Selasa, 14 Juli 2020

MUTAWATIR DAN AHAD

┏📚🍃━━━━━━━━━┓
    *Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket  : 13*
*Bab      : 12*
*Judul    : MUTAWATIR DAN AHAD*

===📚===

بِسْــــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ditinjau dari segi jumlah perawi hadis yang sampai kepada kita, maka hadis dapat dibagi menjadi dua: hadis Mutawatir dan hadis Ahad.

*Hadis Mutawatir*, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh banyak perawi yang jumlahnya minimal sepuluh orang sehingga menurut kebiasaan, mustahil mereka bersepakat untuk berdusta.

*Hadis Ahad*, yaitu hadis yang tidak memenuhi kriteria hadis Mutawatir seperti perawinya hanya sembilan orang di setiap atau salah satu tingkatan.

Suatu hadis dikategorikan sebagai *hadis Mutawatir jika memenuhi syarat-syarat* berikut:
a.  Diriwayatkan oleh banyak perawi. Minimal jumlah mereka 10 orang setiap tingkatan (thobaqot). Baik tingkatan sahabat nabi, tingkatan tabi’in dan tingkatan tabi’ut-tabi’in. 

b.  Jumlah bilangan perawi tersebut terdapat pada seluruh tingkatan sanad.

c.  Menurut kebiasaan, mustahil mereka sepakat untuk berdusta.

d.  Khabar mereka disandarkan kepada panca indera seperti kata-kata, “kami mendengar, kami melihat dan kami merasakan.” 

Jika status suatu hadis adalah Mutawatir maka hadis tersebut menunjukan pengetahuan yang sifatnya pasti (llmu dhoruri). *Seorang muslim harus mempercayai hadis Mutawatir* tersebut sebagaimana ia mendengarkan atau menyaksikannya sendiri.

Hadis Mutawatir dibagi menjadi dua: *muatawatir lafdhi dan mutawatir maknawi*. Mutawatir Lafdhi yaitu hadis Mutawatir yang lafazh dan maknanya sama. Mutawatir Maknawi yaitu hadis Mutawatir yang maknanya sama tetapi lafazhnya berbeda. 

Berikut adalah contoh hadis Mutawatir Lafdhi, Abu Hurairoh   berkata bahwa Rosululloh   bersabda, _“Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka tempatnya adalah di neraka.”_ *(HR. Muslim)*

Hadis di atas dikategorikan sebagai hadis Mutawatir Lafdhi karena diriwayatkan oleh lebih dari 70 sahabat nabi.

Adapun contoh Mutawatir Maknawi adalah hadis tentang mengangkat tangan ketika berdoa. Ada sekitar 100 hadis Nabi    tentang mengangkat tangan ketika berdo’a. Redaksi doa tersebut sangat beragam namun intinya menunjukkan perihal menganggakat tangan tatkala berdoa. 


*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*

Website    : www.elsihasmi.com
Facebook : http://bit.ly/Lembaga_Studi_Islam
Telegram  : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/studiislam_elsi/
YTube        : www.youtube.com/c/LembagaStudiIslam