┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 20*
*Bab : 19*
*Judul : QODARIYAH*
===📚===
بِسْــــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
*Pengertian Qodariyah* secara bahasa berasal dari bahasa Arab, yaitu ‘qodaro’ yang bemakna kemampuan dan kekuatan. Adapun *secara istilah* adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak dikendalikan oleh Alloh, namun manusia sendirilah yang menakdirkan amalan perbuatannya. Aliran-aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi segala perbuatannya, ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri.
Dalam hadis Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam dijelaskan bahwa Qodariyah adalah *Majusinya umat ini*. Qodariyah dinamakan Majusi karena kaum Majusi meyakini bahwa ada dua pencipta di dunia ini yaitu pencipta kebaikan dan pencipta keburukan. Pencipta kebaikan adalah cahaya. Sedangkan pencipta keburukan adalah kegelapan.
Qodariyah meyakini bahwa peristiwa yang ada di dunia itu ada dua jenis yaitu peristiwa akibat perbuatan Alloh, maka ini adalah ciptaan Alloh, dan peristiwa akibat perbuatan hamba, maka ini adalah ciptaan hamba, bukan ciptaan Alloh. Dalam akidah Ahlussunnah yang lurus, bahwa Alloh lah yang menciptakan semua perbuatan makhluk-Nya.
➡️ Pokok-pokok ajaran Qodariyah adalah sebagai berikut :
a. Orang yang berdosa besar itu bukanlah kafir, dan bukan mukmin, tapi fasik dan orang fasik itu masuk neraka secara kekal.
b. Alloh ta’ala tidak menciptakan amal perbuatan manusia. Manusialah yang menciptakannya dan karena itulah maka manusia akan menerima pembalasan baik atas segala amal baiknya. Begitu juga akan menerima balasan buruk atas segala amal perbuatannya yang salah dan dosa, karena itu pula maka Alloh ta’ala berhak disebut adil.
c. Akal manusia mampu mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, walaupun Alloh ta’ala tidak menurunkan agama. Sebab, katanya segala sesuatu ada yang memiliki sifat yang menyebabkan baik atau buruk.
Menurut para ulama, kelompok Qodariyah telah habis masa penyebarannya. Tetapi kaum Mu’tazilah telah menumbuhkan kembali pemahaman-pemahaman Qodariyah, menjabarkannya, dan berpanjang lebar membahasnya. Oleh karena itu, bisa kita katakan bahwa Mu’tazilah adalah pewaris Qodariyah. Sehingga Mu’tazilah disebut juga Qodariyah.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://bit.ly/Lembaga_Studi_Islam
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elsimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia