┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 02*
*Bab : 18*
*Judul : REBO WEKASAN*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
Rebo Wekasan dalam bahasa Jawa, ‘Rebo’ artinya hari Rabu, dan ‘Wekasan’ artinya terakhir. Kemudian istilah ini dipakai untuk menamai hari *Rabu terakhir pada bulan Safar*.
Sebagian orang percaya bahwa setiap tahun akan *turun 320.000 bala’* (musibah atau bencana), dan itu akan terjadi pada hari Rabu terakhir bulan Safar.
Karena keyakinan ini, sebagian orang menghimbau untuk *melakukan bentuk ibadah khusus* pada hari itu. Mereka melakukan amalan-amalan tertentu sebagai upaya tolak bala’, yang sama sekali tidak pernah dicontohkan dalam Islam.
Di antara amalan tersebut adalah *mengerjakan sholat empat rokaat dengan satu kali salam*, dalam rangka tolak bala’. Sholat ini dikerjakan pada waktu dhuha atau setelah terbit matahari. Pada setiap rokaat membaca surat al-Fatihah kemudian surat al-Kautsar 17 kali, surat al-Ikhlas 50 kali dan surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing satu kali. Setelah salam membaca surat Yusuf ayat 21. Ayat ini dibaca sebanyak 360 kali. Kemudian ditambah dengan bacaan sholawat Jauharatul Kamal tiga kali dan ditutup dengan bacaan surat ash-Shoffat ayat 180-182.
Mereka berkeyakinan, siapa yang melakukan ritual tersebut pada rebo wekasan, dia akan *terjaga dari segala bentuk musibah dan bencana* yang turun ketika itu.
Dalam Islam, *tidak ada dalil shohih yang menerangkan disyariatkannya sholat rebo wekasan*. Pensyariatan sholat rebo wekasan adalah perkara baru dalam Islam yang tidak diamalkan oleh Rosululloh shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat beliau.
Sebagai orang beriman tidak boleh percaya tentang berita akan turunnya bala’ pada hari rebo wekasan. Karena kedatangan atau terjadinya bencana di muka bumi ini *merupakan sesuatu yang ghaib* dan tidak ada yang tahu kecuali Alloh. Satu-satunya cara untuk mengetahui hal itu adalah melalui wahyu al-Qur’an, sunnah serta keterangan dari sahabat yang menyebutkan hal ini. Begitu juga melakukan ibadah tertentu di hari rebo wekasan dengan niat untuk menolak bala’ *termasuk amalan dan keyakinan yang batil*.
Oleh karena seorang muslim yang memasuki hari rebo wekasan, maka *tidak perlu mengamalkan amalan-amalan khusus*, sebab ia seperti hari-hari biasanya.
============================