┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 22*
*Bab : 18*
*Judul : REBO WEKASAN*
===📚===
بِسْــــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
*Rebo Wekasan* berasal dari bahasa Jawa, ‘Rebo’ artinya hari Rabu, dan ‘Wekasan’ artinya terakhir. Kemudian istilah ini dipakai untuk menamai hari Rabu terakhir pada bulan Safar. Di sebagian daerah, hari ini juga dikenal dengan hari Rabu Pungkasan.
Sebagian orang percaya bahwa setiap tahun akan turun 320.000 bala’ (musibah atau bencana), dan itu akan terjadi pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Kanzun Najah was Suruur fil Ad’iyah allati Tasyrahush Shuduur karangan Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad ‘Ali Quds. Dikatakan bahwa hari Rebo Wekasan itu merupakan hari yang paling berat sepanjang tahun. Menurut keyakinan mereka, itulah hari yang diisyaratkan dalam firman Alloh dalam Al-Qur’an al-Karim: “Pada hari nahas/celaka yang terus menerus.” (QS. Al-Qomar: 19)
Berdasarkan keyakinan bahwa Rebo Wekasan adalah hari nahas, maka sebagian orang menghimbau untuk melakukan bentuk ibadah khusus pada hari itu. Mereka melakukan amalan-amalan tertentu sebagai upaya tolak bala’, yang sama sekali tidak pernah dicontohkan dalam Islam.
Di antara amalan yang dilakukan pada Rebo Wekasan adalah mengerjakan sholat empat rokaat dengan satu kali salam, dalam rangka tolak bala’. Sholat ini dikerjakan pada waktu dhuha atau setelah terbit matahari. Pada setiap rokaat membaca surat al-Fatihah kemudian surat al-Kautsar 17 kali, surat al-Ikhlas 50 kali dan surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing satu kali. Setelah salam membaca surat Yusuf ayat 21. Ayat ini dibaca sebanyak 360 kali. Kemudian ditambah dengan bacaan sholawat Jauharatul Kamal tiga kali dan ditutup dengan bacaan surat ash-Shoffat ayat 180-182.
Dalam Islam, tidak ada dalil shohih yang menerangkan disyariatkannya sholat Rebo Wekasan. Pensyariatan sholat Rebo Wekasan adalah perkara baru dalam Islam yang tidak diamalkan oleh Rosululloh dan para sahabat beliau. Siapa yang beranggapan ritual semacam ini pernah dilakukan Nabi atau pernah dilakukan sahabat Nabi, maka dia telah melakukan kedustaan atas nama Nabi.
Seorang muslim yang memasuki hari rebo wekasan, maka tidak perlu mengamalkan amalan-amalan khusus, sebab ia seperti hari-hari biasanya.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://bit.ly/Lembaga_Studi_Islam
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elsimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia