Adapun jumlah para Nabi yang menjadi utusan Allah swt menurut salah satu riwayat adalah berjumlah 124.000 (seratus dua puluh empat ribu).
Syaikh Muhammad Ad Dardiri mengatakan : Yang lebih utama tidak perlu membatasi dengan jumlah tertentu. Sebab kalau menyatakan bilangan itu boleh jadi memasukan nama yang bukan Nabi menjadi Nabi dan yang pasti menjadi Nabi tidak termasuk Nabi. Karena boleh jadi akan lebih banyak dari kenyataannya atau mengeluarkan seseorang yag mestinya termasuk menjadi Nabi.Adapun hadits yang menyatakan bahwa Nabi Saw ditanya tentang jumlah para Nabi, maka beliau bersabda : "Ada 124.000 dan dalam satu riwayat 224.000" adalah hadits Ahad yang tidak dapat memberikan faidah pada keadaan yang pasti. Sedangkan di dalam I'tikad, praduga-praduga itu tidak dianggap.
Jumlah Nabi Yang Diutus (Rasul)
Sedangkan jumlah para Nabi yang menjadi utusan Allah (Rasul) menurut salah satu riwayat berjumlah 313 (tiga ratus tiga belas) Rasul, sama dengan junlah sahabat yang ikut Perang Badar.
Dalam riwayat lain disebutkan ada 314 Rasul, sama dengan jumlah pasukan tentara Raja Thalut yang tabah dalam melawan tentara Jalut.
Riwayat lain menyebutkan ada 315. Diriwayatkan, bahwa Allah mengangkat 8.000 Nabi, yang 4.000 dari kalangan Bani Israil dan yang 4.000 dari yang lainnya.
Perbedaan Nabi dan Rasul
Kalau Rasul yaitu manusia yang diperintahkan menyampaikan hukum-hukum kepada umatnya, sedangkan Nabi tidak diperintahkan, tetapi ia disuruh menyampaikan kepada kaumnya kalau dirinya itu seorang Nabi agar dihormati.
Nama-nama Dan Jumlah Rasul
Mengetahui nama-nama dan jumlah Rasul apakah menjadi syarat Iman atau tidak? Jawabannya adalah : "Hafal nama-nama dan jumlah para Rasul tidak menjadi syarat sah kesempurnaan Iman menurut ahlus sunnah berdasarkan Firman Allah Ta'ala :
"Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan kemudian antara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu" (Surat Al-Mu'min:78)Maksudnya Kami tidak menceritakan para Rasul dan tidak menyebutkan nama-namanya secara keseluruhan kepadamu. Sekalipun kita memiliki ilmu pengetahuan dan kemampuan yang sempurna, apabila para Rasul itu telah ditetapkan adanya, maka kita wajib mengetahui seluruh jumlahnya karena sangat banyaknya. Tetapi kita tetap wajib beriman kepada para Rasul sesuai yang dinyatakan dalam Al-Quran.
Maksudnya wajib beriman kepada mereka secara terperinci adalah, apabila ditanyakan apa benar itu sebagai utusan Allah. Maka orang yang ditanya tidak boleh mengingkari kenabian dan kerasulannya. sekalipun tidak hafal nama-nama mereka, karena menghafal itu tidak wajib. Jadi siapa yang mengingkari kenabian salah seorang dari 25 Rasul atau mengingkari karasulannya maka dia adalah kafir. Tetapi bagi orang awam tidak dihukum kafir, kecuali apabila dia ingkar setelah diajarkan kepadanya.
Alhamdulillahirabbil'alamin