Selasa, 26 November 2019

Maksud Tawakkal seperti Burung

# Maksud Tawakkal Seperti Burung
.
#IndonesiaBertauhid
.
-Kita sudah memahami maksud tawakkal, dengan dua rukunnya:
.
1. Mengambil sebab dan melaksanakan usaha
.
2. Menyerahkan hasil akhir kepada Allah dan ridha apapun takdir Allah karena itu yang terbaik
.
-Sering sekali kita dengar hadits, bahwa tawakkalah sebagaimana burung
.
“Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang “ (HR.Tirmidzi)
.
-Maksudnya bagaimana sih, tawakkalnya burung?
.
-Maksudnya burung itu tawakkalnya tinggi sekali, burung tidak tahu makanan yang akan didapatkan, bisa jadi tempat kemaren ia dapatkan sekarang habis
.
Yang penting bagi burung adalah:
.
1. Berusaha keluar sarang dulu, yang penting berusaha (tidak meninggalkan sebab dan usaha)
.
2. Tidak stress dulu di sangkar terlalu lama memikirkan nasibnya
.
3. Optimis dengan rezeki dari Allah, untuk memenuhi kebutuhannya
.
Ini sebagaimana dijelaskan syaikh Al-mubarakfuri [1]
.
-Sekarang lihatlah bagaimana manusia yang tidak tawakkal
.
1. Tidak mau berusaha dan terkungkung di rumah saja, tidak mau berusaha walaupun kecil
.
2. Teralu lama stress dan depresi di rumah memikirkan nasibnya dan terlalu lama berkutat dalam rencana dan prediksi akhirnya tidak jalan
.
3. Pesimis dengan usaha yang dilakukan, bisa jadi karena gengsi dan malas, lebih baik tidak usaha daripada gengsi
.
Contohnya: di PHK dan dipecat, maka dia stress, seolah-olah hidup akan berakhir, padahal jika tawakkal akan datang rezeki dari arah tidak disangka-sangka
.
-Padahal yang penting adalah USAHA DAHULU, bergerak walaupun peesentase keberhasilan sedikit, ini lebih baik daripada stress, depresi dan terkungkung tanpa usaha
.
Baca selengkapnya ا:
.
https://muslimafiyah.com/maksud-tawakkal-seperti-burung.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun (klik):
Telegram: bit.ly/muslimafiyah
LINE: bit.ly/raehanul