Kamis, 29 November 2012

Shalat, Obat Segala Kesusahan

Bismillah

Orang yang mengenal jalan Allah SWT dan selalu berlindung kepada naungan-Nya adalah orang yang mengetahui bahwa shalat merupakan obat dari segala kesusahan dan kesedihan. Mereka meyakini bahwa shalat adalah penolong hati, penyejuk jiwa, dan penghapus segala kesedihan.
Rasulullah SAW, mengenal benar arti semua ini. Shalat bagi Rasulullah SAW merupakan penghibur jiwa yang paling utama. Oleh karena itu, Rasulullah SAW pernah bersabda :
Hiburlah kami dengan shalat, wahai Bilal.
HR Abu Dawud dan ath-Thabrani

Begitu pula dengan halnya Rasulullah SAW bila ditimpa musibah. Beliau segera melaksanakan shalat karena shalat adalah tali pengikat yang akan mengikat seorang hamba dengan Tuhannya.
Anda puhn demikian. Ketika anda shalat, anda kembali kepada Tuhan dengan mengadukan kepada-Nya segala kesusahan dan kesedihan anda. Siapa lagi yang dapat menyelesaikan segala permasalahan anda selain Allah? Siapa yang berada di sisi anda dan menjaga anda pada saat-saat sulit kalau bukan Allah?

Mengapa anda tidak datang dan mengetuk pintu kasih sayang Allah? Bukankah anda merasa senang bila berada dalam jaminan Allah, perlindungan-Nya, dan bimbingan-Nya? Juga bila Allah menjaga anda dari orang-orang yang berbuat zalim, sombong, dan sewenang-wenang?

Rasulullah bersabda :
Barangsiapa shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah.
HR Muslim

Mengapa anda menemui orang lain, padahal anda tidak mengetahui apakah anda akan dibukakan pintu atau bahkan pintu itu akan ditutup rapat-rapat di depan wajah anda. Anda justru meninggalkan pintu Zat Yang Maha Pemurah yang selalu terbuka di hadapan anda. Pintu yang tidak akan pernah tertutup, terkunci, dan tidak akan ada seorang pun yang mengha;angi anda?

Bila saat ini anda ditimpa kesusahan, kesedihan, atau rasa cemas, maka cepatlah kembali ke naungan Allah. Berdirilah anda, lalu berwudhu dan shalat. Berdoalah kepada Allah sesuka anda demi kebaikan dunia akherat, sekali pun anda adalah sosok orang yang gemar melakukan maksiat. Janganlah merasa takut dan cemas karena rahmat Allah sangat luas sekali. Alangkah gembiranya Allah SWT dengan tobatnya anda dan lembalinya anda kepada naungan-Nya, juga dengan ketukan anda pada pinti kasih sayang-Nya.

Rasulullah bersabda dalam hadits qudsy :
Aku (Allah) berada dalam prasangkaan hamba-Ku mengenai-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. DemiAllah, Alah lebih bergembira dengan tobat hamba-Nya, seperti bergembiranya salah satu dari kalian bila menemukan binatang kendaraannya yang telah hilang di Padang Sahara. Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, dan barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat padanya satu depa, dan bila seorang hamba datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.
HR Bukhari dan Muslim

Setiap orang yang memiliki pikiran objektif dan hati yang bersih, tentu tahu benar nilai keutamaan shalat untuk menyembuhkan penyakit hati, sebagai usaha menghilangkan kesusahan dan kegelisahan. Salah seorang pakar kedokteran terkenal dari Barat yang bernama Dr. Alexis Carrel telah menulis dalam buku terpopulernya, Man the Unknown, mengatakan, "Barangkali, saat ini hanya shalat yang dikenal memiliki daya terbesar untuk menimbulkan vitalitas. Saya sebagai dokter, telah banyak menyaksikan kegagalan serum-serum dalam menangani para pasien. Dan ketika para dokter telah angkat tangan karena merasa menyerah dan tidak mampu lagi menangani pasien, ternyata hanya shalat yang dapat menyembuhkan para pasien dari penyakit-penyakit mereka".

Memang, ketika kita shalat, kita mengikatkan diri kepada kekuatan terbesar yang menguasai Alam semesta. Kekuatan itu adalah Allah, Tuhan tempat kita meminta, tempat ita merendahkan diri agar Tuhan memberikan dukungan dan membantu kita mengatasi segala kesulitan hidup. Bahkan, hanya dengan merendahkan diri sudah cukup untuk menambah kekuatan dan vitalitas. Anda akan melihat, seseorang yang sekali saja merendahkan diri kepada Allah, telah dapat mendapat manfaat yang sangat besar.
Bagaimana anda tidak kembali kepada Tuhan anda, sedangkan Tuhan memanggil anda,

Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian adalah tersesat, kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk. Maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan menunjukanmu. Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian merasakan lapar, kecuali orang yang telah Aku beri makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, setiap kalian adalah telanjang, kecuali orang yang telah Aku beri busana. Maka mintalah busana kepada-Ku, niscaya Aku beri busana kalian.
HR Muslim

Marilah kita lihat bahwa ada hikmah yang sangat besar dalam pembagian shalat lima waktu pada saat yang berbeda-beda dalam sehari semalam. Barangkali hikmah dari semua ini adalah untuk mengingatkan hamba senantiasa kembali kepada Allah SWT, serta agar senantiasa meminta dengan berdoa dan merendahkan diri kepada-Nya, agar senantiasa mengetuk pintu kasih sayang-Nya untuk meminta bantuan dan pertolongan. Lihatlah, seandainya anda senantiasa menjaga shalat lima waktu secara berjamaah di masjid, apakah anda merasakan sempit, susah, atau bahkan setelah menjalankan shalat? Semoga tidak.

Sumber : Buku Membangun Positive Thinking Secara Islam, Adil Fathi Abdullah