“Apakah manusia itu mengira bahwa
mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak
diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum
mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya
Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. 29 Ankabut : 2–3 )
"Apakah kalian mengira akan
masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya
orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan
keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga
berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya
pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”.
(QS. 2 Al-Baqarah: 214)
ba’saa / malapetaka masih level ringan
ba’saa / malapetaka masih level ringan
adharaa / kesengsaraan masih level
berat
zulziluu / kegoncangan sudah level
extreme yang sudah ke batin/hati
Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba,
Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan
padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan
ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi)
“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk
ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan
menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih
ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.”
(HR. Ibnu Majah)
Selalu ada Hikmah dibalik Hijrah di setiap kejadian (asalkan kita Peka),
dan hanya sedikit dari kita (manusia) yang peka akan petunjuk-Nya (semoga kita
termasuk yang peka itu)
“….
Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari pada-Nya). (QS. 7 Al A’raaf : 3)
“……
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi
(pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui,
sedang kamu tidak mengetahui”.
(QS.
2 Al Baqarah : 216)
Bro n Sis, Hijrah
memang beresiko, tapi jika tidak Hijrah akan lebih beresiko….
“Janganlah
kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah
orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”.
(QS.
3 Ali Imran : 139)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun masing-masing ada kebaikan. Semangatlah meraih apa yang manfaat untukmu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah janganlah mengatakan, "Seandainya aku berbuat begini dan begitu, niscaya hasilnya akan lain." Akan tetapi katakanlah, "Allah telah mentakdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat." Sebab, mengandai-andai itu membuka pintu setan." (HR. Muslim)
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun masing-masing ada kebaikan. Semangatlah meraih apa yang manfaat untukmu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah janganlah mengatakan, "Seandainya aku berbuat begini dan begitu, niscaya hasilnya akan lain." Akan tetapi katakanlah, "Allah telah mentakdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat." Sebab, mengandai-andai itu membuka pintu setan." (HR. Muslim)
Wallahu a’lam