Bismillah
S + R = O
Situation + Reaction = Outcome
Ternyata yang lebih menentukan hasil (outcome) itu adalah reaksi, bukan situasi. Sekali lagi. Reaksi, bukan situasi. Nah, kali ini kita akan membahas soal sikap, dengan penekanan pada sikap Victim atau Victor. Apa maksudnya?
Begini. Sebagian orang, ketika masalah terjadi, ia bersikap sebagai korban (Victim), seolah-olah tidak berdaya dan teraniaya. Bukan hanya itu, ia juga mengeluh dan menyalah-nyalahkan orang lain. Bahkan menyalahkan takdir. Dengan kata lain, ia tidak bertanggung-jawab atas keputusan yang telah ia ambil.
Namun sebagian orang bersikap sebagai pemenang (Victor/Victory). Dia tenang. Tak menyalahkan siapapun. Sebaliknya, ia bertanggung-jawab penuh atas keputusan yang telah ia ambil.
Ini saya sampaikan kemarin di pelatihan dua hari untuk Mahkamah Agung di Alana, Sentul.
Perlu contoh?
"Aku yang memutuskan untuk berbisnis. Aku yang ingin sukses. Aku yang memperoleh untungnya. Tentulah, aku yang harus memastikan ini semua berjalan. Andaikata nggak berjalan, akulah yang bertanggung-jawab, sepenuhnya." Sebuah pemikiran yang memberdayakan. Inilah reaksi dan sikap sang pemenang.
Terlihat jelas di sini. Keadaan sama, namun reaksi dan respons berbeda, tentulah hasilnya akan turut berbeda. Pasti. Makanya saya menganjurkan, demi hasil yang lebih baik, sebisa-bisanya kita hindari sikap sebagai Victim. Apalagi kita tahu bahwa mengeluh itu melemahkan otak dan tubuh! Apalagi kita tahu bahwa menyalahkan orang lain bukannya mengurangi masalah, melainkan hanya mengurangi teman!
Sekali lagi, bertanggung-jawablah atas keputusan yang telah kita ambil. Investasi, bisa rugi. Bisnis, bisa rugi. Karier, bisa mentok. Tugas, bisa gagal. Kalau memang terjadi, berhentilah menyalah-nyalahkan orang lain. Dewasalah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.