Jumat, 14 Juni 2013

Ikhlas menerima Takdir

Bismillah

Assalamuallaikum

Ingat dalam ceramah Aa Gym bahwa hidup harus Ikhlas, dan Imam Ghazali juga mengatakan bahwa perkara Ikhlas itu perkara yang sulit...
Memang sulit kalau kita tidak mengenal Allah... Mempelajari Tauhid adalah yang terpenting untuk mengenal Allah SWT....

Aku akan mengingatkan sedikit kata - kata dari seorang ulama besar yaitu KH Abdullah Gymnastiar atau yang sering kita sebut Aa Gym. Di dalam ceramahnya Aa Gym mengilustrasikan bagaimana kita Ikhlas menerima Takdir kehidupan ini....

Aa Gym ilustrasikan dengan Bubur Ayam. Sebagaimana kita sering mendengar kata - kata nasi sudah jadi bubur.... Begitu juga musibah yang menimpa kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang sering kita banyak mengeluh ketika ditimpa musibah...
Ketahuilah bahwa musibah yang datang dari Allah dan atas izin-Nya itu merupakan pembelajaran buat kita semua dalam proses meningkatkan Iman dan keTakwa-an... Takwa itu sesuatu yang tidak bisa terfikirkan oleh akal... Dengan Takwa rasulullah bisa Isra,, berodalkan Takwa seorang Kyai bisa dakwah sampai keliling dunia,,,, maka dari itu Takwa itu sangat Subhanallah dan tidak mudah menjadi orang ber-Takwa..
Dan untuk menjadi ber-Takwa tentu kita harus mengenal siapa Tuhan kita atau Allah SWT... Selama kita tidak mengenal siapa Tuhan kita, selama itulah kita belum bisa disebut orang ber-Takwa...
Orang yang sudah mengenal Allah pasti hatinya bersih dan orang beriman itu pasti sabar jika ditimpa musibah karena tahu bahwa nabi bersabda
“Tak ada sesuatu pun yang menimpa seorang muslim berupa kelelahan, kesusahan, kesakitan, penganiayaan dan hal-hal yang dibenci, sehingga duri yang menyakitinya, kecuali Allah akan memberi ampunan terhadap dosa-dosanya oleh sebab hal-hal tersebut”( Hadits riwayat Bukhari).

“Musibah demi musibah masih tetap menimpa orang mukmin lelaki dan orang mukmin wanita, sampai ketika ia menjumpai Allah dalam keadaan bersih dari dosa”( Hadits riwayat Turmudzi).

“Rasulullah SAW ditanya : ‘Siapakah orang yang lebih berat cobaannya?’ Rasulullah menjawab : ‘Para Nabi, kemudian orang-orang yang utama dan seterusnya; seseorang yang diuji menurut kadar agamanya. Apabila agamanya kuat, maka cobaannya keras; dan apabila agamanya tipis maka ia maka dicoba sesuai dengan kadar agamanya. Cobaan terus menimpa seorang hamba sampai dirinya bersih dari dosa”( Hadits riwayat Turmudzi, Ibnu Majjah dan Imam Ahmad).

 “Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya”( Hadits riwayat Bukhari).

“Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman : Apabila Aku menguji seorang hamba-Ku dengan kedua matanya (buta), kemudian ia berlaku sabar, maka akan Kugantikan dengan surga”( Hadits riwayat Bukhari). 

Jadi intinya jika kita Ikhlas menerima musibah itu berarti penghapus dosa, ingat yah jangan mengeluh. kalau mengeluh sayang dosa tidak terhapus dan tidak mendapatkan pahala....

Oke, sekarang apa yang diilustrasikan Aa Gym tentang bubur ayam?
Jadi, nasi menjadi bubur harus ikhlas, tapi cari ayam, cakwe, seledri, kedelai, kerupuk, ati ampela maka jadilah bubur ayam spesial. Tapi bubur tersebut tidak akan jadi spesial kalau di awalnya kita tidak ikhlas....

Jadi maksud dari kata - kata di atas ialah, jika kita tertimpa musibah maka kita jangan diam saja tapi kita harus bergerak ke takdir yang lain... Jadi intinya hidup harus tetap bergerak dan jangan diam di tempat, karena yang namanya diam di tempat ya enggak kemana - mana :)

Hanya segini saja yang bisa saya sampaikan, selanjutnya terserah anda... :)
Terima Kasih

Sedikit kata kiasan....
" Disaat cobaan dan ujian terus datang, janganlah kau ragu pada-Nya...
" Disaat kebimbangan singgah dalam hatimu, janganlah kau berhenti berdoa dan berharap pada-Nya...
" ... Karena itulah tanda cinta-Nya padamu.... Bukankah cinta butuh pembuktian???
Itulah pembuktian seberapa pantas kamu disebut sebagai " hamba "


Wassalam