Rabu, 21 Agustus 2019

HOKI

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket   : 02*
*Bab      : 17*
*Judul    : HOKI*

===📚===

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

Dalam bahasa Tionghoa ada suatu istilah yang namanya hoki. Pada beberapa kesempatan para pengusaha Tionghoa berpendapat, bahwa *untuk sukses tidak hanya dengan bekerja keras tapi juga diperlukan hoki*, yang kurang lebih artinya sama dengan bejo atau beruntung, alias bernasib baik.

Mereka meyakini bahwa hoki bisa didapat dari hewan, tanaman, benda-benda atau selainnya yang diyakini mendatangkan keberuntungan. Oleh karena itu *banyak orang yang mengoleksi benda*, memelihara hewan atau menanam tumbuhan untuk mendapatkan “hoki” (keberuntungan).

Di antara *hewan yang dipercaya dapat memberikan hoki* adalah tokek, burung perkutut, ikan arwana, kura-kura, ikan koi dan ayam ketawa. *Adapun dari jenis tanaman*, di antaranya tanaman bunga kertas, pohon uang, tanaman jade, bambu hoki, tanaman lidah mertua, daun kuping gajah dan sri rejeki.

Adapun *benda-benda yang dianggap mendatangkan hoki*, di antaranya gigi buaya, patung naga, patung budha tertawa, kaki kelinci, patung kucing (maneki neko).

Dalam Islam, *keburuntungan sejati di dunia* adalah mendapatkan rezeki yang halal, menjalankan ketaatan, keluarga yang harmonis dan *keberuntungan di akhirat adalah masuk surga*. Semua itu didapatkan dengan menjalankan sebab yang disyariatkan Alloh Ta’ala seperti bekerja yang halal, bersedekah, meninggalkan kemaksiatan dan amal ketaatan lainnya.

Hanya Alloh-lah yang memberikan keberuntungan kepada siapa saja dari hamba-Nya yang dikehendaki. Oleh karena itu *seorang muslim tidak boleh percaya adanya hoki pada sesuatu yang tidak ada dalilnya dalam syariat*, karena semua itu adalah bagian dari kepalsuan dalam tinjauan agama Islam. Percaya adanya keburuntungan pada sesuatu yang tidak ada dalilnya dalam syariat adalah *kesyirikan yang pelakunya terancam masuk neraka*. Sebab rezeki dan keberuntungan semata-mata dari Alloh Ta'ala . Adapun menyandarkan keberuntungan kepada selain Alloh berarti *menyekutukan Alloh dengan makhluk-Nya*.