Kamis, 02 Agustus 2018

Iman kepada kitab-kitab Allah

Iman kepada Kitab-kitab Allah adalah mengimani bahwasannya Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada para NabiNya. Yaitu kitab-kitab yang diturunkan kepada para Rasul melalui malaikat. Kitab-kitab yang diturunkan susunannya dari Allah bukan susunan mahluk, dan termasuk qadim (terdahulu. Demikian jika dilihat dari segi arti yang qadim, maksudnya arti yang dikehendaki Allah dan tidak ada pertentangan antara satu kata dengan yang lain. Allah berfirman :

" Apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an?. Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya ".
(Surat An Nisa: 82)

Maksudnya terdapat pertentangan maknanya dan perbedaan susunannya kalau ternyata Al-Quran itu dari perkataan manusia. Juga akan mendapat ketidak cocokan satu sama lain atau sebagian fasih dan yang lain terdapat kelemahan kalau Al-Quran itu dari selain Allah. Juga tentu banyak perbedaan perkataan satu sama lain. Tetapi karena kitab Al-Quran itu dari Allah, maka tidak terdapat perbedaan antara perkataan yang satu dengan yang lain.

Orang yang meragukan terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada Rasul, seperti tidak beriman kepada salah satu kitab dari kitab-kitab Allah itu, baik berupa satu ayat atau satu kalimat, maka orang itu benar-benar kafir.

Didalam suatu riwayat ada 104 kitab Allah yang diturunkan oleh Allah kepada para utusanNya, yaitu sebagai berikut :

1) Yang 10 kitab diturunkan kepada Syafiyullah Adam a.s.

2) Yang 50 kitab diturunkan kepada Nabi Syits bin Adam.
Makna "Syits" adalah pemberian Allah. Dia hidup selama 712 tahun.

3) Allah menurunkan 30 kitab kepada Nabi Idris a.s.
Nabi Idris adalah orang yg pertama membuat senjata (Pedang) utk memerangi orang² kafir.

4) Allah menurunkan 10 kitab kepada nabi Ibrahim a.s.

5) Allah menurunkan kitab Injil seluruhnya kepada Nabi Isa a.s.

6) Allah menurunkan kitab Taurat keseluruhan kepada Nabi Musa bin Imran a.s.
Injil dan Taurat itu bahasa Ibrani, tapi ada yang mengatakan bahasa Suryani.
Disebut Taurat karena kitab Taurat itu terdapat nur, lantaran nur itu seseorang dapat keluar dari kesesatan petunjuk Allah, sebagaimana orang yang dapat keluar dari kegelapan kepada yang terang lantaran api.

7) Allah menurunkan Zabur kepada Nabi Dawud bin Isya a.s.
beliau adalah pengikut nabi Musa a.s. dan sesudahnya terpaut beberapa tahun lamanya.

8) Allah menurunkan kitab Al-Quran secara berangsur-angsur dan terpisah-pisah selam 23 tahun setelah ditulis dalam suhuf. Dan Allah menurunkan sekaligus di malam Al-Qadar di Baitul Izzah, yaitu suatu tempat di langit dunia.

Al-Quran disebut Furqan, karena ia membedakan antara yang hak (benar) dan yang batil (salah). Juga karena Al-Quran diturunkan berangsur-angsur dan terpisah-pisah selama beberapa tahun. Disebut Al-Quran, karena ia menempati kedudukan kitab Taurat, Injil dan Zabur didalam hal banyaknya dibaca.

Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW yang terpilih. Beliau adalah putra Sayid Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Ka'ab bin Lu'ayi bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadlar bin Kinnah bin Khuzimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudlar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan dari putra Ismail bin Ibrahim a.s.

Ubay bin Ka'ab meriwayatkan bahwa ia bertanya kepada Rasulullah SAW: " Berapakah kitab yang diturunkan oleh Allah?". Rasulullah bersabda: Seratus empat kitab. Sepuluh suhuf pada Adam, 50 suhuf kepada Syits, 30 Sahifah kepada Idris, 10 Sahifah kepada Ibrahim dan kitab Taurat, Injil, Zabur serta Al-Furqa (Al-Quran)".

Demikian sebagai mana disebutkan oleh As-Syarbini dalam Tafsirnya. Yang benar kitab-kitab itu tidak ada bilangan tertentu karena banyaknya perbedaan riwayat. Kita wajib mempercayai dan mengetahui empat kitab yang diturunkan oleh Allah SWT yaitu taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.