Bismillah
# Memaknai Syahadat dengan “Tiada Tuhan Selain Allah” Adalah Tidak Tepat
.
#IndonesiaBertauhid
.
-Ada tiga alasan yang kami jelaskan, alasan pertama kami jelaskan, 2 alasan lainnya bisa dipahami oleh yang punya basic bahasa Arab, tetapi kami berusaha jelaskan dengan bahasa yang mudah, semoga kita bisa memahaminya
.
-Alasan pertama
.
Jika mengartikan syahadat dengan “tiada tuhan selain Allah” yaitu khususnya makna rububiyah saja,
.
Maka Abu Lahab, Abu Jahal dan orang-orang kafir Quraisy juga MENGAKUI hal tersebut (rububiyah Allah: yaitu kafir quraisy mengakui bahwa Allah, adalah pencipta, memberi rezeki dll) dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berusaha mendakwahi mereka
.
Allah Ta’ala berfirman,
.
“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (kafir quraisy) : “Siapakah yang MENCIPTAKAN mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” [QS. Az-Zukhruf: 87]
.
Jadi Kafir Qurasy mengakui tauhid rububiyah Allah jika memang maknanya "tiada tuhan selain Allah"
.
Yang benar maknanya adalah:
.
(لا معبود حق إلا الله )
.
"Tiada Tuhan yang BERHAK DISEMBAH/DIIBADAHI selain Allah"
.
harus ada kata "Berhak disembah" dalam memaknainya, karena hanya mengaku rububiyah Allah saja tidak cukup, harus mengakui tauhid uluhiyah (ibadah hanya kepada Allah)
.
Karena Kafir Quraisy paham makna yang benar, maka mereka menolak dakwah Nabi
.
Tentu kita sebagai muslim juga harus paham makna yang benar dari syahadat kita
.
untuk 2 alasan lainnya, silahkan BACA selengkapnya link:
https://muslimafiyah.com/memaknai-syahadat-dengan-tiada-tuhan-selain-allah-adalah-tidak-tepat.html
Penyusun: Raehanul Bahraen
__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen