Bismillah
# Larangan Mencela Hujan dan Angin
#indonesiaBertauhid
.
Ketika hujan turun terus-menerus dan manusia mulai merasa terganggu aktivitas dan kesehariannya, bisa jadi mulai ada sebagian manusia yang mencela dan mencaci-maki hujan. Semisal:
.
“Hujan ini turun terus, membuat manusia menjadi sulit beraktivitas, hujan sialan”
.
Atau menunjukkan suatu ucapan atau perbuatan yang menunjukkan tidak ridha dengan hujan yang turun. Semisal ucapan:
.
“Yah hujan lagi, hujan lagi, aduh”
.
Perlu diketahui bahwa hujan itu adalah rahmat dari Allah. Allah berfirman,
.
“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan)…” (QS Al-A’raaf: 57)
.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa maksud rahmat pada ayat ini adalah hujan. Beliau berkata,
.
وقوله : ( بين يدي رحمته ) أي : بين يدي المطر
.
“Maksud dari ‘sebelum datangnya rahmat-Nya’ yaitu sebelum datang hujan.”[1]
.
Karena hujan adalah rahmat Allah, tentu kita dilarang mencela hujan dan angin yang bersama hujan tersebut.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
.
”Janganlah kamu mencaci maki angin.”[2]
.
Allah yang mengatur waktu, cuaca dan seluruh alam semesta ini. Mencela dan memaki hal tersebut, berarti mencela Allah yang telah mengaturnya.
.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
.
”Allah ’Azza wa Jalla berfirman, “Anak Adam menyakitiKu. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.”[3]
.
Bagaimana jika hujan terus-menerus turun tanpa henti?
Kita bisa berdoa kepada Allah yang mengatur hujan, agar hujan dialihkan dari kita, dengan doa berikut:
Baca selengkapnya ا:
https://muslim.or.id/34789-larangan-mencela-hujan-dan-angin.html
Penyusun: Raehanul Bahraen
__
Follow akun (klik):
kontakk.com/@raehanulbahraen
kontakk.com/@raehanulbahraen
Broadcast WA muslimafiyah:
0895341555542
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)