Rabu, 26 Desember 2018

Belajar Syariat Untuk Ketenangan

# Belajar Agama untuk Ketenangan
.
Saudaraku
Belajar agama itu agar kita
Merasa tenang, damai dan tentram
.
Belajar agama itu agar selalu ingat Allah
Mengingat Allah membuat hati tenang dan tentram
.
Allah Ta’ala berfirman,
.
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻻ ﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏُ
.
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram ” (QS ar-Ra’du:28).
.
Akan tetapi apabila mayoritas
Pembahasan dan postingan tentang
Polimik, perdebatan,
Bantahan, tahzir membicaran Fulan dan Allan
Terlalu sering bahas yang menimbulkan perdebatan
Hati selalu keras, ingin debat, ingin membalas
Apakah hati tenang?
.
Bukan tidak boleh membahas hal ini
Tapi ada adab dan aturan juga
Tidak sembarang juga orang membahas
.
Setelah dilihat
Mayoritas dan bahkan hampir seluruhnya
Pembicaraan dan postingan
Isinya perdebatan, tahzir dan mengudang kekeruhan

Hendaknya kita sama-sama intropeksi
Jika bahasannya debat dan membicarakan Fulan
kita langsung semangat dan bergairah
Tidak lupa ikut komentar menyindir atau caci-maki

Tapi ketika ada bahasan tauhid dan aqidah
Fikh dasar dan indahnya beragama
Tiba-tiba tidak tertarik dan tidak bergairah
Untuk membahas dan mendakwahkannya

Semoga ini jadi intropeksi bersama

Silahkan baca tulisan kami terkait:

1. APA TUJUANMU BELAJAR AGAMA
https://muslimafiyah.com/apa-tujuanmu-belajar-agama.html

2. HINDARI BERDEBAT
https://muslim.or.id/37204-mengalah-dalam-debat-yang-tidak-bermanfaat.html

3. BELAJAR DAN MEMBAHAS AGAMA DARI HAL DASAR
https://muslimafiyah.com/belajar-mambahas-agama-dari-hal-yang-dasar.html

3. HINDARI TERALU BANYAK MEMBAHAS FITNAH, PERDEBATAN DAN MENCELA KESALAHAN ORANG LAIN, APALAGI ORANG AWAM
https://muslim.or.id/34324-penuntut-ilmu-dan-orang-awam-lebih-baik-tidak-ikut-ikutan-berkomentar-dalam-perselisihan-ulama.html

@ Gemawang, Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

https://muslimafiyah.com/belajar-agama-untuk-ketenangan.html

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Minggu, 23 Desember 2018

Larangan Bohong Pada Anak

# Larangan Berbohong pada Anak Meskipun Terlihat Remeh
.
Bisa jadi ada orang tua yang menganggap remeh bahwa boleh atau tidak apa-apa berbohong pada anak, karena menganggap masih kecil dan belum paham, semisal:
.
"Awas jangan nakal ya, nanti digigit setan lho"
.
"Kalau gak mau makan, nanti disuntik pak Dokter lho, mau disuntik gak?"
.
"Kalau pijat ayah, nanti ayah ajak jalan-jalan" (padahal gak ada niat, hanya agar dipijat aja)
.
"Cup cup diam ya, gak usah nangis, nanti ibu belikan maenan besok" (padahal gak ada niat, hanya agar anak diam"
.
Walaupun pada anak kecil, kita tidak boleh berbohong dan berdusta. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
.
“Barangsiapa yang berkata kepada anak kecil, “Kemarilah, saya akan memberimu sesuatu”, lalu ia tidak memberinya, maka itu adalah sebuah kebohongan.”[1]
.
Harusnya kita jelaskan dengan jujur dan anak pasti paham, karena anak-anak juga punya kemampuan berpikir bahkan anak-anak terkadang hapalannya kuat dan serta "mesin fotocopy hebat". Ia akan menagih janji tersebut dan akan sangat kecewa jika tidak jadi, serta akan mengingat kuat "kebohongan" tersebut yang nantinya akan ditiru.
.
Harusnya dijelaskan dengan jujur:
.
"Jangan nakal, karena bukan akhlak mulia dan merugikan diri sendiri"
.
"Ayo makan yang banyak, supaya jadi mukmin kuat dengan makan bergizi" dll
.
Bagaimanapun juga dusta tetaplah tidak boleh hukum asalnya (kecuali yang ada udzur dari syariat). Berdusta walaupun untuk niat baik, semisal berdusta agar orang lain tertawa dan senang, maka ini saja tidak boleh dan keras ancamannya
.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
.
“Kecelakaan bagi orang yang telah bercerita dengan suatu omongan untuk membuat suatu kaum jadi tertawa, lalu ia dusta. Kecelakaan baginya, kecelakaan baginya”.[2]
.
Kita usahakan jangan sampai berbohong, karena balasan pahalanya sangat besar yaitu jaminan surga.
.
Baca selengkapanya ا:
https://muslimafiyah.com/larangan-berbohong-pada-anak-meskipun-terlihat-remeh.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen
Broadcast WA muslimafiyah:
0895341555542
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)

Sabtu, 15 Desember 2018

Menangis dan Menceritakan Musibah Kepada Orang Lain

Bismillah

# Menangis dan Menceritakan Musibah Kepada Orang Lain

#IndonesiaBertauhid

Salah satu tanda tinggi tauhid seseorang adalah menyandarkan diri kepada Allah. Allah adalah tempat paling pertama sebagai tempat ia mengadu semua permasalahannya, curhat dan bahkan menangis kepada Allah. Sebaliknya, salah satu tanda kurangnya tauhid seseorang adalah ia lupa kepada Allah. Ketika ada masalah, ia langsung mengadu kepada makhluk, mengadu kepada keluarga dan sahabat, bahkan menangis dan menceritakan masalahnya kepada keluarga dan sahabatnya.

Mengadu dan curhat kepada Allah pertama kali

Seorang hamba hendaknya memprioritaskan Allah dalam segala urusan, karena Allah adalah Rabbnya yang telah menciptakan dan memberikan segalanya. Ketika mendapatkan masalah dan musibah, hendaknya ia langsung mengadu kepada Allah pertama kali. Sebagaimana teladan dari para nabi dan orang shalih.

Nabi Ya’qub ‘alaihis salam ketika mendengar berita sangat menyedihkan, yaitu anak kesayangannya Nabi Yusuf diberitakan telah di makan oleh srigala. Beliau langsung mengadu kepada Allah dan berkata,

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ

Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Yusuf : 86)

Demikian juga Nabi Ayyub‘alaihis salam, yang sangat terkenal dengan cobaan yang sangat berat menimpa beliau dengan cobaan bertubi-tubi, ia sangat sabar dan mengadu kepada Allah. Allah berfirman,

إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah Sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia Amat taat (kepada Tuhan-nya)” (Shad : 44)

Orang yang bersabar dan tidak menceritakan masalah/musibah pada orang lain akan mendapatkan keutamaan yang besar. Allah berfirman dalam hadits qudsi,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِى الْمُؤْمِنَ فَلَمْ يَشْكُنِى إِلَى عُوَّادِهِ أَطْلَقْتُهُ مِنْ إِسَارِى ثُمَّ أَبْدَلْتُهُ لَحْمًا خَيْرًا مِنْ لَحْمِهِ وَدَمًا خَيْرًا مِنْ دَمِهِ ، ثُمَّ يَسْتَأْنِفُ الْعَمَلَ

“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Jika Aku (Allah) memberikan cobaan (musibah) kepada hambaKu yang beriman sedang ia tidak mengeluh kepada orang yang mengunjunginya maka Aku akan melepaskannya dari tahananKu (penyakit) kemudian Aku gantikan dengan daging yang lebih baik dari dagingnya juga dengan darah yang lebih baik dari darahnya. Kemudian dia memulai amalnya (bagaikan bayi yang baru lahir).” [HR. Al Hakim, shahih]

Pertanyaan yang muncul, apakah benar-benar tidak boleh bagi seserorang untuk menceritakan musibahnya kepada orang lain secara mutlak? Jawabannya: boleh saja, asalkan ia menceritakan dalam keadaan tegar, memuji dan bersyukur kepada Allah serta dengan tujuan musyawarah dan untuk mencari solusi dari musibah yang sedang ia hadapi. Penting diperhatikan juga bahwa orang yang ia ceritakan itu adalah orang yang benar-benar bisa membantunya dalam masalah/musibah ini, bukan menceritakan musibah kepada semua orang.

Perharikan fatwa berikut, Syaikh Abdul Aziz bin Bazrahimahullah ditanya,

الأخت تقول في سؤالها أنا مريضة وأحيانا أبكي لما صارت إليه حالتي بعد مرضي فهل هذا البكاء معناه اعتراض على الله عز وجل وعدم الرضا بقضائه وهذا الفعل خارج عن إرادتي وكذلك هل التحدث مع المقربين عن المرض يدخل في ذلك ؟

Seorang wanita berkata: Aku sedang sakit dan kadang aku menangisi keadaanku ketika tertimpa penyakit. Apakah tangisan ini menunjukkan rasa tidak terima dan tidak ridha terhadap takdir Allah? Padahal perasaan sedih ini muncul begitu saja. Lalu apakah menceritakan keadaanku tersebut kepada teman-teman dekat juga termasuk sikap tidak ridha terhadap takdir?

Beliau menjawab:

لا حرج عليك في البكاء إذا كان بدمع العين فقط لا بصوت لقول النبي صلى الله عليه وسلم لما مات ابنه إبراهيم: ((العين تدمع والقلب يحزن ولا نقول إلا ما يرضي الرب وإنا لفراقك يا إبراهيم لمحزونون))، والأحاديث في هذا المعنى كثيرة ولا حرج عليك أيضا في إخبار الأقارب والأصدقاء بمرضك مع حمد الله وشكره والثناء عليه وسؤاله العافية وتعاطي الأسباب المباحة، نوصيك بالصبر والاحتساب وأبشري بالخير لقول الله سبحانه وتعالى: إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ[1]، ولقوله تعالى: وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ * الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ * أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ[2]، ولقول النبي صلى الله عليه وسلم: ((لا يصيب المسلم هم ولا غم ولا نصب ولا وصب وهو المرض ولا أذى حتى الشوكة إلا كفر الله بها من خطاياه))، وقوله عليه الصلاة والسلام : ((من يرد الله به خيرا يصب منه)) نسأل الله أن يمن عليك بالشفاء والعافية وصلاح القلب والعمل إنه سميع مجيب

Anda boleh saja menangis, namun cukup dengan linangan air mata saja, jangan bersuara. Sebagaimana sabda Nabishallallahu’alaihi wa sallamketika anaknya, Ibrahim, meninggal,

العين تدمع والقلب يحزن ولا نقول إلا ما يرضي الرب وإنا لفراقك يا إبراهيم لمحزونون

“Air mata berlinang dan hati bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu kecuali yang diridhai Allah. Dengan kepergianmu ini wahai Ibrahim, kami sangat bersedih.” (HR. Al Bukhari bab Al Jana’iz no 1241, Muslim bab Al Fadhail no.2315, Abu Daud bab Al Jana’izno.3126, Ahmad 3/194)

Anda pun boleh mengabarkan teman dan sahabat anda tentang keadaan anda, namun dengan memuji Allah, bersyukur kepada Allah, dengan menyebutkan bahwa anda telah memohon kesembuhan kepada Allah dan telah menjalani upaya untuk sembuh yang mubah. Aku menasehatkan anda agar bersabar dan mengharap pahala dari Allah. Aku akan memberi anda kabar gembira, yaitu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs. Az Zumar: 10)

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun“. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs. Al-Baqarah: 156-158)

Juga sabda Nabishallallahu’alaihi wa sallam,

لا يصيب المسلم هم ولا غم ولا نصب ولا وصب( وهو المرض) ولا أذى حتى الشوكة إلا كفر الله بها من خطاياه

“Seorang Muslim tertimpa kesedihan, kesusahan, penyakit, gangguan walau sekedar tertusuk duri, pasti Allah akan menjadikannya penghapus dosa-dosa yang ia miliki.” (HR. Al Bukhari bab Al Mardhi no.5318, Muslim bab Al Birr Was Shilah Wal Adab no.2573, At Tirmidzi bab Al Jana’iz no.966, Ahmad 3/19)

Juga sabda beliau,

من يرد الله به خيرا يصب منه

“Jika Allah menginginkan kebaikan kepada seseorang, Allah akan memberinya cobaan.” (HR. Al Bukhari bab Al Mardhino.5321, Ahmad 2/237, Malik dalam Al Muwatha, 1752)

Aku memohon kepada Allah semoga anda diberikan kesembuhan dan kesehatan, serta kebaikan lahir dan batin. Sungguh Allah Maha Mendengar lagi mengabulkan doa.” [Majmu’ Fatawa 4/144]

Demikian semoga bermanfaat

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Selasa, 11 Desember 2018

Tidak Boleh Mengobati Sihir dengan Sihir

Bismillah

# Tidak Boleh Mengobati Sihir Dengan Sihir
.
#IndonesiaBertauhid
.
-Ternyata memang bisa juga,  mengobati sihir dengan sihir, sama-sama menggunakan bantuan jin untuk mengusir gangguan jin lainnya
.
-Walaupun terkadang bisa, tetapi tidak boleh , ini yang disebut NUSYRAH yang diharamkan
.
Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiallahu anhuma, ia berkata:
.
“Sesungguhnya RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang nusyrah, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
.
‘Nusyrah itu termasuk perbuatan syaithan.”[1]
.
-Ini dipraktekkan oleh paranormal atau dukun yang berkedok ustadz/kiayi, mereka menggunakan cara-cara yang aneh dan diluar syariat seperti:
.
1.Membaca Jampi-jampi atau mantera-mantera dengan bahasa yang tidak jelas
.
2.Melakukan gerakan-gerakan aneh seperti tari-tarian aneh bahkan gerakan yang bertentangan dengan syariat
.
3.Meminta agar korban sihir atau keluarga melakukan ritual kesyirikan juga seperti menyembelih ayam dengan menyebut nama orang (bukan nama Allah) atau memberikan sesajen kepada pohon dan lain-lain
.
4.Biasanya berusaha mengadu domba misalnya:
.
“Ini sihir dikirim oleh fulan untuk sang ayah, tetapi yang kena malah anaknya”. Padahal belum tentu fulan yang melakukan atau mengirim sihir
.
-Adapun yang diperbolehkan adalah dengan menggunakan ruqyah yang syar’i, ini yang dimaksud dengan “NUSYRAH YANG BOLEH”. Jadi Nusyrah ada yang boleh dan ada yang terlarang
 .
-Para ulama telah sepakat untuk membolehkan ruqyah dengan tiga syarat, yaitu:
1. Menggunakan firman Allah Taala atau Asma’ dan Sifat-Nya (atau hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pent)
2. Diucapkan dalam bahasa Arab dengan makna dapat difahami maknanya.
3. Harus diyakini bahwa zat ruqyah TIDAK memberikan pengaruh, tetapi Allah yang memberikan pengaruh (ruqyah hanya sebab saja).”[4]
.
Baca selengkapnya ا:

https://muslimafiyah.com/tidak-boleh-mengobati-sihir-dengan-sihir.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Sabtu, 01 Desember 2018

Mengapa Laki-laki Disiapkan Bidadari Sedangkan Wanita Tidak Disiapkan Bidadara?

Bismillah

# Mengapa Laki-laki Disiapkan Bidadari Sedangkan Wanita Tidak Disiapkan Bidadara?

-Karena laki-laki adalah pemimpin wanita, laki-laki diminta pertanggung jawabannya kelak, kalau istri berdosa maka suami juga bertanggung jawab, ketika anak wanita berdosa, maka ayah juga akan bertanggung jawab di akhirat, apakah sudah menasehati dan mendidiknya? (Bukan maksudnya suami menanggung dosa istri, tapi diminta pertanggungjawaban)
.
-Bisa jadi suami dan ayah di hukum di akhirat karena ini
.
-Semua wanita dunia yang masuk surga lebih cantik dari bidadari, tergantung amalnya, bisa jadi bidadari yang begitu cantiknya akan tidak terlalu dipedulikan sama sekali karena kecantikannya kalah. Bagai butir pasir di pantai, tak terhiraukan
.
-Jadi para istri jangan khawatir ya, apalagi di surga tidak ada cemburu dan kesedihan
.
-Jadi semacam motivasi agar laki-laki semangat mendidik dan bertanggung jawab terhadap wanita, dan agar wanita juga semangat serta taat (umumnya mayoritas wanita lebih mudah terlena dengan gemerlap dunia)
.
-Jika ternyata suami sudah berusaha mendidik dan menasehati, ternyata istri susah dididik, maka bidadari adalah hiburannya
.
-Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
.
“Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat dari bidadari akan berkata, “Janganlah engkau mengganggunya, semoga Allah membinasakanmu. Sesungguhnya ia hanyalah tamu (sebentar) di sisimu, sebentar lagi ia akan meninggalkanmu menuju kami” 
.
-Wanita juga mendapatkan kenikmatan laki-laki yang ganteng, tubuhnya atletis dan penampilan yang sangat menarik. Yaitu suami mereka di dunia (jika suaminya masuk surga). Para suami mereka akan diubah penampilannya menjadi sangat sempurna.

________

Pertanyaan:

لماذا وعد الله الرجال في الجنة بالحور العين، ولم يعد النساء بشيء من ذلك؟ جزاكم الله خيرا

Mengapa Allah menjanjikan bidadari kepada laki-laki di surga sedangkan wanita tidak disiapkan sebagaimana laki-laki (bidadara)

 

Jawaban:

الحكمة في ذلك -والله أعلم- أن الرجال هم القوامون على النساء، وأنهم إذا وعدوا بهذه الأشياء صار هذا أقرب إلى نشاطهم في طلب الآخرة، وحرصهم على طلب الآخرة، وعدم ركونهم إلى الدنيا الركون الذي يحول بينهم وبين المسابقة إلى الخيرات والنساء تابعات للرجال في الأغلب، فإذا رزق الرجل الحور العين في الجنة مع ما وعد الله به النساء المؤمنات من الخير العظيم والدرجات العالية في الجنة فلهن من الأجر ما يجعلهن زوجات للخيرين من الرجال في الجنة والرجل يعطى زيادة من الحور العين وليس في الجنة أذى ولا منافسة ولا ضرر كما يقع للضرات في الدنيا بل كل واحدة مع زوجها ولو معه آلاف النساء ما تتضرر بذلك ولا تندم من ذلك ولا تحزن من ذلك فالكل في خير وفي نعمة وفي راحة في أنس وطمأنينة اً.

Hikmah dari hal tersebut – wallahu a’lam–  karena laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. Jika laki-laki dijanjikan semisal ini maka mereka akan lebih semangat dan berupaya dalam mencari akhirat dan tidak adanya kecondongan terhadap dunia karena bisa menghalangi mereka dengan berlomba-lomba menuju kebaikan.

Wanita umumnya mengikuti laki-laki. Jika laki-laki (dijanjikan) diberikan bidadari di surga, bersamaan dengan itu, Allah juga menjanjikan bagi wanita yang beriman kebaikan yang besar dan kedudukan yang tinggi di surga (yaitu mereka jauh lebih cantik dari bidadari, sehingga terkadang bidadari tidak ditoleh oleh suaminya sedikitpun, pent). Bagi mereka pahala yang menjadikan mereka istri bagi suami mereka yang baik di surga (wanita di dunia akan mendapatkan suaminya di surga, menjadi suami-istri abadi, pent).

Di surga tidak ada gangguan, perselisihan dan bahaya sebagaimana yang terjadi pada para madu (istri-istri) di dunia. Bahkan mereka bersatu (hatinya) bersama suami mereka. Walaupun bersama suaminya 1000 wanita, maka tidak membahayakan, tidak membuat menyesal dan bersedih. Semuanya berada dalam kebaikan, kenikmataan, kenyamanan dan ketenangan.[1]

 

Catatan:

-Salah satu hikmahnya juga karena laki-laki bertugas mendidik wanita para istri mereka. Dan laki-laki akan diminta pertanggungjawaban terhadap istri mereka. Ketika si istri melakukan kemaksiatan, maka suami juga akan ditanya diakhirat, “mengapa engkau biarkan istrimu bermaksiat? Mengapa tidak kau didik?”. Dan umumnya wanita terkadang mengingkari kebaikan suami mereka (sebagaimana dalam hadits) dan bidadari adalah sebagai motivasi serta hiburan bagi para suami dan laki-laki (misalnya semangat berperang dalam jihad).

Oleh karena itu jika si istri membangkang dan sulit dididik, maka para suami memiliki hiburan berupa bidadari. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا ؛ إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ قَاتَلَكِ اللهُ ؛ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat dari bidadari akan berkata, “Janganlah engkau mengganggunya, semoga Allah membinasakanmu. Sesungguhnya ia hanyalah tamu (sebentar) di sisimu, sebentar lagi ia akan meninggalkanmu menuju kami” [2]

 

-Wanita juga mendapatkan kenikmatan laki-laki yang ganteng, tubuhnya atletis dan penampilan yang sangat menarik. Yaitu suami mereka di dunia (jika suaminya masuk surga). Para suami mereka akan diubah penampilannya menjadi sangat sempurna. Penduduk surga akan menyerupai bentuk bapak mereka nabi Adam‘alahissalam . Dan Nabi Adam adalah manusia yang paling sempurna, paling ganteng dan paling sempurna penampilannya karena langsung diciptakan oleh tangan Allah Azza wa Jalla.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ آدَمَ

“Semua yang masuk surga seperti bentuknya Nabi Adam“[3]

Dalam riwayat yang lain,

إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً لاَ يَبُوْلُوْنَ وَلاَ يَتَغَوَّطُوْنَ وَلاَ يَتْفُلُوْنَ وَلاَ يَمْتَخِطُوْنَ … وَأَزْوَاجُهُمْ الْحُوْرُ الْعِيْنُ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُوْرَةِ أَبِيْهِمْ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ

“Sesungguhnya rombangan pertama yang masuk surga seperti rembulan yang bersinar di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang paling terang di langit, mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak membuang ludah, tidak beringus….istri-istri mereka adalah para bidadari, mereka semua dalam satu perangai, rupa mereka semua seperti rupa ayah mereka Nabi Adam, yang tingginya 60 hasta menjulang ke langit“[4]

Sebagaimana laki-laki, wanita juga ingin mendapatkan pasangan yang paras dan penampilannya indah. Maka para wanita surga juga akan mendapatkan apa yang mereka inginkan di surga. Sebagaimana firman Allah,

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ

“Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah Balasan orang-orang yang berbuat baik” (Az-Zumar : 34)

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

“Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya”(Qaaf : 35)

 

-jika ada yang bertanya: “Nanti kalau berubah wajahnya, istrinya tidak kenal”?

Jawabannya: Allah Maha Mampu, logikanya jika kita punya kenalan anak kecil (misalnya adik sepupu), parasnya kurang bagus, setelah bertahun-tahun tidak bertemu, kemudian kita bertemu sekarang dengan keadaan wajahnya yang ganteng. Tentu kita masih ingat si anak kecil tersebut sekarang sudah menjadi pemuda yang gagah.

 

-Jika ada yang bertanya: “Bagaimana jika wanita yang tidak punya suami di dunia, atau tidak sempat menikah atau suaminya masuk neraka”?

Jawaban: mereka akan dipasangkan dengan laki-laki disurga (misalnya laki-laki yang belum sempat menikah di dunia, jika mereka ridha). Karena tidak ada yang membujang di surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ

“Tidak ada seorang yang membujang pun di surga”[5]

 

-Tidak ada rasa cemburu dan sakit hati serta perselisihan bagi para istri (laki-laki yang memiliki lebih dari satu istri, maka di surga ia juga dipasangkan dengan istri-istrinya).

Allah Ta’ala berfirman,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

“Dan Kami lenyapkan/hilangkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (Al-Hijr : 47)

-Semua wanita dunia yang masuk surga lebih tinggi kedudukannya daripada bidadari, mereka lebih cantik. Bahkan jika amal mereka baik, maka kecantikan mereka mengalahkan bidadari. Bisa jadi para bidadari yang sedemikian cantiknya dalam gambaran Al-Quran dan Sunnah, mereka hanya sebutir pasir di pantai, para bidadari tidak lagi ditoleh sedikitpun oleh suami wanita terebut disurga. Oleh karena itu para wanita  sesuai dengan amal dan kepatuhan mereka terhadap suami dalam perkara yang baik.

 

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

 
Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com
 

 

 

[1] Fatwa syaikh Bin Bazrahimahullah Sumber:http://www.binbaz.org.sa/mat/10391

[2] HR At-Thirmidzi dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 173

[3]  HR Al-Bukhari no 3326

[4] HR Al-Bukhari no. 3327

[5]  Lihat As-Shahihah no 1736 dan 2006, syaikh Al-Albani

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Rabu, 28 November 2018

Ketika Mendengar Petir atau Melihat Kilat

Bismillah

# Ketika Mendengar Petir Dan Melihat Kilat
.
Musim hujan telah tiba, hampir setiap hari kita mendapat rezeki dari langit, terkadang hujan sangat lebat disertai gerumuh petir dan kilat. Maka Islam menganjurkan beberapa amalan ketika terjadi hal ini.
.
Berdoa ketika mendengar petir
.
Apabila Abdullah bin Az-Zubair mendengar petir, dia menghentikan pembicaraan, kemudian mengucapkan,
.
سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ.
.
Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi
.
“Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya.” [2]
.
Doa yang lain,
.
Dari ‘Ikrimah mengatakan bahwasanya Ibnu ‘Abbas tatkala mendengar suara petir, beliau mengucapkan,
.
سُبْحَانَ الَّذِي سَبَّحَتْ لَهُ
.
‘Subhanalladzi sabbahat lahu’
.
“ Maha suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya”
 
.
Ketika melihat kilat
.
Ketika melihat kilat maka, tidak ada amalan khusus baik dari NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat. Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata,
.
Syaikh Isa bin Hasan Adz-Dziyab berkata,
.
“Tidak  ada hadits shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  mengenai hal tersebut (doa melihat kilat) akan tetapi jika ia berdzikir mengingat Allah karena keagungan dan bagusnya ciptaannya –InsyaAllah- tidak mengapa.”[5]
.
Baca selengkapnya ا:
https://muslimafiyah.com/ketika-mendengar-petir-dan-melihat-kilat.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Selasa, 27 November 2018

Doakan Guru

Bismillah

# Doakanlah Guru Kita

“Jika ingin jujur, pernahkah kita mendoakan guru kita?”

Terlalu banyak jasa guru bagi kita. Guru yang mengajarkan kita, baik adab dan ilmu. Guru yang telah menjelaskan cahaya kehidupan bagi kita dan memberikan petunjuk menghadapi dunia. Lebih-lebih guru agama yang telah memberikan pencerahan mengenai ilmu agama yang merupakan petunjuk keselamatan dunia-akhirat.

Doakan guru kita, lebih-lebih guru kita yang pertam kali yaitu orang tua kita. Doakan kebaikan yang banyak bagi mereka.

Salah satu bentuk membalas kebaikan adalah dengan mendoakan. Guru telah memberikan banyak kebaikan kepada kita

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ أَتَى إِليْكُم مَعْروفاً فَكَافِئُوه فَإِنْ لَمْ تَجِدوا فَادْعُوا لَهُ، حَتَّى يَعلَمَ أن قَد كَافَئْتُمُوه

“Apabila ada yang berbuat baik kepadamu maka balaslah dengan balasan yang setimpal. Apabila kamu tidak bisa membalasnya, maka doakanlah dia hingga engkau memandang telah mencukupi untuk membalas dengan balasan yang setimpal.”[1]

Ibnu Jama’ah rahimahullahmenjelaskan:

وينبغي أن يدعو له مدة حياته ويرعى ذريته وأقاربه وأودّاءه بعد وفاته

 “Hendaklah seorang penuntut ilmu mendoakan gurunya sepanjangwaktu. Memperhatikan anak-anaknya, kerabatnya dan menunaikan haknya apabila telah wafat”[2]

Sudah sepantasnya guru kita doakan, lebih-lebih guru yang dekat dengan kita. Sering berdiskusi, tempat curhat, membicarakan ilmu serta mendiskusikan berbagai permasalahan dunia-akhirat.

Bahkan guru bisa sebagaimana orang tua

Nabi shallallau ‘alaihi wa sallambersabda,

إِنَّمَا أَنَا لَكُمْ بِمَنْزِلَةِ الْوَالِدِ أُعَلِّمُكُمْ …

‘Sesungguhnya kedudukanku terhadap kalian seperti kedudukan seorang ayah, aku mengajari kalian semua….’”.[3]

 

Demikian, semoga bermanfaat

@Pogung Dalangan,  Yogyakarta Tercinta

 

Penyusun:  Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

[1] HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrod no. 216, as-Shohihah 254

[2] Tadzkirah Sami’ hal. 91

[3] HR. Abu Dawud no. 8, Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, 1/173

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Share Ilmu

Bismillah

# Sering Share Ilmu Bukan Untuk “Sok Alim” Tetapi Berharap Pahala Dakwah
.
Tetap semangat berdakwah, mungkin tidak disangka, satu share ilmu dan faidah ternyata bisa memberikan hidayah kepada seseorang, walau hanya sekedar menekan “share”. Tentunya dengan niat yang ikhlas
.
Tidak mesti jadi ustadz, hanya menunjukkan dan mengajak ke jalan Allah, insyaAllah mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya.
Demikian juga share ilmu baik di dunia nyata maupun dunia maya. Semoga mendapat pahala MLM sampai kiamat
.
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR. Muslim)
.
Imam An-Nawawi menjelaskan,
.
“Maksudnya adalah baginya pahala sebagaimana pahala yang menerjakan…ia menunjukkan dengan perkataan, lisan, ISYARAT dan tulisan.” (Syarah Shahih Muslim)
.
Bukannya merasa “sok alim dan sok ustadz”, tetapi ini yang diharapkan
.
Terkadang terbetik bisikan “kamu juga banyak maksiat, jangan sok alim dan sok suci”
.
tetapi teringat perkataan ulama “Kalau menunggu suci sekali, tidak akan ada yang berdakwah”
.
Ibnu Hazm berkata,
.
“Seandainya yang melarang dari dosa harus orang yang tidak terlepas dosa dan yang memerintahkan kebaikan harus orang yang sudah melakukan kebaikan semua, maka tidak ada lagi yang melarang dari keburukan dan mengajak kebaikan kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(Akhlaq was Siyar hal. 252-253)
.
kita banyak-banyak berdoa  dan memperhatikan:
.
1. Semoga Ikhlas ketika share ilmu
.
2. Berniat yang paling pertama mengamalkannya

3. Jauhkan riya dan tendensi dunia serta ketenaran
.
4. Tidak melupakan dakwah di dunia nyata, karena itulah dakwah yang lebih baik dan lebih prioritas, di keluarga dan sahabat di sekitar kita. Walaupun dakwah dunia maya juga boleh dan terkadang efektif
.
5. Tidak lupa berdoa agar dakwah kita berkah
.
http://muslimafiyah.com/sering-share-ilmu-bukan-untuk-sok-alim-tetapi-berharap-pahala-dakwah.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Kamis, 22 November 2018

Gadgetmu Bukan Hanya Untuk Selfie Dan Nge-Game

Bismillah

# Gadgetmu Bukan Hanya Untuk Selfie Dan Nge-Game

Gadget dan smartphone bisa jadi adalah kebutuhan primer di zaman ini. Bahkan sudah bertambah slogannya, menjadi

“Sandang, pangan, papan dan cashan”

Setiap orang bagaimanapun statusnya, mayoritas mereka mempunyai gadget atau smartphone. Alhamdulillah, ini merupakan nikmat dan karunaia yang banyak dari Allah. Gadget dengan internet merupakan pedang bermata dua. Sehingga perlu bijak menggunakan gadget ini agar bermanfaat dua dan akhirat.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan agar gadget bisa menjadi sarana mengantarkan sukses dunia-akhirat

1. Manfaatkan program note dan kalender

2. Ikut grup bermanfaat dan pembelajaran jarak jauh

3. Sering hubungi orang tua dan keluarga kita

4. Pastikan Al-Quran dan Aplikasi Doa-dzikir ada di gadgetmu

5. Aplikasi hadits juga penting, terutama hadits Arbain An-Nawawiyah

6. Kamera untuk hal positif, buat gambar-desain motvasi islami bermanfaat

7. Simpan e-book bermanfaat

8. Kamus bermanfaat dan google translate dan percakapan dasar

9. Aplikasi bermanfaat lainnya

 

Berikut penjelasannya:

1. Manfaatkan program note dan kalender

Gunakan gadget anda untuk mencatat hal-hal penting, misalnya:

-Catatan-catatan tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan

-Apa yang harus di beli (calon belanjaan kebutuhan)

-Catatan poin-poin untuk tulisan, jika anda seorang penulis, karena yang namanya “ilham” dan ide menarik itu datang sekilas, kemudian akan lupa ketika beraktifitas

-Catat juga ilmu-ilmu dan note-note penting yang sangat bermanfaat, yang ringkas dan penuh makna, baik ketika anda mendengar, dapat Broadcast atau ketika menghadiri majelis ilmu.

Karena yang namanya ilmu perlu dicatat, sebagaimana perkataan ulama

قيد العلم بالكتابة

“Ikatlah ilmu dengan mencatatnya”

-Program kalender bisa digunakan untuk mencatat dan memprogramkan target dan tujuan kita. Misalnya dalam beberapa bulan saya hapal sekian juz. Karena sibuk kuliah saya mengahapal setiap hari selasa dan kamis bada magrib. Nanti ada program reminder.

Ajaran Islam mengajarkan agar kita selalu meencanakan dan memprogram masa depan kita. Jangan samapai hidup seperti air mengalir karena yang namanya “mengalir” pasti dari atas ke bawah.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (masa depan) ; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al-Hasyr: 18)

 

Ikut grup bermanfaat dan pembelajaran jarak jauh

Sudah sangat banyak program pembelajaran jarak jauh. Ini cukup baik bagi mereka yang sibuk dan tidak bisa menghadiri majelis ilmu atau bagi Ibu yang sibuk mendidik anak mereka di rumah. Jangan khawatir tidak bisa mengikuti, dicoba dahulu karena tidak ada konsekuensi besar jika tidak bisa mengikuti rutin pelajarannya.

Kemudian ikut grup bermanfaat yang banyak membahas hal-hal yang bemanfaat bagi dunia dan akhirat.

Kita bersama dan berkumpul dengan orang-orang shalih untuk saling mengingatkan tentang agama dan akhirat kita. Inilah yang diperintahkan kepada kita

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Bukan grup yang terlalu banyak becanda, terlalu banyak ngobrol basa-basi tidak bemanfaat karena ini membuang-buang waktu dan membuat “orang dekat jadi jauh dan orang jauh jadi dekat” bahkan bisa merusak hubungan suami-istri atau hubungan komunikasi dengan keluarga.

Jangan lupa juga membuat grup keluarga, kerabat  dan orang tua kita. Jangan sampai kita sangat akrab dengan orang lain dan sering berkomunikasi tetapi sesama keluarga kita jarang berkomunikasi.

 

Sering hubungi orang tua dan keluarga kita

Dengan teknologi komunikasi yang maju  kita pelu sering menghubungi orang tua kita. Karena tekadang anak sibuk dengan aktifitas dan kegiatan sehingga lupa dengan orang tua mereka. Padahal satu sms atau telpon yang sebentar bisa jadi sangat membahagiakan mereka.

Berbakti dan menyenangkan kepada orang tua termasuk ibadah yang sangat besar. Sangat banyak dalil mengenai hal ini. Perlu diketahui bahwa Ridha Allah sejalan dengan ridha kedua orang tuanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ

“Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua” (HR. Bukhari)

 

Pastikan Al-Quran dan Aplikasi Doa-dzikir ada di gadgetmu

Bacalah Al-Quran setiap hari walaupun sedikit dan mari kita berusaha menghapal doa keseharian kita. Ketika bangun tidur, ketika perjalanan, ketika masuk dan keluar WC dan dzikir pagi-petang. Sehingga kita senantiasa selalu ingat Allah dengan doa, dzikir dan Al-Quran yang membuat hidup kita lebih tenang, bahagia, optimis, serta  waktu menjadi efektif dan barakah. Yakinilah hal ini dan sudah tebukti hari-hari menjadi berkah dengan membaca Al-Quran.

Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

 

Aplikasi hadits juga penting, terutama hadits Arbain An-Nawawiyah

Sebaiknya kita berusaha menghapal hadits Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Sebaiknya dari hadits Arbain an-nawawiyah, hadits yang ringkas dengan padat makna dan bermanfaat. Sangat bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari agar selalu bejalan dalam ajaran Islam.

Tedapat keutamaan bagi orang yang menghapal hadits walaupun sedikit.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَضَّرَ اللهُ امْرَءاً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثاً فَحَفِظَهُ – وفي لفظٍ: فَوَعَاها وَحَفِظَها – حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ إلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ

“Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghafalnya – dalam lafazh riwayat lain: lalu dia memahami dan menghafalnya –, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain), terkadang orang yang membawa ilmu agama menyampaikannya kepada orang yang lebih paham darinya, dan terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahaminya” (HR. Abu Dawud, shahih)

 

Kamera untuk hal positif, buat gambar-desain motvasi islami bermanfaat

Bagi anda yang berjiwa seni, anda bisa membuat gambar dan desain motivasi islami yang bemanfaat. Dengan desain menarik disertai ptongan al-Quran dan hadits atau pekataan ulama yang memotivasi dan indah, insyaAllah akan sangat bemanfaat bagi orang lain, bisa mencerahkan, memberi optimis dan semangat beagama.

Akan tetapi harus bijak, jangan sampai sering digunakan foto selfie dengan rasa ujub atau menggunakan untuk foto-foto yang tidak bermanfaat.

 

Simpan e-book bermanfaat

Buku-buku yang bemanfaat bagi dunia akhirat bisa dibaca melalui gadget. Lebih mudah dan praktis serta kita bisa membacanya di manapun jika memungkinkan. Selalu berusaha menambah ilmu dan menghilangkan kebodohan dari diri kita. Islam mengajarkan agar kita mempunyai budaya baca. Sebagaimana ayat pertama yang turun adalah perintah untuk membaca.

8.Kamus bermanfaat dan google translate dan percakapan dasar

Ada yang mengatakan jika ingin mengusasi dunia, kuasailah bahasa dahulu. Bahasa Inggris mungkin sangat bermanfaat untuk dunia tetapi bahasa Arab sangat bermanfaat bagi akhirat dan tentunya dunia juga karena bahasa Arab juga merupakan bahasa Internasional.

Jika kita berkeinginan untuk mengusainya, pastikan aplikasi bermanfaat seperti kamus, google translate atau aplikasi percakapan dasar adan di gadget kita.

Aplikasi bermanfaat lainnya

Instal aplikasi bermanfaat lainnya seperti program aplikasi web-web bermanfaat, program hapalan doa, tafsir Al-Quran,  ensklopedia dunia,  program mendidik anak dan program bermanfaat lainnya. Jangan sampai ada program game di gadget kita walaupun hanya game kecil. Karena game banyak membuang waktu kita. Ketika jenuh, maka berdizkirlah dan telponlah teman serta keluarga kita. Masih banyak cara lainnya untuk menghilangkan jenuh dan bosan selain main game.

Demikian semoga bermanfaat

 

@Pogung Dalangan,  Yogyakarta Tercinta

Penyusun:  Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 https://muslimafiyah.com/gadgetmu-bukan-hanya-untuk-selfie-dan-nge-game.html

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Senin, 19 November 2018

Ahlak dan Penyakit 3D

Bismillah

Kaya, haruskah? Mana yang lebih penting daripada akhlak?

Jumat kemarin, jadwal saya lumayan padat. Pagi, mengisi buat Askrida di Aston Sentul. Malam, mengisi buat UIN di Novotel Lampung. Di sela-sela itu, walaupun sebentar, saya berusaha menemui dan menyapa mitra-mitra saya.

Sebagian dari mereka tengah berjuang keluar dari utang. Mereka pun giat belajar sama tokoh-tokoh yang sudah terbukti sukses dan kaya. Jujur saja, kesuksesan dan kekayaan memang sangat menginapirasi. Tapi, saya merasa perlu mengingatkan satu hal. Apa itu?

Begini. Sering saya sampaikan di mana-mana, "Kekayaanmu mungkin membuat orang lain terkesan (impressed). Akan tetapi, hanya manfaatmu dan akhlakmu yang membuat orang lain turut mendoakanmu."

Kalau belum kaya, gimana? Nggak masalah. Fokus saja pada manfaatmu dan akhlakmu. Kurang-lebih begitu. Dan saya harap Anda setuju. Menjadi kaya itu perlu proses. Tapi, menjadi manfaat, tak perlu proses. Semua orang bisa melakukannya. Seketika.

Dan ingatlah pesan WS Rendra, "Hidup itu seperti uap. Sebentar saja kelihatannya, lalu lenyap!" Ya, hidup itu singkat. Pada akhirnya, mari sama-sama kita berusaha menjadi manusia yang bermanfaat dan berakhlak. Semoga ujung-ujungnya hidup kita berkah berlimpah. Aamiin.

Kalau berkenan, mohon doanya ya untuk saya dan keluarga saya.

Lanjut artikelnya....

Bismillah

Sebagian besar penyakit fisik berasal dari pikiran kita dan perasaan kita. Dendam, salah satunya.

Penelitian dari Emory University menemukan bahwa orang yang memiliki perasaan dendam cenderung memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi, dan lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung ketimbang orang yang lebih pemaaf.

Hal ini disebabkan adanya protein C-reaktif yang terkait langsung dengan penyakit jantung dan stroke. Ketika menyimpan dendam, protein C-reaktif tersebut meningkat dalam aliran darah dan itulah yang memungkinkan timbulnya penyakit.

Selain itu, perasaan dendam yang tak berkesudahan juga dapat berdampak negatif pada metabolisme, respons imun, dan fungsi organ tubuh. Benar-benar buruk dampaknya. Juga dapat menyebabkan depresi dan kecemasan.

Di seminar-seminar sering saya sampaikan, "Adalah 3D yang bisa menghalangi rezeki dan menutupi potensi. Bahkan bisa merusak kesehatan. Juga merusak amal. Apa saja 3D itu? Dengki, Dongkol, Dendam."

Sebaliknya, lapang hati dan memaafkan, seperti dilansir Mayo Clinic dan Telegraph, terbukti menyehatkan. Manfaatnya, antara lain, terhindar dari penyakit tekanan darah tinggi. Dan berbagai penelitian sejak lama menunjukkan begitu.

Para peneliti dari University of California, San Diego, menemukan bahwa orang-orang yang mampu mengelola amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.

Pada akhirnya, hindari dendam. Daripada mendendam, cenderunglah untuk memaafkan. Dengan memaafkan, insya Allah rezeki kita dan kesehatan kita akan jauh lebih baik. Praktek ya. Semoga berkah berlimpah.

Kamis, 15 November 2018

Penjelasan Indah Mengenai "Menggenggam Bara Api"

Bismillah

# Penjelasan Indah Mengenai “Menggenggam Bara Api”
.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.”[1]
.
-Bara Api kalau digenggam dengan mantap dan cepat, maka api akan padam, dan bara akan tergenggam, dan panasnya hanya sedikit di awal-awal saja
.
-Kalau setengah-setengah mengenggam tidak mantap (menyentuh sedikit-sedikit) maka bara tidak akan bisa tergenggam dan hanya terasa panas terus
.
-Begitu juga dengan mengenggam agama, untuk awalnya berat untuk hijrah ke agama, tetapi jika mantab beragama maka tidak ada beratnya lagi
.
-Demikian juga jika setengah-setengah beragama, maka ia rasakan agama adalah "beban" dan ia hanya merasakan beban itu, tidak merasakan lezatnya iman
.
Misalnya:
.
-ada wanita yang berjilbab modis “atas mekkah bawa amerikah”. Dia akan susah diperintahkan berjilbab besar yang menutup aurat, karena dia akan berpikir mungkin nanti tidak modis lagi,tidak laku, tidak cantik dan tampak kampungan.
.
-Maka ketika ia akan mendekat ke agama, akan terasa “panas” karena ia menyentuh bara api setengah-setengah.
.
Berbeda dengan wanita yang langsung berjilbab besar dan memperbaiki agama dan hapalannya. Ternyata belum beberapa lama ia berjilbab besar, sudah banyak yang “ngantri” ingin melamar karena tertarik dengan akhlak dan agamanya.

Syaikh Al-Mubarakfuri menukil perkataan Al-Qari,
.
“Tidak mungkin menggenggam bara api kecuali dengan kesabaran yang sangat dan menanggung kesusahan yang sangat. Ini bisa terjadi pada zaman yang tidak bisa terbayangkan lagi bagaimana bisa menjaga agama kecuali dengan kesabararan yang besar.”[3]
.
Baca selengkapnya ا:

http://muslimafiyah.com/penjelasan-indah-mengenai-menggenggam-bara-api.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen
Broadcast WA muslimafiyah:
0895341555542
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)

Larangan Mencela Hujan dan Angin

Bismillah

# Larangan Mencela Hujan dan Angin

#indonesiaBertauhid
.
Ketika hujan turun terus-menerus dan manusia mulai merasa terganggu aktivitas dan kesehariannya, bisa jadi mulai ada sebagian manusia yang mencela dan mencaci-maki hujan. Semisal:
.
“Hujan ini turun terus, membuat manusia menjadi sulit beraktivitas, hujan sialan”
.
Atau menunjukkan suatu ucapan atau perbuatan yang menunjukkan tidak ridha dengan hujan yang turun. Semisal ucapan:
.
“Yah hujan lagi, hujan lagi, aduh”
.
Perlu diketahui bahwa hujan itu adalah rahmat dari Allah. Allah berfirman,
.
“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan)…” (QS Al-A’raaf: 57)
.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa maksud rahmat pada ayat ini adalah hujan. Beliau berkata,
.
وقوله : ( بين يدي رحمته ) أي : بين يدي المطر
.
“Maksud dari ‘sebelum datangnya rahmat-Nya’ yaitu sebelum datang hujan.”[1]
.
Karena hujan adalah rahmat Allah, tentu kita dilarang mencela hujan dan angin yang bersama hujan tersebut.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
.
”Janganlah kamu mencaci maki angin.”[2]
.
Allah yang mengatur waktu, cuaca dan seluruh alam semesta ini. Mencela dan memaki hal tersebut, berarti mencela Allah yang telah mengaturnya.
.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
.
”Allah ’Azza wa Jalla berfirman, “Anak Adam menyakitiKu. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.”[3]
.
Bagaimana jika hujan terus-menerus turun tanpa henti?
Kita bisa berdoa kepada Allah yang mengatur hujan, agar hujan dialihkan dari kita, dengan doa berikut:

Baca selengkapnya ا:

https://muslim.or.id/34789-larangan-mencela-hujan-dan-angin.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen
Broadcast WA muslimafiyah:
0895341555542
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)

Rabu, 14 November 2018

Ingat Allah di Waktu Senang dan Lapang

Bismillah

# Ingatlah Allah di Waktu Senang dan Lapang
.
#IndonesiaBertauhid
.
Saudaraku,
Jika anda punya saudara atau kawan
Ia hanya datang pada anda
Di saat susah saja atau sedang butuh bantuan saja
Yang selama ini hilang dari peredaran ukhuwah
Bagaimana perasaan anda?
.
Hendaknya jangan jadikan mengingat Allah
Pilihan terakhir ketika gembira
Namun tiba-tiba
Menjadi pilihan utama ketika bersedih dan susah
.
Ingatlah Allah waktu senang dan lapang
Allah akan mengingatmu di waktu susah
.
Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
.
"Kenalilah (ingatlah) Allah  di waktu senang pasti Allah  akan mengenalimu di waktu sempit." (HR. Tirmidzi)
.
Allah menolong Nabi Yunus dalam berbagai kesusahan
Di tengah ganasnya lautan
Dalam perut ikan
Karena beliau sering mengingat Allah di waktu lapang
.
Allah berfirman
.
“Maka kalau sekiranya dia (sebelumnya) tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit (kiamat).” (QS. Ash Shaaffaat: 144).
.
Hendaklah, di waktu senang dan lapang:
Shalat malam meminta dan mencari ridha Allah
Banyak bersedekah walaupun sedikit
Membaca Al-Quran
Menunaikan hak Allah pada zakat
Beristigfar dan dzikir, amalan yang mudah
.
Akan tetapi Allah maha Pengasih lagi Penyanyang
Kapan-pun dan apapun kondisinya
Engkau kembali kepada Allah
Allah terima taubat dan ampuni semua dosa
.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu ia berkata,
.
“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allah Azza wa Jalla berfirman,
.
‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku TIDAK PEDULI.
.
Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku TIDAK PEDULI.
.
Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”
[HR. at-Tirmidzi]

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Senin, 12 November 2018

Adakah Sunnah Mandi Hujan?

Bismillah

# Adakah Sunnah Mandi Hujan-Hujanan?
.
-Alhamdulillah hujan mulai turun di berbagai daerah indonesia, kita sangat bersyukur
.
-Ada yang sangat rindu dengan hujan sehingga mandi hujan bersama anak-anak
.
-Mandi hujan boleh saja asalkan perhatikan waktu, kesehatan dan lihat kondisi agar tidak jatuh sakit serta tidak terus-menerus
.
-Yang jadi poin adalah salah paham bahwa mandi hujan-hujanan adalah sunnah, ini tidak benar
.
-Dalam hadits maksudnya adalah hanya menyibakkan baju atau bagian tubuh ketika pertama kali turun hujan, tidak kemudian basah-basahan mandi. Inilah sunnahnya sebagaimana dijelaskan oleh ulama
.
Ada sebagian dari kita yang salah memahami hadits berikut,
.
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, hujan turun membasahi kami (para Sahabat) dan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam.  
.
Maka Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam membuka bajunya sehingga hujan mengguyur beliau, maka kami bertanya,
.
“Wahai Rasulullah untuk apa engkau berbuat seperti ini?”, beliau menjawab:
.
“Karena sesungguhnya hujan ini baru saja Allah ta’āla ciptakan.”[1]
.
Imam An-Nawawi berkata,
.
معنى حسر كشف أي كشف بعض بدنه
.
“Makna membuka bajunya adalah menyibaknya, yaitu menyibak sebagian tubuhnya. [3]
.
Baca selengkapnya ا:
.
http://muslimafiyah.com/adakah-sunnah-mandi-hujan-hujanan.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Jumat, 09 November 2018

Jangan Menunda Bisnis

Bismillah

Banyak orang yang menunda-nunda untuk memulai bisnis. Mereka menjawab, "Besok-besok. Nanti-nanti." Sementara waktu terus berjalan, tak terhenti. Padahal, begitu dia memulai, sukses finansial tengah menanti.

Satu lagi. Biaya hidup dan tanggungan hidup terus meningkat. Anak pun masuk SD dan SMP. Asal tahu saja, biaya pendidikan di Indonesia naik 2 kali lipat setiap 5 tahun. Inflasi? Tak bisa ditahan. Biaya umrah? Sama, naik terus. Jelas, menunda-nunda memulai bisnis bukanlah solusi.

Ya, bukanlah solusi. Sebenarnya, tidak harus pintar untuk menjadi entrepreneur. Tidak harus pengalaman. Tidak harus sarjana. Tidak harus terkenal. Tidak harus kaya. Tidak harus ini-itu.

Terus, apa yang penting? Anda memilih dan membuat keputusan. Cuma itu. Jangan salah, memilih dan membuat keputusan itu perlu keberanian. Di antara kita, ada yang memilih jadi profesional, ada juga yang memilih jadi entrepreneur. Yah silakan saja. Choice. Masing-masing ada konsekuensi.

Dan inilah saran saya kepada entrepreneur serta calon entrepreneur. Mulailah berbisnis semuda mungkin. Mumpung lagi semangat-semangatnya. Mumpung lagi berani-beraninya. Mumpung ada banyak waktu. Mumpung masih sedikit tanggungan.

Yang saya lihat, tingkat semangat dan tingkat keberanian si muda, memang rada beda dengan senior-seniornya. Beneran, beda! Belum lagi, Anda ketika muda punya banyak waktu menghabiskan 'jatah gagal'. Ini sepertinya sepele atau lelucon, padahal nggak.

Kalau sudah berumur? Nggak masalah juga. Asalkan Anda punya semangat, keberanian, dan kecepatan.

Ingat. Di Era Digital seperti sekarang ini, berbagai kemudahan ada di ujung jari kita. Boleh dibilang, jempol adalah aset yang teramat besar dan bisa menghasilkan uang. TANPA HARUS keringatan, TANPA HARUS macet-macetan, TANPA HARUS produksi sendiri, TANPA HARUS punya ruko dan kios.

Anda cukup menguasai WA Marketing, FB, dan IG. Itu saja. Tapi sungguh-sungguh ditekuni. Maka hasilnya akan lumayan, bahkan sangat lumayan. Insya Allah. Apapun produknya apapun industrinya. Pada akhirnya, selagi muda berbisnislah. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.

Rabu, 07 November 2018

Tidak Pantas Menjadi Belahan Jiwa

# Wanita Yang Suka Memamerkan Belahan-Belahannya, Tidak Pantas Menjadi Belahan Jiwa
.
“Wanita yang suka memamerkan belahan-belahannya, Tidak pantas menjadi belahan jiwa”
.
Alasannya:
.
1. Biasanya suka berhias di luar saja, untuk suami Di rumah jarang
.
2. wanita yang tidak bisa menjaga kehormatan, digoda cowok malah tambah genit, atau bisa selingkuh..suami mana yang mau?
.
3. Biasanya tidak bersifat keibuan karena fokus pada berhias diri
.
4. Kecantikannya diobral rame-rame, suami mana yang mau?
.
5. Biasanya gampang dilecehkan (seksual) dengan berkedok digoda
.
6. Tentu bukan ciri, wanita shalihah, sebaik-baik perhiasan dunia memberi ketenangan sejati bagi suami
.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
.
الدُّنْيَا مَتَاعٌ,  وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
.
”Dunia Ini Perhiasan Dan Sebaik-baik Perhiasan Adalah Wanita Shalihah”. (HR Muslim)

.https://muslimafiyah.com/wanita-yang-suka-memamerkan-belahan-belahannya-tidak-pantas-menjadi-belahan-jiwa.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen
Broadcast WA muslimafiyah:
0895341555542
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)

Hanya Mengundang Orang Kaya

# Walimah Nikah Hanya Mengundang Orang Kaya saja?
.
Sebagian orang mungkin hanya mengundang orang kaya saja ketika acara walimah nikah. Lebih parahnya lagi jika niatnya mengundang orang-orang kaya dan pejabat saja agar amplop yang dimasukkan bernilai tinggi, sedangkan orang miskin tidak diundang sama sekali. Inilah sejelek-jelek makanan walimah
.
“Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah, hanya orang-orang kaya yang diundang kepadanya, sedangkan kaum fakir dibiarkan (tidak diundang)[1]
.
Yang dimaksud walimah dalam hadits ini adalah walimah pernikahan. Ash-Shan’aniy menjelaskan,
.
“Yang dimaksud hadits ini adalah khusus untuk walimatul ‘ursy (walimah nikah), bukan semua acara walimah yang manusia diundang untuk makan (misalnya acara walimah khitan, ini walimah selain walimah nikah, pent).”[2]
.
Padahal orang kaya ketika diundang bisa jadi tidak datang karena mereka tidak terlalu butuh makan enak ketika acara walimah. Sebagaimana penjelasn syaikh Al-‘Utsaimin, ”[3]
.
Orang miskin umumnya lebih bertakwa dan lebih ikhlas berdoa. Mereka lebih rendah hati di hadapan Allah dan di hadapan manusia, jauh dari kesombongan yang membinasakan.
.
Bisa jadi doa orang miskin yang diundang ke acara walimah lebih ikhlas dan lebih mustajab ketika mendoakan kita. Ini sebagaimana hadits “kita akan ditolong dan diberi rezeki disebabkan orang-orang lemah/miskin di sekitar kita”
.

Baca selengkapnya ا:

https://muslimafiyah.com/walimah-nikah-hanya-menundang-orang-kaya-saja.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen
Broadcast WA muslimafiyah:
0895341555542
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)

Sabtu, 27 Oktober 2018

Berbuat Baik Kepada Anak Sebelum Mereka Dilahirkan

Bismillah

# Berbuat Baik Kepada Anak-Anak Sebelum Mereka Dilahirkan
.
-Dengan cara mencari pasangan hidup yang shalih dan baik akhlaknya
.
-Mendidik anak itu dimulai sejak memilih pasangan
.
Kok bisa? Bagaimana caranya? Perhatikan percakapan ulama berikut
.
Abul Aswad Ad-Duaili berkata kepada anak-anaknya, “Sungguh aku telah berbuat baik kepada kalian sejak kalian masih kecil hingga kalian dewasa bahkan semenjak kalian belum dilahirkan.”
Anak-anaknya bertanya, “Bagaimana cara ayah berbuat baik kepada kami sebelum kami terlahir?”
Beliau menjawab, “Aku telah pilihkan untuk kalian IBU yang mana kalian TIDAK AKAN PERNAH KECEWA kepadanya.”
(Adabud dunya wad diin hal. 158, Darul maktabah, Syamilah)
.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah” (HR. Muslim: 1467)
.
Wanita shalihah tidak akan silau dengan perhiasan dunia karena merekalah sebaik-baik perhiasan
.
dan inilah sifat utama dari wanita shalihah Sebagaimana RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu,
.
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu
.
-Istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya,
.
-Bila diperintah akan mentaatinya
.
-dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” 
.
(HR. Abu Dawud no. 1417. Al-Jami’ush Shahih 3/57)
.
Jangan terperdaya dengan kecantikan wanita, tetap lihatlah keshalihannya…
Banyak juga laki-laki yang sudah paham agama tetapi masih memilih cantik sebagai patokan utama
.
Selengkapnya baca ا:

https://muslimafiyah.com/berbuat-baik-kepada-anak-anak-sebelum-mereka-dilahirkan.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Jumat, 26 Oktober 2018

Hukum Operasi Plastik

Bismillah

# Hukum Operasi Plastik Untuk Kecantikan
.
Hukum operasi plastik dengan tujuan kecantikan tidak diperbolehkan oleh syariat. Perlu diketahui bahwa hukum operasi plastik ini ada rinciannya.
.
1) Operasi plastik untuk menghilangkan cacat dan aib
.
Hukumnya boleh karena termasuk “mengembalikan ciptaan Allah”, misalnya operasi bibir sumbing, operasi rekonstruksi wajah setelah kecelakaan dan lain-lainnya.
.
2) Operasi plastik untuk kecantikan
.
Hukumnya adalah haram karena ini termasuk mengubah ciptaan Allah
.
Hal in senada dengan yang dfatwakan oleh syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, beliau merinci hukum operasi plastik:
.
“Operasi (plastik) ada dua macam:
.
1) Operasi plastik untuk menghilangkan aib akibat kecelakaan/musibah dan yang lainnya, maka hal ini tidak mengapa dan diperbolehkan
.
2) Operasi plastik untuk menambah kecantikan dan bukan untuk menghilangkan aib bahkan untuk membuat tambah cantik maka hukumnya haram dan tidak boleh.” [Fatawa Islamiyyah 4/412]

BACA selengkapnya:
https://muslim.or.id/43280-hukum-operasi-plastik-untuk-kecantikan.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen
Broadcast WA muslimafiyah:
0895341555542
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)

Membela Kalimat Tauhid

Bismillah

# Membela Kalimat Tauhid dengan Mempelajari, Mengamalkan dan Mendakwahkannya

Kita sangat senang ketika kaum muslimin memunculkan ghirah dan semangat membela agamaketika agama mereka dilecehkan atau ketik kalimat tauhid dilecehkan dengan cara dihinakan. Ini adalah kabar gembira bagi kita semua atas semangat kaum muslimin, akan tetapi kita masih punya tugas dan PR bersama yang harus tetap terus kita perjuangkan untuk membela kalimat tauhid, yaitu mempelajarinya dengan sungguh-sungguh di majelis ilmu, berusaha mengamalkannya dan mendakwahkannya kepada manusia.

Membela dengan Belajar Terlebih Dahulu

Agama Islam dibangun di atas ilmu, agar bisa membela kalimat tauhid, kita perlu belajar dahulu dan kembali ke majelis ilmu masjid di rumah-rumah Allah.

Kalimat tauhid ternyata harus dipelajari secara lengkap dengan pemahaman yang baik sesuai dengan pemahaman para salafus shalih. Kita perlu mempelajari dari kalimat tauhid ini (kami sebutkan sedikit poin-poinnya penting yang perlu dipelajari):
1. Makna kalimat tauhid
2. Rukun kalimat tauhid
3. Konsekuesi kalimat tauhid
4. Syarat-syarat kalimat tauhid
5. Pembatal kalimat tauhid
6. Penambah dan pengurang kesempurnaan tauhid

Dan masih banyak yang harus kita pelajari lagi terkait dengan kalimat tauhid. Allah memerintahkan kita dalam Al-Quran untuk meng-ilmui (mempelajari) kalimat tauhid.

Allah berfirman,

ﻓَﺎﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ

“Maka ketahuilah (ilmuilah)bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah…” [Muhammad: 19]

Allah juga berfirman,

ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﺷَﻬِﺪَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

“Melainkan mereka yang mengakui kebenaran, sedang mereka orang-orang yang mengetahui (mengilmui).” [Az-Zukhruf: 86]

Setelah kita mempelajari dengan benar, kita berusaha mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan mendakwahkan kalimat tauhid. Hal ini sebagaimana yang tertulis dalam kitab terkenal yang menjelaskan tentang tauhid dasar yaitu kitab Tsalatsatul Ushul:

ﺍﻋﻠﻢ ﺭﺣﻤﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻧﻪ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﺭﺑﻊ ﻣﺴﺎﺋﻞ :
ﺍﻷﻭﻟﻰ : ﺍﻟﻌﻠﻢ .
ﻭﻫﻮ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻣﻌﺮﻓﺔ ﻧﺒﻴﻪ، ﻭﻣﻌﺮﻓﺔ ﺩﻳﻦ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺑﺎﻷﺩﻟﺔ .
ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ : ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﻪ .
ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ : ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺇﻟﻴﻪ .
ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ : ﺍﻟﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺫﻯ ﻓﻴﻪ

“Ketauhilah (semoga Allah merahmatimu) bahwa wajib bagi kita mempelajari 4 hal:
1) Ilmu
Yaitu ilmu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama dengan dalil-dalil
2) Mengamalkannya
3) mendakwahkannya
4) Bersabar terhadap gangguan (ujian) ketika mengilmui, mengamalkan dan mendakwahkannya.” [Matan Tsalatsatul Ushul)

Sekedar tahu secara ringkas (superficialnya) saja tentu tidaklah cukup. Diibaratkan kalimat tauhid adalah kunci surga, maka tidak cukup kunci saja, tapi perlu diperhatikan gigi-gigi pada kunci tersebut. Inilah
syarat-syarat kalimat tauhid yang harus dipenuhi dan diamalkan. Perhatikan kisah berikut:

ﺳُﺌِﻞَ ﻭَﻫَﺐُ ﺑْﻦُ ﻣُﻨَﺒِّﻪِ ﺭَﺣِﻤَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ – ﻭَﻫُﻮَ ﻣِﻦْ ﺃﺟﻠﺔ ﺍﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ – ﻗِﻴْﻞَ ﻟَﻪُ ﺃَﻟَﻴْﺲَ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ” ﺑَﻠَﻰ ؛ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﻟَﻬُﺄَﺳْﻨَﺎﻥُ ، ﻓَﺈِﻥْ ﺟِﺌْﺖَ ﺑِﻤِﻔْﺘَﺎﺡٍ ﻟَﻪُ ﺃَﺳْﻨَﺎﻥُ ﻓُﺘِﺢَ ﻟَﻚَ ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﻔْﺘَﺢْ”

Salah seorang tokoh tabiin yang bernama Wahab bin Munabih rahimahullah pernah ditanya, “Bukankah kalimat laa ilaaha illallah adalah kunci surga?” Beliau menjawab, “Iya, betul. Tapi biasanya kunci itu memiliki geligi (bagian ujung yang tidak rata). Apabila engkau membawa kunci bergigi (yang tepat), terbukalah ia, jika tidak ia tak akan terbuka.” [HR. Bukhari secara mu’allaq]

Semoga kita semua dan kaum muslimin bisa selalu membela kalimat tauhid sampai akhir hayat kita dengan mempelajari, mengamalkan, dan mendakwahkan serta bersabar.

Demikian semoga bermanfaat

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

https://muslim.or.id/43344-membela-kalimat-tauhid-dengan-mempelajari-mengamalkan-dan-mendakwahkannya.html

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen

Selasa, 23 Oktober 2018

Memaknai Syahadat dengan “Tiada Tuhan Selain Allah” Adalah Tidak Tepat

Bismillah

# Memaknai Syahadat dengan “Tiada Tuhan Selain Allah” Adalah Tidak Tepat
.
#IndonesiaBertauhid
.
-Ada tiga alasan yang kami jelaskan, alasan pertama kami jelaskan, 2 alasan lainnya bisa dipahami oleh yang punya basic bahasa Arab, tetapi kami berusaha jelaskan dengan bahasa yang mudah, semoga kita bisa memahaminya
.
-Alasan pertama
.
Jika mengartikan syahadat dengan “tiada tuhan selain Allah” yaitu khususnya makna rububiyah saja,
.
Maka Abu Lahab, Abu Jahal dan orang-orang kafir Quraisy juga MENGAKUI hal tersebut (rububiyah Allah: yaitu kafir quraisy mengakui bahwa Allah, adalah pencipta, memberi rezeki dll) dan  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berusaha mendakwahi mereka
.
Allah Ta’ala berfirman,
.
“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (kafir quraisy) : “Siapakah yang MENCIPTAKAN mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” [QS. Az-Zukhruf: 87]
.
Jadi Kafir Qurasy mengakui tauhid rububiyah Allah jika memang maknanya "tiada tuhan selain Allah"
.
Yang benar maknanya adalah:
.
(لا معبود حق إلا الله )
.
"Tiada Tuhan yang BERHAK DISEMBAH/DIIBADAHI selain Allah"
.
harus ada kata "Berhak disembah" dalam memaknainya, karena hanya mengaku rububiyah Allah saja tidak cukup, harus mengakui tauhid uluhiyah (ibadah hanya kepada Allah)
.
Karena Kafir Quraisy paham makna yang benar, maka mereka menolak dakwah Nabi
.
Tentu kita sebagai muslim juga harus paham makna yang benar dari syahadat kita
.
untuk 2 alasan lainnya, silahkan BACA selengkapnya link:

https://muslimafiyah.com/memaknai-syahadat-dengan-tiada-tuhan-selain-allah-adalah-tidak-tepat.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen