadi kafir dan *runtuh semua amal sholihnya*. Di akhirat  semua orang yang mati dalam kekafiran akan *kekal di neraka*.

*Kekafiran ada enam macam, yaitu:*

1)  *_Kufur pendustaan_* yaitu menolak masuk Islam atas dasar pendustaan dan tidak mempercayai kenabian Rosululloh saw.

2)  *_Kufur ingkar_* yaitu menolak masuk Islam sedangkan hatinya mengakui kebenaran Islam.

3)  *_Kufur ragu_* yaitu menolak masuk Islam karena ragu akan kebenaran Islam, namun tidak mendustakan dan tidak pula meyakini ajaran Islam.

4)  *_Kufur berpaling_* yaitu tidak peduli tentang keberadaan agama Islam, tidak mau mendengarkan, tidak mencari tahu dan mempelajarinya. Orang seperti ini hidup seakan-akan agama Islam tidak ada dan Rosululloh saw tidak pernah diutus.

5)  *_Kufur nifaq_* yaitu menunjukkan keimanan pada lahirnya, namun menyimpan penolakan Islam dalam batinnya. Ia tidak percaya akan kebenaran Islam.

Semua yang disebutkan di atas adalah *kufur akbar*. Hampir semua istilah “kafir” atau “kufur” (kekafiran) di dalam syariat yang dimaksud adalah kufur akbar. Tetapi ada pula yang disebut dengan *“kufur asghor”*. Macam kufur ini sama halnya dengan syirik asghor, yaitu amal perbuatan atau perkataan yang disebut sebagai kekafiran oleh al-Qur’an atau sunnah, tetapi ada dalil lain dalam al-Qur’an dan sunnah yang menunjukkan bahwa amal tersebut tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam. *Contohnya adalah kufur nikmat*. 

Setiap muslim wajib *meninggalkan segala bentuk kekufuran* baik yang besar maupun yang kecil. Kemudian senantiasa *istiqomah menjaga keimanan* sampai ajal datang menjemputnya.

============================
🌐 *MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Web : www.elsihasmi.com
WA   : wa.me/6282122669373
Ytb   : http://bit.ly/LembagaStudiIslam

🔊 *Lembaga Studi Islam (eLSI)* 🔊

Selasa, 10 September 2019

Bahaya Syirik

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket   : 03*
*Bab      : 08*
*Judul    : BAHAYA SYIRIK*

===📚===

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

*Syirik adalah dosa yang paling besar*, paling berbahaya, merupakan tindakan kezoliman yang paling zolim, kejahatan yang paling besar dan dosa yang tidak bakal terampuni.

Menyekutukan Alloh adalah perbuatan *menghancurkan rububiyah dan melecehkan uluhiyah Alloh* serta berburuk sangka dengan pencipta alam semesta.

Kesyirikan adalah *menyamakan makhluk dengan Alloh* yang hal ini berarti menyamakan makhluk yang tidak sempurna dan tidak punya apa-apa dengan zat yang agung serta kaya raya.

Kesyirikan seorang musyrik asli atau kesyirikan (syirik akbar) yang dilakukan seorang muslim yang tidak bertaubat sebelum mati, akan *meruntuhkan seluruh amal sholih pelakunya*, sebesar apapun amal tersebut dan *menjadikan pelakunya orang yang kekal di neraka* Jahanam walaupun dia mengucapkan dua kalimat syahadat dan beramal sholih yang banyak.

*Alloh-lah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi*, sebab Alloh-lah Pencipta alam semesta baik mikronya atau makronya, sistem gerak dan tumbuhnya, sistem ekologinya dan semua yang bersangkutan dengan wujudnya. Kemudian ketika seseorang berbagi kehambaannya, memberikan peribadatan kepada selain Alloh, maka ini adalah suatu kezoliman yang sangat besar dan setiap orang zolim akan mendapatkan akibat kezolimannya. Seperti apa yang dikandung dalam surat Luqman ayat 13.

Kesyirikan adalah sebuah dosa yang *rasa takut kita dengannya harus lebih besar* dibandingkan rasa takut kita dengan hal selainnya.
Terdapat banyak dalil dalam al Qur’an dan sunnah yang jika direnungkan dan ditelaah oleh seorang hamba akan menyebabkan timbulnya rasa takut di dalam hati terhadap kesyirikan *sehingga dia akan mewaspadainya* dan menjaga diri jangan sampai terjerumus ke dalamnya.

Meskipun dosa syirik sangat besar, namun jika seseorang *bertaubat dari kesyirikan*, maka Alloh SWT akan *mengampuninya*, karena Dia-lah Tuhan Yang Maha Pengampun, mengampuni semua dosa orang yang bertaubat di dunia ini.

🌐 *MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Web : www.elsihasmi.com
WA   : wa.me/6282122669373
Ytb   : http://bit.ly/LembagaStudiIslam

🔊 *Lembaga Studi Islam (eLSI)* 🔊

Senin, 09 September 2019

Syirik Asghor

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket   : 03*
*Bab      : 07*
*Judul    : SYIRIK ASGHOR*

===📚===

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

*Syirik kecil (syirik asghor)* adalah perbuatan atau perkataan yang ditunjukkan oleh dalil-dalil tertentu sebagai suatu kesyirikan, tetapi tidak menjadikan pelakunya sebagai seorang musyrik yang keluar dari Islam.

Syirik asghor tidak meruntuhkan semua amal pelakunya, tetapi hanya meruntuhkan amal tertentu yang dimasuki syirik asghor tersebut. *Syirik asghor dikategorikan sebagai dosa besar yang pelakunya masih mungkin diampuni di akhirat kelak*. Meskipun demikian, pelaku syirik asghor *berada dalam bahaya yang amat nyata* karena tingkatan dosa syirik asghor tersebut *“lebih besar”* daripada dosa besar yang paling besar, seperti mencuri, berzina, membunuh, dan lain-lain. Apalagi jika dosa syirik asghor itu dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan, maka hal itu dapat *menyeret pelakunya kepada  syirik akbar*.

*Syirik asghor terbagi dalam dua bagian, yaitu:*

*Pertama, syirik asghor zhohir (nyata):* syirik ini berbentuk perbuatan dan perkataan, seperti:

➡️  *Bersumpah dengan selain nama Alloh seperti mengatakan “demi nabi, demi hidupmu” dan sebagainya*. Perbuatan ini termasuk syirik asghor, selama pelakunya tidak bermaksud menyamakan Alloh dengan makhluk-Nya. Apabila dalam hatinya dia meyakini bahwa Alloh sama dengan makhluk-Nya, maka bersumpah dengan nama makhluk adalah syirik akbar.

➡️ Memakai sesuatu seperti gelang dan yang sejenisnya, baik dari logam, benang atau selainnya, untuk menolak keburukan atau mendapatkan kebaikan. *Perbuatan ini dikategorikan dalam hadis sebagai suatu kesyirikan*. Amal seperti ini masuk kategori syirik asghor. Akan tetapi jika disertai oleh kepercayaan bahwa benda-benda tersebutlah yang sanggup memenuhi harapan dan bukan semata-mata dari Alloh swt, maka itu adalah syirik akbar.

*Kedua, syirik asghor khofi (tersembunyi):* di antaranya riya, yaitu berbuat suatu amal atau memperbagus suatu amal shaleh yang pada asalnya dikerjakan untuk Alloh  namun kemudian ditujukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Maka gugurlah amal tersebut.

Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan perbuatan syirik asghor, karena ia dapat mengantarkan pelakunya merugi di akhirat kelak. Di antara bentuk usaha yang harus kita lakukan adalah dengan mempelajari rincian dosa syirik asghor sehingga kita senantiasa waspada dan tidak terjerumus ke dalamnya.

============================

============================
🌐 *MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Web : www.elsihasmi.com
WA   : wa.me/6282122669373
Ytb   : http://bit.ly/LembagaStudiIslam

🔊 *Lembaga Studi Islam (eLSI)* 🔊

Syirik

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket   : 03*
*Bab      : 06*
*Judul    : SYIRIK*

===📚===

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

Syirik adalah *mempersembahkan sebagian atau seluruh peribadatan kepada selain Alloh* atau menyamakan Alloh dengan ciptaan-Nya atau menjadikan sesuatu sebagai tandingan Alloh dalam hal apapun juga.

Syirik terbagi dua bagian, yaitu *syirik akbar (syirik besar) dan syirik asghor (syirik kecil)*, walaupun pada hakikatnya semua syirik adalah dosa yang sangat besar.

Pada umumnya, *semua perbuatan syirik adalah syirik akbar*, tetapi ada beberapa perbuatan tertentu yang dikeluarkan dari ke“akbar”annya dengan dalil-dalil al-Qur’an dan sunnah dan akhirnya menjadi syirik asghor.

*Syirik akbar adalah syirik yang menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam*. Syirik akbar adalah perbuatan yang sangat keji yang apabila pelakunya tidak bertaubat ketika di dunia sebelum meninggal, maka tidak akan diampuni oleh Alloh di akhirat nanti.

Syirik akbar akan *meruntuhkan seluruh amal perbuatan pelakunya*, bagaimana pun besar amal perbuatan tersebut. Syirik akbar menjadikan pelakunya musyrik yang *kekal di neraka Jahanam* walaupun dia mengucapkan dua kalimat syahadat dan beramal sholih yang banyak.

*Bentuk-bentuk syirik akbar:*
*_Pertama_*, mempercayai atau mengikrarkan walaupun tanpa kepercayaan bahwasanya ada selain Alloh yang mampu menandingi Alloh atau mencipta atau memberi rezeki atau menghidupkan atau mematikan atau berkuasa mutlak atau mempunyai sifat-sifat ketuhanan seperti yang dimiliki Alloh SWT.

*_Kedua_*, melakukan ritual peribadatan untuk selain Alloh, seperti sholat, puasa, kurban, doa, nadzar dan lain sebagainya. Demikian juga halnya dengan menyingkirkan hukum-hukum Alloh dan menggantikannya dengan hukum-hukum buatan selain Alloh atau menerima sebagian hukum Alloh dan menolak sebagiannya lagi atau menganggap hukum-hukum Alloh sudah tidak sesuai lagi di zaman ini atau menganggap penerapan hukum Alloh tidaklah wajib.

*_Ketiga_*, mencintai kekafiran dan orang-orang kafir, membenci keimanan dan orang-orang yang beriman, menentang syariat Alloh dan mendukung selain syariat Alloh, memihak atau menolong orang-orang kafir dalam memerangi kaum muslimin.

*Semua macam syirik tersebut mengekalkan pelakunya dalam api neraka Jahanam* pada hari kiamat nanti, walaupun sang pelaku memiliki kebaikan yang banyak. Karena amal sholih tidak akan diterima oleh Alloh kecuali harus terbebas dari perbuatan syirik.

============================
🌐 *MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Web : www.elsihasmi.com
WA   : wa.me/6282122669373
Ytb   : http://bit.ly/LembagaStudiIslam

🔊 *Lembaga Studi Islam (eLSI)* 🔊

Kamis, 05 September 2019

10 Pembatal Islam

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket   : 03*
*Bab      : 04*
*Judul    : PEMBATAL ISLAM*

===📚===

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

*Hanya ada dua jalan* bagi seseorang untuk menjadi seorang muslim: dilahirkan dalam keluarga muslim atau berpindah dari agama lain ke agama Islam dengan bersaksi mengikrarkan dua kalimat syahadat.

Akan tetapi *pintu-pintu keluar dari Islam* (murtad) banyak sekali. Di antaranya ada *sepuluh pembatal atau penggugur Islam* yang disepakati oleh para ulama Islam. Barangsiapa yang mengerjakan salah satunya, maka ia akan *keluar dari Islam*.

*Sepuluh pembatal Islam tersebut adalah sebagai berikut:*

*_1)  Syirik_*, yaitu menjadikan sekutu atau menjadikannya sebagai perantara antara dirinya dengan Alloh. Misalnya berdoa, memohon syafaat, bertawakkal, beristigosah, bernadzar, menyembelih yang ditujukan kepada selain Alloh.

*_2)  Orang yang membuat perantara antara dirinya dengan Alloh_*, yaitu dengan berdoa, memohon syafaat, serta bertawakkal kepada mereka.

*_3)  Tidak senang dan membenci hal-hal yang dibawa oleh Rosululloh SAW_*, meskipun ia melaksanakannya.

*_4)  Menghina dan mengolok-olok Alloh dan Rosul-Nya, al-Qur’an, agama Islam, Malaikat atau para ulama karena ilmu yang mereka miliki_*. Atau menghina salah satu syiar dari syiar-syiar Islam, seperti sholat, azan, jilbab dan lain sebagainya.

*_5)  Orang yang melakukan praktek sihir atau siapa saja yang rido terhadapnya_*.

*_6)  Meyakini bahwa sebagian manusia diberikan keleluasaan untuk keluar dari syariat ajaran Nabi Muhammad SAW_*.

*_7)  Tidak mempelajari ajaran Islam dan tidak mau mengamalkannya_*. Maksudnya adalah seseorang tidak mau mempelajari pokok agama yang seseorang dapat dikatakan muslim dengannya, meskipun ia jahil terhadap perkara-perkara agama yang sifatnya terperinci.

*_8)  Mendukung atau membantu orang-orang kafir dalam memusuhi kaum muslimin_*.

*_9)  Mempercayai adanya ajaran atau hukum atau syariat lain yang setara atau lebih benar atau lebih sempurna dari agama Islam_*. Termasuk juga di dalamnya adalah orang-orang yang meyakini bahwa peraturan dan undang-undang yang dibuat manusia lebih utama daripada syariat Islam, atau orang meyakini bahwa hukum Islam tidak sesuai lagi untuk diterapkan di zaman sekarang ini, atau orang meyakini bahwa Islam sebagai sebab ketertinggalan umat.

*_10)  Tidak meyakini kekafiran pemeluk agama lain atau membenarkan agama mereka_*. Seperti halnya orang-orang yang menganggap bahwa orang-orang Nashroni, Yahudi, Budha atau pemeluk agama lainnya adalah orang-orang yang beriman atau berada di atas jalan yang benar.

============================
*SILAHKAN KIRIM PERTANYAAN ANDA TTG MATERI INI VIA WA. SOAL-SOAL ANDA SEBATAS MATERI KSI AKAN  DIJAWAB PADA STADIUM GENERAL YANG AKAN KAMI LAKSANAKAN DI KOTA ANDA. WAKTU DAN LOKASI AKAN KAMI INFOKAN.*
*INSYAALLOH..*
*FORMAT PERTANYAAN:*
PAKET# NO BAB# KOTA#NO MEMBER#ISI PERTANYAAN
*CONTOH:*
1#3#JAKARTA#SM-123#Bagaimana cara agar ibadah kita lebih khusyu?

============================
🌐 *MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Web : www.elsihasmi.com
WA   : wa.me/6282122669373
Ytb   : http://bit.ly/LembagaStudiIslam

🔊 *Lembaga Studi Islam (eLSI)* 🔊

Selasa, 03 September 2019

SYAHADAT LA ILAHA ILLALLOH

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket   : 03*
*Bab      : 02*
*Judul    : SYAHADAT LA ILAHA ILLALLOH*

===📚===

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

Makna syahadat *“_Laa ilaaha illallah_”* yaitu berkeyakinan dan mengikrarkan bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Alloh SWT, mentaati hal tersebut dan mengamalkan kandungannya.

*Kalimat La Ilaha Illalloh itu sendiri memiliki arti;* tidak ada yang berhak diibadahi selain Alloh, tidak ada pencipta, tidak ada yang menghidupkan dan mematikan selain Alloh, tidak ada penentu dan pengatur segala sesuatu selain Alloh, tidak ada pemberi dan pencegah selain Alloh, tidak ada penguasa yang bisa menandingi Alloh, tidak ada kesempurnaan yang mutlak selain pada Alloh, tidak ada peribadatan yang boleh diberikan selain kepada Alloh, tidak ada satu zat pun yang berada di luar genggaman kekuasan Alloh, tidak ada zat yang berhak diagungkan dan dimuliakan seperti Alloh, tidak ada hakim yang maha benar selain Alloh, tidak ada hukum dan undang-undang yang boleh diterapkan selain hukum-hukum Alloh dan tidak ada agama yang boleh dianut selain agama Alloh (Islam).

*La ilaha illalloh mempunyai dua rukun:*

*Pertama*, _an-Nafyu atau peniadaan_, yang terdapat pada kalimat *_“La ilaha”_*, yaitu menolak syirik (sekutu) dengan segala bentuknya dan mewajibkan pengingkaran terhadap segala apa yang disembah selain Alloh.

*Kedua*, _al-Itsbat atau penetapan_, yang terdapat pada kalimat *_“illalloh”_*, yaitu menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Alloh dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekuensinya.

Syahadat La Ilaha Illalloh harus disertai dengan pengetahuan akan artinya seperti tertera di atas dan harus diyakini. Bersamaan dengan syahadat ini seseorang harus mempunyai *tekad untuk menerima dan tunduk kepada kandungannya*. Demikian juga kecintaan kepada syahadat ini dan kecintaan kepada para pemeluknya harus terus dipupuk dan diterapkan.

*Keutamaan syahadat La ilaha illalloh banyak sekali*, di antaranya:

*_Pertama_*, tidak dianggap beriman seseorang yang tidak mengikrarkan syahadat La ilaha illalloh.

*_Kedua_*, keistiqomahan seseorang dalam berpegang teguh kepada arti dan konsekuensi syahadat La ilaha illalloh adalah penghapus dosa yang terkuat.

*_Ketiga_*, keyakinan akan kebenaran kandungan _La ilaha illalloh_ akan menjadi penyelamat seseorang dari kesesatan di dunia dan kesengsaraan di akhirat.

*_Keempat_*, keistiqomahan seseorang dalam berpegang teguh kepada _La ilaha illalloh_ adalah sebab yang menjadi pemberat timbangan kebaikan terbesar di hari kiamat nanti.